Kapan Makanan Bayi Sudah Boleh Ditambahkan Garam?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/12/2017 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Makanan yang rasanya gurih asin memang terasa lebih sedap. Tak heran kalau makanan untuk anak dan orang dewasa sering kali menggunakan garam. Lalu bagaimana dengan bayi? Kebanyakan makanan padat bayi rasanya hambar. Apakah boleh makanan bayi ditambah garam? Kapan bayi sudah boleh makan makanan asin? Cari tahu semua jawabannya di bawah ini.

Makanan padat pertama bayi menentukan kebiasaan makannya hingga dewasa

Begitu anak sudah berusia 6 bulan, Anda boleh mulai memperkenalkannya dengan makanan pendamping ASI. Biarkan si kecil untuk mencoba dan mengeksplor berbagai macam makanan baru. Semakin ia terbiasa dengan variasi makanan, ia tidak tumbuh besar menjadi individu yang suka pilih-pilih makanan.

Namun, masalah rasa juga perlu diperhatikan. Selain menyesuaikan diri dengan berbagai tekstur makanan, si kecil juga berusaha untuk mengenal berbagai jenis rasa dari makanan pertamanya. Karena itu, sebaiknya hindari tambahan garam atau bumbu penyedap pada makanan padat bayi. Pasalnya, ia akan menjadi terbiasa dengan makanan gurih. Akibatnya ketika diberikan sayur yang cenderung hambar atau buah yang manis, kemungkinan besar bayi Anda akan menolaknya.

Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan rasa pada bayi sangat mudah untuk dibentuk. Bila sejak awal anak banyak mengonsumsi garam, maka sampai dewasa pun anak akan terus menyukai makanan asin yang tinggi garam.

Teori ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada American Journal of Clicinal Nutrition. Studi tersebut melaporkan bahwa bayi yang sejak usia 6 bulan sudah diberikan makanan padat tinggi karbohidrat cenderung lebih menyukai kuah sup ayam yang gurih daripada air putih tawar, ketika sudah besar. Sementara itu, bayi yang belum diperkenalkan dengan MPASI gurih masih menolak rasa asin.

Tidak perlu-perlu amat makanan bayi ditambah garam

Faktanya, menambahkan garam pada makanan bayi sebenarnya tidak diperlukan. Anak sebenarnya telah mengenal rasa asin sejak ia lahir, karena ASI memiliki kandungan garam alami. Jadi, tak perlu khawatir untuk mengenalkan rasa ini pada menu MPASInya.

Meskipun rasa makanannya hambar, malah justru akan berbahaya jika makanan bayi ditambah garam dapur. Pasalnya, ginjal bayi belum mampu untuk mengolah kelebihan garam.

Lantas, kapan boleh menggunakan garam pada makanan bayi?

Boleh saja mulai mengenalkan sedikit garam untuk makanan bayi. Dilansir dari Tempo, menurut Damayanti Rusli Sjarif, dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, penambahan garam bisa menjadi siasat untuk memancing nafsu makan anak. Sebab, beberapa anak jadi tak doyan makan karena rasa makanan yang hambar.

Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati dalam menakar jumlahnya. Bayi hanya membutuhkan kurang dari 1 gram garam setiap hari sampai usianya 12 bulan. Tetap saja, langkah terbaik bagi Anda sebenarnya adalah dengan menunda mengenalkan garam pada si kecil sampai ia menginjak usia 1-2 tahun. Bahkan saat usianya sudah sekitar 1-3 tahun sekalipun, anak hanya memerlukan asupan garam sebesar 2 gram.

Hati-hati dengan garam yang ‘tersembunyi’ pada makanan

Bila Anda memang tidak menambahkan garam pada makanan anak, cek dan ricek setiap jenis makanan yang Anda berikan. Pasalnya, beberapa “makanan jadi” mengandung garam tersembunyi yang seringkali mengecohkan.

Ambil contoh kentang goreng, roti, biskuit, sup, keripik atau beberapa jenis sereal lainnya. Sejumlah makanan ini tergolong makanan yang mengandung natrium tinggiOleh karena itu, jangan lupa untuk baca label kemasan makanan yang Anda beli, ya!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 5 mins read

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 04/05/2020 . 4 mins read

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . 6 mins read

Nutrisi yang Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Daya tahan tubuh berperan sebagai pelindung anak agar terhindari dari penyakit. Kenali nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 mins read
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 mins read
protein untuk anak saat puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 5 mins read
susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 mins read