Gejala ADHD Pada Anak Laki-Laki Ternyata Beda Dengan Anak Perempuan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/09/2018
Bagikan sekarang

Penyakit ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah penyakit mental yang umum terjadi pada anak-anak.  Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan perkembangan saraf sehingga perilaku anak jadi hiperaktif tidak terkendali. Sebagai orangtua, penting untuk memerhatikan tanda dan gejala ADHD sejak dini karena tanpa perawatan, kondisi kesehatan mental dan fisik anak bisa memburuk.

Namun, perlu Anda ketahui bila gejala penyakit ADHD antara anak perempuan dan anak laki-laki itu tidak sama. Yuk, cari tahu lebih lanjut pada ulasan di bawah ini.

Perbedaan gejala penyakit ADHD pada anak perempuan dan laki-laki

Biasanya tanda dan gejala ADHD akan muncul sebelum anak memasuki usia 7 tahun. Namun, beberapa di antaranya tidak terdiagnosis hingga anak sudah mencapai usia remaja.  Dikutip dari Healthline, CDC menjelaskan bahwa anak laki-laki lebih mungkin didiagnosis ADHD dibanding anak perempuan.

Alasannya bukan karena anak laki-laki lebih rentan dengan penyakit ini, melainkan anak perempuan yang gejalanya sering kali tidak terlihat sehingga lebih sulit didiagnosis.

Tanda dan gejala ADHD pada anak laki-laki

sakit kepala pada anak

Anak laki-laki yang memiliki ADHD biasanya memiliki gejala yang lebih jelas dan mudah terlihat, seperti:

  • Bertindak impulsif; bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati
  • Hiperaktif tidak terkendali; cenderung tidak bisa diam, terus berlari, bergerak, bahkan memukul
  • Tidak dapat berkonsentrasi atau fokus dengan baik
  • Sering melebih-lebihkan pembicaraan
  • Sering mengganggu aktivitas atau kegiatan orang lain

Tanda dan gejala ADHD pada anak perempuan

menghadapi masalah di sekolah anak

Bila gejala ADHD pada anak laki-laki menunjukkan ciri khas, yaitu hiperaktif, maka gejala ADHD pada anak perempuan justru sebaliknya. Anak perempuan tidak menunjukkan gejala ADHD yang khas, tapi umumnya menunjukkan gejala yang meliputi:

  • Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • Mudah gelisah
  • Kesulitan untuk fokus pada suatu hal
  • Sering melamun atau tidak peduli dengan keadaan sekitarnya
  • Cenderung tidak mendengarkan pembicaraan orang lain
  • Kesulitan untuk mengikuti pelajaran di sekolah
  • Sering mengganggu pembicaraan orang lain
  • Sering melupakan apa yang baru saja ia baca atau diberi tahu oleh orang lain

Kemungkinan komplikasi jika anak dengan ADHD tidak mendapat perawatan

Anak dengan ADHD yang tidak mendapat perawatan yang sesuai hingga remaja, akan berdampak buruk pada semua aspek kehidupan anak. Penelitian menunjukkan anak laki-laki dengan ADHD cenderung mengekspresikan rasa frustrasinya secara fisik dan verbal. Sementara anak perempuan cenderung memendam rasa frustrasi dan rasa sakitnya sendiri.

Beberapa komplikasi lebih lanjut yang terjadi pada anak dengan ADHD tanpa perawatan, antara lain:

  • Memiliki depresi
  • Mengalami gangguan kecemasan
  • Mengalami gangguan makan, seperti bulimia
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan seks bebas
  • Percobaan bunuh diri

Apakah perawatan ADHD antara anak laki-laki dengan anak perempuan berbeda?

waktu bersama anak

Meskipun gejala ADHD yang ditunjukkan oleh anak laki-laki dan anak perempuan itu berbeda, pengobatan dan perawatan untuk ADHD itu umumnya sama. Ini tergantung pada perawatan dan pengobatan mana yang Anda pilih, termasuk pertimbangan dokter dalam meresepkan obat.

Selain obat dan perawatan dokter, Anda juga bisa membantu mengelola gejala dan mencegah keparahan ADHD padan anak dengan beberapa hal seperti berikut.

  • Mengajaknya berolahraga
  • Memberikan kesempatan anak untuk bermain di luar dengan alam
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi anak ADHD, terutama untuk kesehatan otak
  • Menetapkan rutinitas sederhana sesuai jadwal seperti waktu makan, bermain, tidur, dan belajar
  • Memberinya apresiasi saat berhasil mencapai suatu hal
  • Memberi kebebasan anak untuk melakukan sesuatu yang ia suka untuk melatih konsentrasinya

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Gender Differences in ADHD Symptoms. https://www.healthline.com/health/adhd/adhd-symptoms-in-girls-and-boys#5. Diakses pada 18 Agustus 2018.

ADHD in girls: How is it different? https://www.medicalnewstoday.com/articles/315009.php. Diakses pada 18 Agustus 2018.

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anak yang Mengalami ADHD Bisa Sembuh?

ADHD biasanya ditangani dengan kombinasi terapi psikologis, terapi edukasi, dan obat. Lantas, apakah semua ini bisa membuat anak dengan ADHD sembuh total?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Membesarkan Anak ADHD, Ini Fakta yang Perlu Orangtua Ketahui

Sebagai orang tua, membesarkan anak dengan ADHD bisa cukup menantang. Untuk itu, ketahui fakta anak ADHD ini yang bisa membantu meringankan beban Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Roby Rizki

5 Kiat Membantu Anak ADHD Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Anak ADHD cenderung kesulitan untuk belajar berbagai hal di sekolah. Untuk membantunya menerima pelajaran, ikuti tipsnya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail

Direkomendasikan untuk Anda

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020
Tips Mengajari Anak ADHD agar Mau Minum Obat

Tips Mengajari Anak ADHD agar Mau Minum Obat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
Bagaimana Cara Pengidap ADHD Terhindar dari Belanja Impulsif?

Bagaimana Cara Pengidap ADHD Terhindar dari Belanja Impulsif?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020