Halo Ibu, Ini Camilan Sehat dan Bergizi untuk Balita Demi Tumbuh Kembangnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Usia balita merupakan masa si kecil belajar mengenal dan mencoba berbagai jenis makanan baru. Di sinilah orangtua punya peran penting dalam memilah-milah berbagai sumber makanan balita terbaik. Selain makanan utama, Anda juga perlu memerhatikan sumber camilan sehat untuk balita. Lalu, apa saja yang hal penting yang harus dipertimbangkan? Berikut penjelasannya.

Mengapa camilan sehat penting untuk tumbuh kembang balita?

makanan untuk anak diare

Di samping menu makanan balita, pemberian camilan sehat harian juga tidak kalah penting untuk balita. Bukan hanya bermanfaat untuk memperkenalkan jenis makanan baru, camilan sehat juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak balita

Beberapa alasan anak butuh camilan yaitu:

Kapasitas lambung yang kecil

Lambung anak masih kecil, tidak seperti lambung orang dewasa yang sudah bisa menampung banyak makanan dalam sekali makan. Karena itu, anak disarankan untuk makan dalam porsi kecil tetapi sering.

Jika anak hanya makan 3 kali per hari seperti orang dewasa, maka kebutuhan anak tidak dapat dipenuhi.

Memberi energi

Camilan sehat membantu menyediakan energi dan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk bertumbuh dan berkembang, serta untuk membantu menjaga kesehatan anak. 

Camilan membantu balita memenuhi kebutuhannya karena balita biasanya tidak bisa makan banyak, apalagi jika makan sambil duduk, balita pada umumnya tidak betah jika harus duduk terlalu lama.

Menjaga anak tidak terlalu lapar

Camilan berfungsi untuk menjaga agar anak tidak terlalu lapar di antara waktu makan, sehingga anak tidak makan berlebihan pada waktu makan utama. 

Hal ini dapat membantu anak mengukur porsi makannya dan mencegah anak makan berlebih karena faktor emosional. Snack juga dapat mencegah kebosanan anak terhadap makanan.

Camilan membantu memberi nutrisi tambahan

Camilan atau snack akan membantu memberikan asupan nutrisi tambahan ketika makanan utama kurang mampu memenuhi kebutuhan zat gizi harian balita.

Di sisi lain, camilan sehat untuk balita juga bisa berguna sebagai pengganjal perut sebelum waktu makan utamanya tiba. Meski namanya camilan, tapi penting untuk tetap mempertimbangkan kandungan gizinya sebelum menyajikan untuk si kecil.

Sebagai orangtua, kebiasaan dan pola makan Anda tentu dapat sangat berpengaruh dalam pembentukan pola makan anak.

Bagaimana aturan dalam pemberian camilan sehat untuk balita?

porsi makan anak 5 tahun

Soal makanan, anak usia 1-5 tahun sedang gemar mencoba rasa dan tekstur baru. Ia akan sangat antusias ketika melihat makanan yang tidak pernah ia lihat dan rasakan sebelumnya. 

Maka, sangat penting untuk mengatur pemberian camilan sehat pada balita. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, mengutip dari Kids Health:

Camilan sehat untuk balita usia 1-2 tahun

Anak usia 1 tahun sampai 2 tahun sedang sangat aktif dan sering tidak betah duduk di kursi padahal perutnya sedang lapar. Di fase ini, balita membutuhkan 5-6 kali makan dalam sehari dengan 3 kali makan utama dan 2-3 kali camilan.

Ada beberapa camilan sehat untuk balita usia 1-2 tahun:

  • Sereal 
  • Buah potong (pastikan ukurannya kecil dan lunak agar tidak tersedak)
  • Keju potong atau iris (slice)
  • Susu

Berikan camilan di waktu jeda setelah menyantap makanan utama setiap harinya. Ini membuatnya mengerti jadwal makan balita karena sudah terbiasa. 

Selain itu, biasakan untuk memberikan camilan dalam porsi sedikit karena ukuran lambungnya masih kecil dibanding orang dewasa. 

Camilan sehat untuk balita usia 3-5 tahun

Bagaimana dengan balita usia 3-5 tahun? Rasa penasaran masih menjadi tantangan untuk orangtua. Perbedaannya, anak di usia ini sudah bisa mengungkapkan perasaannya, misalnya mengatakan “aku lapar” atau “aku bosan” dan sebagainya. 

Camilan sehat untuk balita usia 3-5 tahun yaitu:

  • Buah potong dengan irisan tidak terlalu besar
  • Irisan sayur
  • Susu atau yogurt
  • Keju atau keripik gandum

Hindari memberikan camilan berbentuk permen atau kue yang terlalu manis karena membuat anak berisiko terkena diabetes.

Camilan sehat untuk balita, kapan sebaiknya diberikan?

pola makan sehat untuk balita

Meski terkesan sepele, mengetahui waktu pemberian camilan sehat untuk balita sangatlah penting. Waktu makan camilan sehat yang tidak menentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan anak dan pada akhirnya berujung pada kegemukan.

Selain itu, waktu makan camilan yang tidak dibatasi sampai anak benar-benar merasa kenyang juga membawa dampak negatif kepada anak. 

Dampak negatifnya yaitu mengganggu selera makan anak saat makan makanan utama dan mengganggu rasa lapar dan kenyang si anak. Bagaimana pemberian jadwal makan camilan?

Anak perlu makan sebanyak 5-6 kali dalam sehari, yang terdiri dari 3 kali waktu makan utama dan 2-3 kali makan selingan. Untuk waktunya, biasanya anak butuh makan setiap 3-4 jam sekali.

Jika Anda membiasakan anak untuk makan camilan atau selingan dan makan utama secara teratur, kebiasaan makan sehat akan terbentuk secara perlahan pada anak dan juga anak dapat terhindar dari kenaikan berat badan berlebih.

Waktu yang baik untuk Anda menawarkan snack pada anak adalah beberapa jam setelah ia selesai makan utama dan sekitar 1-2 jam sebelum makan utama selanjutnya. 

Menunda waktu makan camilan beberapa jam setelah makan utama dapat mencegah anak menolak makan utama selanjutnya dan  juga mencegah keinginan anak untuk lebih banyak makan camilan lagi.

Bagaimana cara menentukan sehat atau tidaknya camilan untuk balita?

camilan anak balita

Sebenarnya ada beragam pilihan camilan sehat yang bisa Anda sajikan sebagai selingan di tengah-tengah menu makan utama anak balita.

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, sebaiknya batasi anak balita dalam mengonsumsi camilan yang terlalu asin, manis, atau berlemak.

Pasalnya, makanan dan minuman yang kelewat manis, asin, dan berlemak dapat meningkatkan risiko serangan penyakit kronis di kemudian hari. Berbagai penyakit ini misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya, Anda lebih dianjurkan untuk menyiapkan camilan yang sehat bagi anak balita. Anda bisa memilih makanan yang kaya dengan beragam zat gizi, seperti protein, serat, vitamin, serta mineral.

Sebaliknya, sebisa mungkin hindari memberikan makanan kemasan yang telah melalui banyak proses pengolahan.

Alasannya karena makanan jenis ini biasanya mengandung banyak gula, garam, dan lemak, yang sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh anak balita.

Selain mempertimbangkan rasa camilan sehat untuk balita, pikirkan juga mengenai bentuk dan ukuran makanan sehingga tidak menyulitkan anak saat memakannya.

Sebab di masa ini, anak balita sedang giat-giatnya belajar makan sendiri. Jadi, pilih atau bentuklah makanan dengan ukuran kecil yang mudah digenggam dan digigit oleh balita.

Dari beragam jenis camilan, berikut yang dinilai sehat untuk diberikan pada anak balita:

  • Sereal sarapan rendah gula
  • Buah segar yang diiris tipis atau dipotong kecil-kecil
  • Biskuit gandum dan muffin berukuran mini
  • Keju yang dipotong menjadi irisan tipis atau diparut dan dicampur bersama makanan

Bukan hanya itu saja, masih ada beragam jenis camilan sehat lainnya yang bisa Anda sesuaikan dengan kesukaan balita usia 1-5 tahun. Jangan lupa, pertimbangkan juga jenis makanan tertentu jika anak memiliki alergi.

Pilihan camilan sehat untuk balita di rumah

makanan penambah berat badan balita

Mengingat camilan sangat penting untuk membuat balita lebih sehat, ada beberapa pilihan camilan yang bisa diberikan pada si kecil ketika sedang bersantai, yaitu:

1. Buah segar

Buah segar merupakan pilihan yang paling baik sebagai camilan sehat untuk balita. Berikan buah dengan warna-warna yang menarik, seperti mangga, stroberi, melon dan jeruk.

Kemas dan sajikan secara menarik, misalnya dengan cara dicetak atau diukir pada bagian daging buah. Anda juga bisa menggunakan piring motif kartun atau gambar kesukaan buah hati agar ia makin semangat melahap camilannya.

Selain dapat merangsang indera pengecapnya dengan berbagai rasa dan tekstur, indera penglihatannya pun juga akan dilatih dengan melihat variasi warna yang mungkin belum pernah dilihatnya.

2. Roti atau buah celup

Sambil memberikan camilan sehat untuk balita yang sedang mengenal makanan, para orangtua juga bisa melatih kreatifitas dan motorik anak dari camilan yang diberikan.

Anda bisa menyediakan yoghurt, coklat cair, ataupun mayones sebagai saus atau celupan camilan anak.

Sediakan juga roti atau buah sebagai bahan utama camilan. Berikan beberapa iris roti atau buah yang bisa dicelup ke saus, yoghurt atau coklat cair. Biarkan anak memegang, memakan, dan bereskplorasi dengan camilan yang ia makan.

3. Telur

Selain buah atau roti, telur bisa menjadi alternatif camilan yang baik untuk anak. Anda bisa memberikan telur orak-arik atau telur rebus utuh.

Selain simpel dan lezat, makanan ini sudah pasti bergizi yang bagus untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Tambahkan juga irisan sayur atau brokoli yang dihaluskan guna menambah variasi gizi camilan anak.

4. Es loli

Balita mana yang tidak suka es krim? Ya, daripada membeli dan tidak mengetahui kandungan apa yang ada pada es krim yang dijual di pasaran, Anda bisa membuat sendiri es krim sehat untuk si kecil, lho.

Untuk menyiapkan camilan balita yang sehat ini, siapkan jus buah segar, yoghurt, dan agar-agar sebagai bahan utama es krim. Sediakan juga cetakan es krim dengan bentuk yang menggemaskan dan stik kayu yang tidak terlalu panjang.

Setelahnya, campur semua bahan baku es krim, aduk rata, dan masukan ke dalam cetakan bersama stik kayu. Letakkan di dalam lemari pendingin selama 3-4 jam sebelum memberikannya pada buah hati di siang hari yang terik.

5. Keju

Kandungan protein dalam keju dapat mendukung asupan energi anak tetap tinggi selama ia bermain dan belajar.

Anda bisa memotong keju cheddar panjang-panjang seukuran genggaman anak, potong kubus kecil-kecil untuk dijadikan selingan pada sate buah segar, atau sebagai isian roti panggang untuk bekal sekolah anak.

Tapi baiknya jangan memberikan keju kalau balita Anda memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa yang bisa membuat anak tidak sehat.

6. Ubi manis

Ubi manis dikemas dengan vitamin A dan merupakan sumber B6, C, dan folat yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Anda bisa memanggangnya utuh seperti kentang panggang dan tambahkan keju lumer dan potongan brokoli di atasnya. Anda juga bisa mengiris ubi tipis-tipis lalu dipanggang sebagai keripik, atau potong memanjang layaknya kentang goreng.

7. Pancake atau waffle mini

Anda bisa mengolah adonan terigunya dari nol atau menggunakan adonan kering siap olah yang dijual di toko. Tambahkan madu, sirup maple, dan potongan buah segar favorit si kecil sebagai toppingnya.

8. Mini pizza

Siapkan adonan pizza beku siap olah sesuai instruksi kemasan, atau Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Kemudian, oleskan satu sendok makan saus marinara  atau tomat di atasnya.

Tambahkan beberapa sayuran cincang dan satu sendok makan keju parut, kemudian panggang di oven selama satu atau dua menit sampai keju mencair.

Camilan untuk anak balita yang satu ini lebih sehat dibanding beli di luar karena Anda memilih bahannya sendiri sesuai kebutuhan si kecil.

9. Pasta

Pasta adalah sumber karbohidrat kompleks yang baik, asalkan Anda memilh pasta gandum utuh daripada pasta terigu.

Masak satu batch untuk disimpan di kulkas. Saat waktunya ngemil, hangatkan semangkuk pasta di microwave sajikan dengan sayuran atau ayam matang dan saus tomat yang lezat.

Apa yang harus dihindari dalam pemberian camilan sehat untuk balita?

camilan sehat balita

Kebanyakan orangtua mungkin akan “menyogok” anak balita dengan menjanjikan beberapa hadiah, seperti permen atau cokelat bila anak susah makan. Sayangnya, sebenarnya hal tersebut bukanlah strategi yang tepat.

Menggunakan permen atau cokelat sebagai hadiah bisa menciptakan kesan tersendiri. Tidak menutup kemungkinan, anak balita akan menganggap bahwa makanan tersebut lebih berharga atau lebih baik ketimbang jenis camilan lainnya yang lebih sehat.

Sebenarnya bukan berarti tidak boleh sama sekali. Hanya saja, anak tidak disarankan untuk makan permen atau cokelat terlalu sering karena kandungan gula dan kalorinya yang sangat tinggi. Hal ini dilakukan agar anak tidak kecanduan makan manis.

Jika memang Anda menyimpan camilan yang kurang sehat untuk anak balita di rumah, jaga agar makanan tersebut tidak sampai terlihat olehnya. Pasalnya, anak bisa merengek dan menangis untuk meminta makanan tersebut saat melihatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aneka Pilihan Camilan dan Finger Food untuk Bayi yang Bergizi Tinggi dan Lezat

Kalau Anda masih bingung mau memberikan makanan selingan apa untuk bayi dalam MPASI pertamanya, sontek inspirasi camilan bayi yang sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin untuk anak

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit
camilan sehat untuk anak

Pilihan Camilan Sehat untuk Anak Plus Aneka Kreasi Resep yang Menarik

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit