Memahami Perkembangan Emosional Anak Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/01/2020
Bagikan sekarang

Perkembangan emosional anak balita tidak hanya tentang mengatur emosi yang ada di dalam dirinya, tapi lebih dari itu. Perkembangan emosional pada si kecil sangat berpengaruh pada perkembangan balita dan perilaku anak sampai ia dewasa.

Sebagai orang tua, Anda perlu memahami dan mengerti tahap perkembangan emosional anak balita dan cara melatihnya, agar perkembangan anak berjalan optimal. Berikut penjelasan lengkap seputar perkembangan emosional anak balita dan cara yang tepat untuk melatihnya.

Apa itu perkembangan emosional anak balita?

perkembangan balita 57 bulan

Children’s Therapy and Family Resource Centre menjelaskan bahwa perkembangan emosional anak adalah salah satu tahap tumbuh kembang anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengendalikan emosi sendiri. Dalam perkembangan emosional, anak mulai belajar menjalin hubungan dengan teman dan lingkungannya.

Menjalin hubungan sosial dengan teman dan lingkungan juga sebuah proses untuk belajar berkomunikasi, berbagi, dan berinteraksi. Sebagai contoh, ketika bersosialisasi, anak akan belajar meminjam mainan dengan baik, mengobrol dengan teman seusianya, atau sampai berebut mainan kesukaan.

Meski begitu, fase berebut mainan juga penting dalam perkembangan emosional anak balita. Kemampuan sosial dan emosional balita yang baik, berpengaruh pada kecerdasannya ketika dewasa nanti. 

Perkembangan emosional anak balita usia 2 sampai 5 tahun

Semakin bertambahnya usia anak, kemampuan emosional si kecil semakin bertambah dan setiap anak memiliki tahapan perkembangan emosional yang berbeda. Berikut perkembangan emosional anak balita dari usia 2-5 tahun yang bisa menjadi acuan.

Usia 2-3 tahun

Balita jatuh dari sepeda

Di rentang usia 2-3 tahun, perkembangan emosional anak balita cukup dinamis dan belum stabil, karena tantrum masih menjadi kebiasaan si kecil.

Grafik perkembangan anak Denver II menunjukkan, perkembangan emosional dan sosial anak usia 24 bulan atau 2 tahun sudah bisa menyikat gigi dengan bantuan orang lain, mencuci tangan dan mengeringkan sendiri. 

Ketika usia balita 2 tahun 5 bulan atau 30 bulan, ia sudah bisa menyebut nama teman, memakai dan melepaskan pakaian sendiri. Selain itu, usia 2 tahun adalah masa anak belajar untuk mandiri, melakukan banyak hal sendiri yang berhubungan dengan perkembangan emosional.

Rasa penasaran anak meningkat cukup tajam di usia 2 tahun. Mengutip dari Healthy Children, sebagian besar anak menghabiskan waktunya untuk mencoba memahami sejauh mana kemampuan sosial dan lingkungan. Pendampingan Anda sangat penting dalam fase ini, jadi, meski ia sedang ingin mencoba banyak hal sendiri, tetap temani si kecil untuk memberinya bantuan agak perkembangan emosional tetap terpantau.

Usia 3-4 tahun

perkembangan balita 4 tahun

Bagaimana perkembangan emosional balita usia 3-4 tahun? Di usia ini, anak perlahan mengenali emosinya. Melansir dari WebMD, usia 3 tahun adalah umur yang cukup muda untuk anak mengerti dan mengendalikan emosi yang ada di dalam dirinya. Sebagai contoh, ketika ia menemukan sesuatu yang lucu, ia sangat histeris akan hal itu. Begitu juga ketika anak menemukan hal yang membuatnya marah, teriakan dan tangisan menjadi pelampiasan emosi si kecil.

Sejalan dengan itu, grafik Denver II memberikan gambaran bahwa aspek perkembangan emosional balita usia 3 tahun 6 bulan mulai belajar membuat sarapan sederhana sendiri, misalnya sereal atau roti. Ia juga sudah bisa bermain papan interaktif, kartu, dan memakai pakaian sendiri.

Usia 4-5 tahun

berhenti menggendong anak

Rentang usia 4-5 tahun, anak sudah mengenal dan mengendalikan emosinya sendiri. Ia mampu menenangkan teman sedang bersedih dan bisa merasakan yang dirasakan temannya. Namun, si kecil tidak selalu bisa kooperatif, sisi egois anak juga bisa hadir ketika suasana hatinya kurang baik. 

Di usia ini, selera humor pada anak mulai muncul dan ia mulai berusaha melucu dalam beberapa kesempatan. Anda akan melihat Cara anak balita 48 bulan atau 4 tahun berusaha melucu dengan melakukan hal konyol untuk membuat orang lain tertawa.

Di usia 4-5 tahun, anak sedang gemar menghibur dengan cara bicara yang berbeda-beda dan unik. Sebagai contoh, membuat wajah unik atau bertingkah lucu yang bisa menarik perhatian orang lain.

Cara mengasah kecerdasan emosional anak balita

Usia anak memengaruhi cara mengasah perkembangan atau kecerdasan emosional anak balita. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengasah dan melatih emosi anak agar ia mengenal dan bisa mengendalikan emosinya.

Usia 2-3 tahun

ayah anak laki-laki bermain bola

Beritahu emosi yang sedang anak rasakan. Saat emosi anak meledak-ledak, lebih baik beritahu dirinya tentang apa yang sedang ia rasakan daripada memarahinya.

Ini bisa membantu anak untuk mengenali perasaan apa yang sedang ia rasakan. Jika balita sedang menangis, tanya anak apa yang membuatnya menangis. Di sini ia belajar untuk menyebutkan emosinya sendiri. 

Tidak hanya emosi negatif, kenalkan juga emosi positif, seperti sedang senang. Tanyakan apa yang membuatnya senang, tertawa, dan tersenyum. Berikan tanggapan positif pada perasaannya agar ia merasa dihargai dan perkembangan emosional anak berjalan baik.

Usia 3-4 tahun

les balita

Tunjukkan empati pada perasaan anak. Saat anak Anda terlihat emosional, hindari untuk memarahi atau membentak anak karena ia bisa merasa diabaikan dan tidak dipedulikan.

Ubah sudut pandang Anda dan mulai berempati pada perasaan si kecil, bagaimana bila menjadi dia. Ini penting untuk membantu perkembangan emosional anak. Sebagai contoh, ketika anak sedang menangis karena mainannya diambil teman, Anda bisa mengatakan “mainan diambil teman memang menyebalkan, tapi nanti kita coba untuk meminta mainan itu kembali ya.”

Ketika Anda ada di pihak anak, ia akan merasa lebih nyaman untuk mengatakan emosinya dibanding menyalurkannya dengan teriakan atau amarah. Di usia ini, jadilah teman yang mengerti posisi si kecil agar anak merasa nyaman dan aman di dekat Anda.

Usia 4-5 tahun

perkembangan balita 51 bulan

Salah satu bagian penting dalam membangun kecerdasan emosional anak balita adalah mengajari anak cara menyelesaikan masalah atau problem solving. Nah, anak usia 4-5 tahun sudah bisa diajari tentang mengatasi persoalan sederhana yang dihadapinya. 

Jika anak Anda tidak sengaja membuat temannya menangis, daripada memarahinya, lebih baik mengajak diskusi. Posisikan sebagai pendamping yang bisa menerima masukan, agar anak nyaman saat diskusi dengan Anda.

Tanyakan apa yang sedang terjadi dan alasannya membuat anak lain menangis. Di sini, anak Anda belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri dengan baik.

melatih agar anak tidak cadel

Hal yang juga dapat Anda lakukan untuk mendukung kecerdasan emosional anak balita adalah memberi contoh cara mengeskpresikan emosi. Alasannya, anak adalah peniru perilaku orangtua dan orang di sekitarnya. Dia dengan mudah menirukan perilaku, perkataan, sampai kebiasaan orang lain.

Cara yang dapat dilakukan berbagi cerita dengan si kecil tentang apa yang terjadi di keseharian, misalnya ketika Anda baru pulang kerja atau sudah menyelesaikan pekerjaan rumah, luangkan waktu untuk curhat padanya.

Ceritakan betapa senangnya Anda hari itu, kesal, kecewa, dan perasaan lain. Ketika anak sedang mendengarkan cerita, secara tidak langsung dia akan meniru di kemudian hari.

Anak akan ikut bercerita tentang apa yang ia alami seharian. Ini waktu yang tepat untuk berdiskusi dan berbagi cerita dengan si kecil agar hubungan Anda dengan anak lebih dekat. Ini akan membantu perkembangan emosional anak balita.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Bijak Menyikapi Orang Terdekat yang Coming Out (Melela)

Melela adalah proses pengungkapan jati diri yang cukup sulit bagi seseorang. Nah, maka dari itu menyikapi coming out orang terdekat pun harus hati-hati juga

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Masih Terbayang-bayang Trauma Masa Lalu? Ini yang Mesti Dilakukan

Trauma di masa lalu memang akan terus mengganggu hidup Anda jika tidak diatasi. Oleh karena itu, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasinya

Ditulis oleh: Nabila Azmi

Mendengarkan Musik Sambil Belajar Ternyata Bikin Anda Lebih Gampang Berkonsentrasi

Beberapa orang merasa harus mendengarkan musik sambil belajar agar lebih bisa konsentrasi. Benarkah belajar sambil mendengarkan musik itu efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Jangan Bawa Bunga Atau Buah Saat Menjenguk Pasien di Rumah Sakit! Ini Sebabnya.

Menjenguk pasien yang sedang opname di rumah sakit rasanya tak lengkap tanpa membawa bunga atau buah. Tapi, tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andina Dewanty

Direkomendasikan untuk Anda

pentingnya support system

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
pentingnya kecerdasan emosional

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
alexithymia adalah

Mengenal Alexithymia, Kondisi yang Bikin Anda Susah Ungkapkan Emosi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019
kecerdasan emosionalbayi emotional intelligence adalah

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sampai Usia 2 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019