Ini Alasannya Kenapa Bayi Sering Tertawa Sendiri Meski Tidak Ada yang Lucu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Melihat film bergenre komedi, pasti membuat kita tertawa terbahak-bahak bahkan menangis saking lucunya. Namun, bagaimana jika bayi yang menonton acara tersebut? Akankah mereka mengerti adegan yang lucu tersebut? Tentu saja tidak. Sebaliknya, mereka bisa saja tiba-tiba tertawa meski tidak ada yang lucu. Lantas, apa penyebab bayi tertawa tiba-tiba seperti itu?

Kapan bayi tertawa untuk pertama kalinya?

Hal pertama yang dilakukan bayi ketika dilahirkan di dunia adalah menangis. Ini adalah respons alami yang ditunjukkan olehnya pada dunia yang asing sekaligus mencari kehangatan sang ibu. Lalu, kapan ia akan menunjukkan senyum dan tawanya?

Melihat betapa indahnya tawa buah hati Anda, memang perlu waktu. Ia perlu mempelajari banyak hal, termasuk espresi wajah ketika tertawa. Dilansir dari laman The Bump, tertawa merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan Anda. Ini pertanda bahwa ia merasa waspada, bahagia, atau tertarik pada suatu hal.

Pada umumnya bayi akan menunjukkan tawa pertamanya pada usia sekitar tiga atau empat bulan. Namun, jangan khawatir jika pada rentang usia tersebut ia belum tertawa. Ingat, bahwa setiap memiliki perkembangan yang berbeda-beda; ada yang lebih cepat, normal, dan lambat. Jika keterlambatan perkembangan ini membuat Anda khawatir, jangan sungkan untuk melakukan konsultasi pada dokter anak.

Perkembangan bayi 20 minggu

Alasan bayi tertawa meski tidak ada yang lucu

Anda mungkin pernah memergoki bayi tertawa lucu atau tersenyum sendiri. Tenang, ini bukan menandakan bahwa bayi Anda memiliki gangguan jiwa. Namun, ada yang kadang tidak Anda tahu membuat bayi mengeluarkan ekspresi ini.

Sudah banyak penelitian ilmiah yang menggali penyebab bayi tertawa. Salah satunya menurut Jean Piaget, psikologis ternama asal Swiss. Piaget berpendapat bahwa tawa bayi merupakan cara bayi untuk mendapatkan wawasan mengenai dunia sekelilingnya.

Penelitian tidak hanya berhenti di situ. Caspar Addyman, seorang peneliti dari University of London mencari tahu hal ini lebih dalam melalui survei besar-besaran. lebih dari 1000 orangtua dari seluruh dunia mengikuti survei ini dengan menjawab kapan, di mana, dan mengapa bayi mereka tertawa.

Hasilnya menunjukkan bahwa bayi tertawa bukan karena hal yang lucu. Padahal Anda sudah berusaha keras untuk memancingnya untuk tertawa. Sebagian besar bayi menurut penelitian akan menunjukkan tawanya dibanding ekspresi kaget atau sedih ketika ia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, seperti menjatuhkan mainan, terjatuh saat bermain atau berjalan.

Setelah diteliti lebih dalam, ternyata ada hal lainnya yang bisa memancing tawa bayi, seperti:

  • Ketika ia mendengar suara lengkingan, bunyi bibir Anda ketika mencium mereka, tepuk tangan, suara berisik yang berulang, seperti siulan, suara bell, lonceng, atau kerincingan mainan bayi. Bunyi ini dianggap lebih menarik bagi bayi dibanding suara normal seseorang ketika ia berbicara.
  • Ketika ia merasakan geli dari jenis sentuhan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Misalnya saat Anda meniup lembut kulit bayi, terutama bagian perut atau mencium kaki dan tangan mereka.
  • Ketika mengajaknya bermain cilukba dengan menutupi wajah dengan tangan atau menyembunyikan suatu mainan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca