Sudah Semakin Berkembang, Berikut Aturan Pemberian Makanan untuk Bayi 9 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Seiring bertambahnya usia si kecil, Anda akan semakin sering dibuat kagum oleh banyaknya perkembangan yang bisa dilakukannya. Tak terkecuali terkait kemampuannya untuk mengenal berbagai jenis makanan baru, disertai dengan beragam tekstur, rasa, dan aroma yang berbeda-beda. Supaya kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi secara optimal, simak ulasan mengenai pemberian makanan untuk bayi usia 9 bulan berikut ini!

Perkembangan keterampilan makan bayi usia 9 bulan

buah nanas untuk bayi

Secara umum di usia bayi yang telah memasuki 9 bulan ini, Anda akan melihat perkembangannya yang semakin pesat. Selain semakin mahir untuk mengangkat tubuhnya sendiri ketika berdiri, si kecil juga biasanya sudah semakin mampu berubah posisi dengan cepat.

Misalnya dari duduk kemudian tiba-tiba berdiri atau sebaliknya, serta berputar untuk meraih mainan maupun benda di sekitarnya. Memang baru bisa sekadar merangkak saja dan belum mampu berjalan, tapi perkembangan keterampilan motorik bayi di usia ini sudah jauh lebih baik.

Tak terkecuali dalam hal kemampuan makannya, yang semakin menunjukkan perkembangan. Jika di usia 8 bulan sebelumnya si kecil mulai belajar untuk mengambil, menggenggam, serta memasukkan apa pun ke dalam mulut, kini kemampuan tersebut agak berubah.

Memasuki usia 9 bulan, keterampilan bayi dalam menggenggam dan memakan sesuatu atau makanan ke dalam mulutnya sudah jauh lebih handal. Terbukti dari kian mantapnya genggaman tangan ketika bayi mengambil benda maupun mainan di sekitarnya.

Ini karena bayi di usia 9 bulan ini sudah lebih mampu mengendalikan gerakan kedua tangannya dengan lebih baik. Melalui perkembangan kemampuan motoriknya, si kecil sedang berusaha untuk mencari tahu kegunaan setiap benda yang ia lihat di sekitarnya.

Itulah mengapa kalau diperhatikan, di usianya sekarang ini bayi cenderung lebih aktif dalam bergerak, menyentuh, dan mengamati benda-benda di sekelilingnya. Termasuk soal berbagai bentuk, tekstur, dan jenis makanan yang Anda sajikan setiap kali waktu makannya tiba.

Apa saja pilihan makanan untuk bayi usia 9 bulan?

Sumber: Baby Center

Pilihan makanan yang bisa Anda berikan untuk bayi di usia 9 bulan ini sebenarnya tidak jauh berbeda seperti saat usianya 8 bulan. Hanya saja bedanya, menginjak usia 9 bulan ini tekstur makanan bayi biasanya sudah jauh lebih kasar ketimbang usia sebelumnya.

Anda bisa mulai memberikan si kecil makanan yang telah dicincang halus maupun disaring agak kasar. Jangan lupa, jika memungkinan tetap berikan ASI rutin setiap hari di samping menyajikan makan pendamping ASI-nya (MPASI).

Atau jika pemberian ASI ternyata sudah tidak memungkinkan, biasanya perlahan sudah mulai terganti dengan susu formula. Selain tekstur makanan yang berubah dari lumat yang disaring kemudian menjadi makanan kasar, jumlah pemberian finger food juga jauh lebih banyak.

Mungkin di usia 8 bulan saat awal mengenal finger food anak hanya diberikan beberapa potong dalam sekali makan, atau bahkan masih sering dicampur dengan makanan lumat.

Sedangkan di usia 9 bulan ini, finger food biasanya sudah lebih sering diberikan disertai dengan tekstur makanan yang cenderung agak kasar. Jangan khawatir dengan kemampuan si kecil saat memakannya.

Pasalnya, berkat proses adaptasi yang dilakukan di beberapa bulan sebelumnya, kini si kecil bisa jauh lebih terbiasa untuk makan berbagai tekstur makanan baru. Setelah cukup familiar dengan beberapa jenis makanan finger food seperti buah bertekstur lunak, serta sayur dan lauk pauk rebus, kini berikan makanan yang berbeda.

Bukan hanya menyelinginya dengan pemberian sumber makanan tersebut. Biarkan bayi usia 9 bulan bereksporasi dengan lebih banyak jenis makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannnya, seperti:

  • Sereal gandum.
  • Potongan kecil roti panggang yang berisi cokelat, buah, maupun sayuran.
  • Potongan kecil buah-buahan dengan tekstur yang setingkat lebih keras sedikit ketimbang pisang dan alpukat. Misalnya semangka tanpa biji, mangga, pir, melon, dan lain sebagainya.
  • Telur rebus yang dicincang kecil-kecil.
  • Tahu, pasta, ubi, maupun kentang berukuran kecil.
  • Potongan kecil sayuran yang lebih beragam seperti wortel, kacang polong, labu siam, buncis, tauge, bayam, dan lain sebagainya.
  • Potongan kecil daging sapi dan ayam yang sudah direbus sampai lunak.

Sebenarnya bolehkah menambahkan rasa pada makanan bayi?

Mungkin tidak sedikit para orangtua yang bertanya-tanya mengenai keamanan pemberian garam dan gula ke dalam MPASI bayi. Saking khawatirnya, terkadang bisa sampai membuat Anda menyajikan semangkuk MPASI dengan rasa yang hambar karena tanpa tambahan gula maupun garam.

Padahal faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak melarang pemberian garam dan gula pada anak di bawah usia 1 tahun. Baik itu dimulai dari pemberian makanan ketika usia bayi memasuki 6 bulan, bahkan sampai 9 bulan dan akhirnya menginjak 1 tahun.

Sah-sah saja untuk memberi sedikit tambahan garam dan gula pada makanan harian anak, jika memang dirasa semakin membuat anak nafsu makan. Karena toh, Anda pun tidak menyukai makanan yang tidak atau hambar, bukan?

Jika terkadang anak susah makan atau tidak mau menghabiskan semua makanannya, bisa jadi karena rasanya yang tidak enak. Meski begitu, perhatikan seberapa banyak jumlah gula dan garam yang boleh ditambahkan pada makanan bayi. Anda hanya dianjurkan untuk memberikan sekitar sejumput alias sedikit di ujung sendok saja.

Berapa banyak porsi makan bayi usia 9 bulan dalam sehari?

bibir bayi hitam

Sedikit berbeda dengan usia 8 bulan sebelumnya, pada bulan kesembilan ini bukan hanya tekstur makanan saja yang mengalami perubahan. Akan tetapi, frekuensi serta porsi makanan bayi dalam sekali makan juga cenderung meningkat.

Selain dengan tetap rutin memberikan ASI jika memungkinkan, frekuensi makan anak biasanya akan berubah menjadi 3-4 kali per hari. Namun, frekuensi pemberian camilan tetap sama seperti usia sebelumnya yakni sekitar 1-2 kali per hari atau tergantung dari nafsu makan anak.

Sementara untuk jumlah atau porsi sekali makan, Anda bisa memberikan sekitar ½ sampai ¾ mangkuk alias 125-175 mililiter (ml). Namun untuk waktu makannya, sebaiknya dampingi anak supaya tidak sampai lebih dari 30 menit. 

Seiring semakin berkembangnya si kecil, jangan heran kalau di usia ke 9 bulan ini porsi makanan bayi dalam sekali makan bayi biasanya jauh lebih banyak. Atau paling tidak, si kecil mengalami peningkatan porsi secara bertahap dari waktu ke waktu.

Jelas saja, ini karena adanya peningkatan nafsu makan secara alami bersamaan dengan tumbuh kembangnya. Itulah mengapa akhirnya Anda mendapati bahwa frekuensi makan si kecil bisa mencapai minimal 3 kali sehari, atau bahkan lebih.

Di sisi lain, tidak perlu cemas ketika kemudian nafsu makan ini berubah-ubah. Misalnya bisa sangat banyak makan dalam beberapa hari, sementara beberapa hari kemudian justru susah makan, dan begitu selanjutnya.

Perlu Anda ketahui bahwa di usia sekarang ini, nafsu makan si kecil masih mudah berubah-ubah. Terlebih karena di masa ini, ia masih banyak belajar dan mengenal semua hal tentang makanan. Jadi, wajar jika sesekali bayi tampak susah makan sementara nafsu makannya kemudian kembali normal di hari-hari berikutnya.

Namun jangan biarkan ketika nafsu makan bayi terus menurun dari hari ke hari. Segera konsultasikan ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya, karena ungkin saja memang ada kondisi medis tertentu di balik tindakannya tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca