Gula dan Makanan Manis Dalam Menu Makan Anak Anda

Oleh

Sulit untuk menentukan berapa banyak gula yang disebut terlalu banyak, namun makanan manis umumnya tidak diperlukan oleh tubuh karena mengandung hanya sedikit vitamin, mineral, atau nutrisi lain.

Banyak dokter anak merekomendasikan untuk tidak menambahkan gula atau garam ke dalam makanan anak Anda dalam tahun pertamanya.

Namun demikian, normal bagi anak Anda untuk lebih memilih rasa manis, karena ASI mengandung gula susu jadi rasa manis merupakan salah satu dari rasa pertama yang dirasakan oleh bayi Anda. Mengingat banyaknya gula-gula di sekitar Anda, penting untuk mengetahui berapa banyak gula yang dikonsumsi anak Anda dan dukung dia untuk menemukan beragam rasa pada makanannya.

Gula dapat menjadi hal yang membuat kecanduan dan apabila anak Anda menjadi terlalu menyukai rasa manis, dapat berakibat kebiasaan mengonsumsi lebih banyak gula dari yang dia butuhkan. Tidak memasukkan makanan penutup dan makanan manis sebagai bagian dari menu makan anak Anda bisa jadi ide yang baik, Apabila Anda ingin menawarkan makanan penutup, pilihlah makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan.

Gula tersembunyi pada menu makan anak Anda

Selai kacang rendah lemak

Produsen mengeluarkan lemaknya, namun untuk memberi tekstur dan rasa selai kacang biasanya mereka menambahkan gula. Lemak yang muncul secara alami di dalam selai kacang itu sehat, jadi pilihlah selai kacang biasa. Selai kacang sehat hanya mengandung kacang dan mungkin sedikit garam.

Sereal

Beberapa sereal anak-anak mengandung lebih banyak gula dibanding sebatang cokelat Snickers, dan ini tidak terbatas pada sereal yang berwarna-warni atau penuh coklat. Idealnya, Anda memilih sereal yang setiap porsinya mengandung 5 gram gula atau kurang (bisa dilihat di daftar nutrisi pada kemasan). Anda juga dapat mencampur sereal rendah gula yang lebih sehat dengan sereal yang sudah ditambahkan pemanis.

Buah dalam kemasan

Gula yang Anda dapat dari memakan buah utuh merupakan hal yang baik, karena buah utuh mengandung nutrisi dan serat, yang mengisi perut Anda. Meski demikian, pada buah kalengan, elemen yang baik untuk Anda berkurang manfaatnya dan kadar gulanya lebih tinggi, khususnya apabila Anda membeli buah kalengan yang direndam dalam sirup. Selalu beli buah kalengan yang direndam di air. Apabila Anda tidak sengaja membeli yang sirup, cuci buah dengan air.

Susu berperisa

Minumlah susu jenis ini kadang-kadang saja. Sebagai ganti susu perisa dalam kemasan, buat sendiri versi yang lebih dengan susu skim yang ditambah jus buah.

Jus buah dalam kemasan

Jus buah mengandung gula yang tinggi. Periksa labelnya. Apabila Anda melihat bahan seperti sirup jagung, pewarna tambahan, atau minyak sayur yang dihidrogenasi sebagian, jangan diambil. Bahan yang ada harusnya hanya yang berasal dari buah murni tanpa tambahan gula.

Yogurt

Susu mengandung gula secara alami karena laktosa, namun penambahan rasa dapat menambah kadarnya. Pilihan terbaik adalah untuk membeli rasa plain atau vanilla dan menambahkan pemanis Anda sendiri dengan menambah potongan buah seperti pisang atau stroberi.

Cara membatasi gula pada pola makan anak Anda

Jangan membawa pulang  junk food ke rumah

Apabila Anda tidak melihat sesuatu, kecil kemungkinannya Anda menginginkannya. Ini juga berlaku untuk makanan ringan bergula, sereal, dan minuman. Apabila di dapur Anda tidak ada cupcakes, donat kecil, dan sereal dengan kata ‘cookie’ atau ‘sugar’ pada namanya, anak Anda mungkin tak akan memintanya.

Bagaimana cara memulainya? Bersihkan dan isi ulang dapur dan lemari makan dengan pilihan yang lebih sehat, seperti buah kaleng (dalam air, bukan dalam sirup atau gel), anggur yang dipotong-potong, biskuit gandum, dan berondong jagung (untuk anak di atas usia tiga tahun). Saat anak Anda hanya ingin makanan yang ringan, tawarkan biskuit berbentuk binatang yang hanya mengandung 7g gula per porsi, ini hanya setengah dari kandungan gula dari biskuit dengan kepingan coklat atau berisi krim.

Bersiaplah: anak Anda mungkin akan merengek pada awalnya dan meminta makanan manis, namun seiring dengan terbentuknya kebiasaan baru, rengekannya akan berkurang.

Simpan makanan ringan yang sehat di tempat yang mudah digapai

Dukung rasa mandiri anak Anda dan secara bersamaan juga mendukung nutrisi yang baik dengan membuat makanan ringan sehat yang mudah untuk anak sediakan sendiri. Taruh beberapa makanan ringan pada meja dapur untuk anak Anda. Tetapkan satu rak di dapur atau di kulkas yang dapat diraih dengan mudah oleh anak Anda, dan isi rak tersebut dengan irisan apel atau pir dengan selai kacang; sayuran yang dipotong dengan guacamole, salsa, atau saus rendah gula; kotak-kotak kismis kecil; stik keju atau irisan keju; dan campuran kacang. Anak-anak mungkin akan lebih suka campuran kacang apabila mereka ikut menyiapkannya sendiri. Tambahkan buah kering dan kismis untuk anak-anak di atas tiga tahun.

Baca label nutrisi

Gula bersembunyi di tempat-tempat yang tidak terpikirkan, pada makanan yang bahkan tidak terasa manis (seperti saus salad, saus barbeque, saus tomat, dan bahkan selai kacang). Jadi Anda harus melihat bagian belakang produk untuk memeriksa label informasi nilai gizi untuk kandungan gulanya. Sebagai contoh cereal bar, beberapa mengandung hingga 13 g gula. Pilihlah produk yang tertulis “tanpa gula tambahan” dan produk-produk yang tidak mengandung sirup jagung atau (nama-nama gula yang lain seperti dextrose, maltose, sirup tebu) dan Anda akan mengurangi gula dalam makanan mereka tanpa mengurangi makanan yang mereka sukai. Untuk mengakali: susu coklat biasa menambah 13g gula ke dalam susu. Buat susu dengan bubuk coklat tanpa gula dan Anda hanya menambahkan 3g.

Sajikan minuman sehat

Apa sajakah yang sehat? Air dan susu rendah lemak. Apa yang tidak? Soda, fruit punch, minuman berenergi. Sebuah botol minuman dengan ukuran 470 ml dapat mengandung 27 sendok teh gula tambahan. Inilah mengapa minuman bergula dianggap sebagai salah satu kontributor utama obesitas pada anak. Bahkan menurut penelitian pada anak-anak, tiap minuman bergula yang dikonsumsi seorang anak meningkatkan risiko obesitasnya hingga 60 persen. Yang menakutkan adalah 44 persen dari balita (usia 18 hingga 24 bulan) dan 70 persen anak-anak berusia dua hingga lima tahun meminum minuman bergula ini secara rutin. Jadi simpan minuman bergula untuk saat-saat tertentu saja.

Sajikan sari buah sedikit demi sedikit

Sari buah 100 persen memang lebih baik dari fruit punch. Namun ingat, buah-buahan mengandung gula juga. Gula pada segelas sari buah lebih terkonsentrasi dari sepotong buah utuh, jadi anak Anda mengonsumsi lebih banyak. Meskipun begitu, American Academy of Pediatrics memperbolehkan untuk memberikan sari buah 100 persen sebanyak setengah gelas per hari untuk anak-anak yang berusia 1 hingga 6 tahun. Ingin lebih lagi mengurangi gula? Campur sari buah dengan air.

Jangan larang total

Cara mengajarkan anak Anda untuk tidak berlebihan adalah dengan memperbolehkan gula-gula dan manisan, namun dibatasi. Kemudian cara untuk memastikan anak Anda tidak merengek untuk makanan ringan manis setiap waktu adalah untuk menetapkan peraturan keluarga untuk kapan makanan manis diperbolehkan—misalnya, hanya setelah waktu makan malam. Peraturan seperti ini mempermudah untuk mengatur anak Anda saat dia meminta permen di kasir supermarket atau bertanya mengapa dia tidak dapat memakan kue saat makan siang sedangkan temannya boleh.

Apabila Anda belum pernah memiliki aturan makanan penutup keluarga sebelumnya, belum terlambat untuk menetapkannya sekarang. Apabila anak Anda tidak mau menurut—dan mereka sering menguji seberapa keras batasan Anda—katakan saja “kita memiliki aturan baru mengenai kapan kita memakan makanan manis.

Ajak ibu-ibu lain

Saat anak Anda akan bermain ke rumah temannya, jangan malu menjelaskan aturan keluarga Anda mengenai makanan manis ke orangtua anak tersebut. Bukan hal yang tidak sopan untuk memastikan di dalam menu makanan ringan terdapat pilihan sehat. Anda bahkan bisa menjadi pengaruh yang lebih baik untuk anak tersebut. Namun apabila masih terasa sulit, sediakan makanan ringan sendiri untuk anak Anda atau rencanakan waktu bermain bersama di lokasi yang lebih netral, seperti di taman, dan bawa makanan ringan sehat untuk dibagikan ke semuanya.

Yang juga perlu Anda baca