Pola Makan Vegan Memang Sehat, Tapi Bolehkah Diterapkan Pada Anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Agustus 15, 2017
Bagikan sekarang

Selama ini, diet vegan disebut-sebut sebagai diet yang sehat karena manfaatnya bagi kesehatan telah terbukti dalam beberapa penelitian. Selama ini diet tersebut lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa. Lalu bagaimana dengan anak-anak, apakah diet vegan pada anak boleh dilakukan? Apa manfaat dan risiko jika menerapkan diet ini pada anak?

Apakah diet vegan pada anak termasuk sehat?

Semua anak membutuhkan makanan dengan kandungan zat gizi yang tinggi dan berkualitas agar pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, anak-anak perlu mengonsumsi makanan yang beragam untuk memenuhi semua kebutuhan gizinya.

Bagi Anda yang menerapkan diet vegan, mungkin Anda menginginkan diet ini juga diterapkan pada semua anggota keluarga, termasuk anak, karena manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Memang, telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa diet vegan mampu mencegah tubuh terserang penyakit degeneratif dan memperlancar pencernaan.

Namun, bila hal ini diterapkan pada anak Anda, maka bisa jadi perkembangan dan pertumbuhan anak Anda terganggu. Sebab, diet vegan berarti membatasi atau bahkan menghindarkan makanan hewani yang mengandung lemak serta protein. Hal ini membuat asupan makan anak Anda terbatas.

Apa saja manfaat diet vegan pada anak?

Beberapa penelitian menyatakan bahwa diet vegan yang diterapkan pada anak mampu menurunkan risiko penyakit degeneratif pada anak di kemudian hari. Diet ini juga dapat mencegah obesitas pada anak yang dapat menimbulkan dampak negatif pada anak ketika dewasa.

nafsu makan anak

Lalu apa risiko yang dapat terjadi bila anak menerapkan diet vegan?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Canadian Paediatric Society mencoba menerapkan diet vegan pada anak usia sekolah. Kemudian, dari penelitian tersebut diketahui bahwa anak-anak yang menerapka diet tersebut cenderung mengalami kekurangan beberapa zat gizi seperti:

  • Protein
  • Lemak
  • Zat besi
  • Kalsium
  • Zink
  • Vitamin B12
  • Vitamin D
  • Vitamin A

Kekurangan protein dan lemak jelas terjadi pada anak akibat makanan hewani yang menjadi sumber utama zat gizi ini dibatasi. Sementara, meskipun anak mengonsumsi sayur dan buah sebagai sumber utama vitamin serta mineral, namun mereka cenderung mengalami kondisi kekurangan vitamin dan mineral. Hal ini disebabkan karena beberapa jenis vitamin dan mineral yang ada pada makanan hewani lebih mudah diserap oleh pencernaan.

Selain itu, dengan menerapkan diet vegan, asupan serat anak meningkat menjadi 3 kali lipat dari yang seharusnya dianjurkan. Kondisi ini dapat membuat anak Anda berisiko kekurangan kalori.

Bagaimana jika saya tetap ingin menerapkan diet vegan pada anak saya?

Bila Anda tetap ingin menerapkan pola makan yang biasa Ada terapkan tersebut pada anak Anda, maka Anda harus memastikan bahwa anak cukup mengonsumsi makanan sumber protein nabati sebagai pengganti protein hewani yang tidak dimakannya.

Anda juga dapat mengandalkan suplemen untuk diberikan pada anak untuk menghindari kekurangan gizi. Namun tentu saja, suplemen yang diberikan pada anak dalam jangka panjang memiliki risiko kesehatan tersendiri.

Selain itu, sebelum Anda membuat anak melakukan diet tersebut, lebih baik Anda konsultasikan dan bicarakan terlebih dahulu dengan ahli gizi anak. Sebab, bila diet ini dilakukan pada anak tanpa perencanaan makan yang baik, anak berisiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan karena kekurangan gizi. Pasalnya, semakin Anda membatasi makanan anak Anda, maka semakin besar risiko anak untuk mengalami kekurangan zat gizi – apapun itu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal tayang Mei 17, 2020
4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 14, 2020