Kebutuhan Cairan Bayi dan Tips untuk Mencukupinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Memenuhi kebutuhan cairan atau minum setiap harinya bukan hanya diperlukan bagi orang dewasa, tetapi juga untuk bayi. Ya, selain mencukupi asupan nutrisi dari beragam makanan, kebutuhan gizi harian si kecil juga kurang lengkap tanpa terpenuhinya asupan cairan. Memangnya, kenapa kebutuhan cairan bayi harus terpenuhi dengan baik dan berapa jumlah idealnya?

Apa pentingnya mencukupi kebutuhan cairan bayi?

gelas minum bayi

Sebagian besar komposisi tubuh manusia terdiri atas air. Itulah mengapa sama halnya seperti zat gizi lain meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral, kebutuhan cairan atau minum untuk bayi juga harus tercukupi.

Terlebih lagi, cairan sebenarnya bertugas untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Fungsi tersebut mencakup kerja sistem pencernaan, metabolisme, sel, pengaturan suhu, serta pengaturan komposisi elektrolit.

Secara garis besarnya, kebutuhan cairan atau minum pada bayi dianggap penting karena turut andil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya.

Berdasarkan laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), usia anak-anak termasuk bayi lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa.

Hal ini dikarenakan kepekaan tubuh anak-anak, termasuk bayi, terhadap rasa haus cenderung lebih rendah ketimbang orang dewasa.

Anak-anak bahkan tidak mampu menunjukkan dengan baik ketika ia sedang merasa haus. Kebutuhan cairan atau minum pada tubuh bayi juga bisa mengalami peningkatan dalam beberapa kondisi tertentu.

Kondisi yang membuat kebutuhan minum bayi meningkat misalnya saat sedang bepergian jauh dan berada dalam kondisi cuaca yang sangat panas atau sangat dingin.

Berapa kebutuhan cairan bayi?

Bayi yang baru lahir sampai berusia enam bulan tidak membutuhkan cairan apa pun kecuali ASI. Selama masa tersebut, ibu sangat dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi tanpa tambahan makanan maupun minuman lainnya.

Sementara untuk bayi yang berusia tujuh bulan sampai dua tahun, berikut kebutuhan cairan harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI:

  • Bayi usia 7-11 bulan: 800 mililiter (ml)
  • Bayi usia 1-2 tahun: 1200 ml

Bayi yang berusia di bawah enam bulan memang tidak memiliki patokan kebutuhan cairan atau minum harian. Akan tetapi, bayi yang masih dalam masa pemberian ASI eksklusif tersebut punya waktu atau jadwal menyusui tersendiri.

Menerapkan waktu atau jadwal menyusui bagi bayi yang masih dalam masa pemberian ASI eksklusif terbilang penting guna memastikan kebutuhan ASI-nya tercukupi dengan baik.

Menurut badan kesehatan dunia atau WHO, memberikan air kepada bayi yang belum genap berusia enam bulan membuatnya berisiko mengalami diare dan kurang gizi.

Ini karena air bisa saja tidak benar-benar bersih sehingga mengakibatkan bayi mengalami infeksi. Bukan itu saja, memberi asupan air untuk bayi yang sedang dalam masa ASI eksklusif membuatnya berhenti menyusui lebih cepat.

Tidak menutup kemungkinan, hal tersebut akan memperbesar peluang bayi untuk mengalami kurang gizi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sebenarnya lebih dari 80% kandungan ASI terdiri atas air.

Itu sebabnya, ASI disebut sebagai makanan sekaligus minuman terbaik bagi bayi yang belum berusia enam bulan.

Bahkan saat sedang berada di iklim yang panas sekali pun, bayi yang masih dalam masa ASI eksklusif tetap tidak diperkenankan mendapat asupan air.

Apa akibatnya jika kebutuhan cairan si kecil tidak terpenuhi?

diare kronik pada bayi

Jika bayi yang belum berusia enam bulan tidak diperbolehkan untuk mendapat asupan selain ASI, termasuk air putih, bayi di atas usia enam bulan justru sebaliknya.

Setelah usia si kecil masuk ke masa perkenalan dengan makanan pendamping ASI (MPASI), inilah saatnya Anda memenuhi kebutuhan cairan atau minum bayi.

Sama halnya seperti orang dewasa, bayi yang mengalami kekurangan cairan tubuh dapat mengalami dehidrasi dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat.

Perhatikan bila si kecil terlihat terus merasa haus, jarang buang air kecil atau produksi urine berkurang, dan warna urine pekat bisa menandakan ia mengalami dehidrasi.

Si kecil mungkin belum mampu menyampaikan keluhannya secara langsung, tetapi biasanya ia akan tampak lebih rewel dan sering haus.

Dalam kondisi tersebut, jangan tunda untuk segera membawa bayi periksa ke dokter agar cepat mendapat penanganan.

Sebab jika tidak segera ditangani, tubuh bayi bisa semakin lemas dan tidak semangat untuk beraktivitas. Bahkan lebih parahnya lagi, kondisi dehidrasi yang semakin parah tanpa penanganan dapat berakibat fatal.

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan cairan bayi?

susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Memenuhi kebutuhan cairan atau minum bayi sebenarnya tidak harus selalu dengan memberikannya air putih.

Sesekali, Anda bisa mencoba variasi minuman lain yang tetap sehat maupun menyediakan makanan dengan kandungan air yang tinggi.

Nah, jangan cepat menyerah jika si kecil tampak enggan minum air, berikut beberapa kiat mudah yang bisa Anda coba:

1. Berikan air sedikit tapi rutin

Bukannya semangat menghabiskannya, memberikan air dalam jumlah banyak sekaligus malah bisa membuat bayi merasa malas menghabiskannya.

Bahkan, terlalu banyak minum air dalam satu waktu juga bisa membuat bayi merasa kembung dan menunjukkan tanda kenyang sehingga enggan makan makanan lain.

Jadi, ketimbang menyodorkan satu botol dot atau sippy cup berisi penuh air, sebaiknya berikan sedikit demi sedikit.

Ambil contohnya berikan air setelah makan, saat ia sedang bermain, setelah bangun tidur, dan berbagai waktu lainnya yang memungkinkan bayi untuk minum.

2. Buat sesi minum jadi waktu yang menyenangkan

Usia anak-anak, seperti bayi sekarang, sangat senang melihat beragam warna dan bentuk yang menarik. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mencuri perhatian si kecil agar mau minum lebih banyak air.

Coba tempatkan air di dalam wadah sippy cup atau botol dot dengan bentuk yang unik dan warna yang menarik. Jika perlu, beri tambahan sedotan aneka bentuk yang aman untuk bayi.

Pilihan lainnya juga bisa dengan membuat infused water sendiri di rumah dengan aneka buah yang disukai si kecil.

Tampilan yang menarik serta rasa yang enak dari infused water biasanya lebih disukai bayi. Ini karena saat diminum, infused water akan terasa segar, manis, hingga asam tergantung dari buah, sayur, maupun rempah-rempah yang digunakan.

Dengan begitu, cara ini diharapkan dapat membantu menarik perhatian bayi untuk mau lebih banyak minum air dibanding Anda memberikannya dalam wadah atau bentuk yang biasa-biasa saja.

3. Perbanyak makanan kaya air

Selain dengan air biasa, bantu penuhi kebutuhan cairan atau minum bayi dengan memberikannya aneka makanan yang mengandung banyak air.

Beberapa pilihan makanan kaya air yang bisa Anda berikan untuk bayi yakni:

  • Semangka, mengandung 92 ml air
  • Stroberi, mengandung 91 ml air
  • Jeruk, mengandung 87 ml air
  • Mentimun, mengandung 97 ml air
  • Selada, mengandung 94 ml air
  • Bayam, mengandung 94 ml air
  • Tomat, mengandung 92 ml air
  • Brokoli, mengandung 89 ml air
  • Lemon, mengandung 92 ml air
  • Nanas, mengandung 88 ml air
  • Apel, mengandung 84 ml air

Sayur dan buah-buahan tersebut bisa Anda olah menjadi sajian menarik maupun dicampur ke dalam air biasa untuk dijadikan infused water

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Menelan Ludah Tidak Menghilangkan Haus?

Saat tidak ada air minum, menelan ludah adalah solusi darurat yang mau tak mau dicoba. Namun kenapa ya, menelan ludah sendiri malah bikin makin haus?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Minum Cairan Elektrolit Saat Kena DBD

Kunci perawatan untuk pasien DBD adalah meningkatkan asupan cairan tubuh, seperti elektrolit. Sebenarnya apa kegunaan cairan elektrolit bagi pasien DBD?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Awas, Kebiasaan Kurang Minum Air Bisa Bikin Kencing Berdarah

Memiliki aktivitas yang super sibuk seringkali membuat Anda tidak sempat minum air putih. Namun, hati-hati. Ini mungkin bisa jadi penyebab kencing berdarah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit

6 Penyakit yang Sering Menyerang di Musim Hujan

Musim hujan sering juga disebut musim sakit karena banyaknya "korban" jatuh sakit di periode ini. Apa saja penyakit musim hujan yang perlu Anda waspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan cairan anak balita

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14 April 2020 . Waktu baca 7 menit
refeeding syndrome

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
gangguan keseimbangan cairan elektrolit

Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh

5 Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Setiap Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit