Periode Perkembangan

Pedoman Latihan Menggunakan Toilet untuk Anak Usia 4 Tahun

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Mengendalikan hasrat buang air besar atau buang air kecil merupakan bagian dari perkembangan yang harus dikuasai oleh anak. Anak dikatakan lulus menguasai hal tersebut bila sudah mampu mengendalikan rasa ingin buang air besar atau buang air kecil, pergi ke kamar mandi sendiri, membuka celana untuk buang air, dan memakai kembali celananya. Anda bisa memulai latihan menggunakan toilet sejak usia 2 tahun atau 3 tahun, tapi ada beberapa anak yang berusia 4 tahun ke atas masih belum bisa melakukannya. Lalu, bagaimana cara melatihnya?

Anak-anak yang belum bisa menahan dirinya untuk buang air besar atau buang air kecil biasanya harus menggunakan popok atau bisa saja membuat cucian Anda menjadi menumpuk. Jika Anda tidak ingin hal itu terjadi, Anda harus memberikan edukasi berupa latihan menggunakan toilet (toilet training), walaupun tidak mudah, Anda harus bersabar sebab anak membutuhkan waktu untuk beradptasi dan terbiasa dengan sesuatu.

Latihan menggunakan toilet (toilet training) untuk anak usia 4 tahun

Dilansir dari Parents, secara mental otak anak usia 18 sampai 22 bulan sudah bisa menerima pesan ketika kandung kemih terasa penuh. Namun, untuk mengajarinya menggunakan toilet, Anda harus memberi tahu Anak bagaimana rasanya ketika ingin buang air kecil atau buang air besar muncul. Berikut langkah-langkah latihan menggunakan toilet untuk anak.

Gunakan toilet dewasa

Pada usia 4 tahun, anak sudah bisa menggunakan toilet orang dewasa. Agar lebih nyaman, Anak bisa menyesuaikan jok toilet yang bisa dilepas tersebut. Untuk pertama kalinya, Anda harus mengajari anak dengan mempraktekkan bagaimana menggunakan toilet, baik dengan lisan juga dengan gerakan. Dengan demikian anak lebih mudah mengikuti apa yang Anda lakukan.

Latihan duduk di atas toilet

Agar anak terbiasa duduk di atas toilet, Anda bisa meminta anak untuk duduk di atas toilet selama 5 atau 10 menit. Kebiasaan ini membuat anak menemukan posisi anak yang nyaman di atas toilet.

Pura-pura bermain

Anda bisa mendorong anak untuk menggunakan toilet dengan permainan. Setiap anak menggunakan toilet, Anda berikan poin, misalnya berupa bintang. Semakin banyak bintang, semakian besar kesempatan anak memperoleh hadiah. Dengan demikian anak akan terdorong untuk menggunakan toilet lebih sering. Namun, Anda tetap harus mengawasi anak ketika menggunakan toilet dan setiap kali anak berhasil, berikan pujian.

Mengajari si kecil untuk bertanggung jawab

Mungkin suatu saat, anak Anda melakukan kesalahan seperti mengompol atau buang air besar di celana. Berikan tanggung jawab pada anak untuk membersihkan dirinya dan menggunakan celana atau popok baru secara mandiri sehingga anak lebih memilih untuk pergi ke toilet daripada nanti harus repot membersihkan diri.

Lebih sering pergi ke toilet

Agar anak terbiasa, cobalah untuk menerapkan anak untuk ke toilet setiap bangun tidur, setelah makan, sebelum mandi, dan ketika akan tidur. Memperbanyak waktu untuk menggunakan toilet mempercepat anak untuk terbiasa dengan hal tersebut. Rutin menggunakan toilet juga menghindari anak terkena sembelit.

Melepaskan popok

Pada beberapa anak usia 4 tahun masih ada yang menggunakan popok. Seiring berjalannya waktu Anda boleh melepaskan popok yang selalu digunakan oleh anak. Kemudian, beri penekanan bahwa anak tidak boleh pipis atau buang air kecil lagi di celana karena sudah tidak memakai popok.

Perhatikan apa yang anak lakukan

Anda perlu memperhatikan yang dilakukan oleh anak ketika menggunakan toilet. Bila sudah terlihat mandiri, Anda bisa menyuruhnya untuk menggunakan toilet sendiri. Kemudian, Anda memperhatikan lebih jauh dan terus mengawasinya. Akan lebih baik bila anak mengungkapkan keinginannya buang air kecil atau buang air besar sendiri. Ini merupakan kemantapan anak bahwa ia ingin mandiri.

Bila anak Anda sudah memasuki taman kanan-kanak, ajari mereka untuk berbicara kepada guru bila ia ingin buang air kecil atau buang air besar. Dengan demikian, anak tidak lagi takut atau bingung bagaimana menyampaikan keinginannya untuk ke toilet kepada guru.

toilet training anak perempuan

Bagaimana jika anak mengalami sembelit?

Sembelit bisa saja terjadi pada anak, baik itu karena makanan atau karena anak menahan diri untuk tidak buang air besar. Biasanya terjadi ketika anak tidak mau menggunakan toilet di tempat tertentu, contohnya toilet sekolah karena tidak terbiasa atau bisa juga karena tertekan karena mengikuti latihan menggunakan toilet. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut , seperti:

  • Anak menghabiskan waktu yang lama di toilet.
  • Anak mengeluh sakit saat mengeluarkan fesesnya.
  • Anak berkeringat dan mencengkeram erat pinggiran toilet berusaha mengelarkan fesesnya.

Bila anak mengalami sembelit, Anda bisa memberikan laksatif, yaitu obat untuk meningkatkan frekuensi dan mempermudah anak buang air besar. Laksatif dapat mengaktifkan saraf di usus besar dan otot-otot berkontraksi sehingga mendorong feses yang mengeras untuk keluar. Keluarnya feses akan mengosongkan kembali usus seperti keadaan normal.

Anda bisa mendapatkan laksatif berdasarkan resep dari dokter, begitu pula dengan dosis pemakaiannya. Namun, perlu Anda perhatikan bahwa obat ini bekerja dalam waktu 6 sampai 12 jam dan akan memberikan efek mengantuk pada anak.

Umumnya anak-anak tidak merasakan efek samping, namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan sakit perut, mual dan muntah, diare, sakit kepala dan dehidrasi. Untuk itu, awasi anak Anda untuk tetap terhidrasi selama pemakaian obat ini. Hindari pemakaian obat dalam jangka panjang. Bila anak Anda melewatkan obat, jangan memberikan dosis ganda, berikan aja dosis reguler seperti yang disarankan oleh dokter.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca