4 Aturan Diet Aman untuk Anak yang Kelebihan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang memiliki anak dengan kelebihan berat badan, mungkin Anda bingung bagaimana cara menurunkan berat badan anak. Ditambah, sebenarnya anak memang sedang membutuhkan banyak asupan makan. Tapi, di sisi lain kelebihan berat badan juga kurang baik bagi kesehatan anak. Lalu, adakah cara diet untuk anak yang aman?

Bagaimana cara aman diet untuk anak?

Diet merupakan cara untuk menurunkan berat badan. Namun, diet untuk anak tampaknya berbeda dengan diet untuk dewasa. Anak masih merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, di mana sangat dibutuhkan berbagai macam nutrisi dalam jumlah tinggi. Jika anak melakukan diet atau membatasi asupan makannya, tentu nutrisi tersebut tidak bisa dicukupi oleh anak. Akibatnya, diet untuk anak justru dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika diet tidak baik bagi anak, bagaimana cara anak agar tetap sehat? Jika anak kelebihan berat badan, anak bisa menurunkan berat badan secara perlahan. Tidak dalam waktu singkat dan  jumlah yang besar. Caranya juga bukan dengan membatasi asupan makan anak. Anak harus menerapkan pola makan sehat dengan diet seimbang dan olahraga secara teratur. Dengan cara ini, maka berat badan anak dapat turun dengan sehat dan kesehatan anak pun terjaga.

1. Makan makanan dengan diet seimbang

Tetap berikan anak berbagai makanan dengan menu yang seimbang. Ini terdiri dari:

  • Sayuran dan buah-buahan
  • Susu dan produk susu
  • Daging, ikan, kacang-kacangan, dan sumber protein tinggi lainnya
  • Sumber karbohidrat, seperti nasi merah, gandum atau makanan dari gandum utuh (seperti roti gandum dan sereal)

Anak-anak membutuhkan setidaknya 5 porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral anak. Juga untuk mencukupi kebutuhan serat anak agar terhindar dari konstipasi. Makanan sumber protein diperlukan anak untuk membangun sel-sel dalam tubuh. Sedangkan, karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi.

2. Mulai secara perlahan untuk mengubah kebiasaan anak

Jangan coba untuk merombak kebiasaan diet anak Anda secara langsung. Ini dapat membuat anak kaget dan kesulitan. Mulailah secara perlahan dalam mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil di setiap minggu, seperti:

  • Membatasi asupan gula tambahan anak, dengan cara menukar minuman manis (seperti jus dan minuman bersoda) dengan air putih atau susu rendah lemak/ bebas lemak.
  • Pastikan anak tidak melewatkan waktu makannya, terutama sarapan. Sarapan sehat dengan sumber karbohidrat dan protein baik (seperti sepotong roti gandum dengan selai kacang) dapat membuat anak merasa kenyang, sehingga anak tidak akan makan berlebihan di lain waktu. Jika waktu makan siang anak masih berada di sekolah, sebaiknya bawakan anak bekal untuk dimakan di sekolah. Sehingga, makanan anak terjamin dan Anda masih dapat mengawasi makanan anak.
  • Batasi anak makan di restoran (setidaknya sekali dalam seminggu). Biasakan anak untuk selalu makan di rumah bersama keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering makan bersama keluarganya (setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu) mempunyai kemungkinan 20% lebih kecil untuk makan makanan yang tidak sehat dan 12% lebih kecil untuk menjadi gemuk.
  • Mengawasi seberapa banyak porsi anak makan. Ingatkan anak jika ia sudah makan berlebihan. Piring ukuran kecil mungkin dapat membantu membatasi porsi anak makan. Sedangkan piring ukuran besar dapat mendorong anak makan lebih banyak.

3. Ajak anak melakukan olahraga secara teratur

Sebenarnya, anak-anak bisa dengan mudah membakar kalori dengan berbagai macam kegiatan. Anak-anak biasanya suka dengan berbagai aktivitas dan permainan. Dengan cara tersebut, maka secara tidak langsung dapat membuat anak aktif sekaligus berkeringat dengan cara yang menyenangkan. Pilihlah berbagai macam kegiatan yang anak suka, contohnya bermain sepeda, sepak bola, basket, menari, dan sebagainya.

4. Jangan biarkan anak lama menonton TV

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi atau komputer dapat membuat anak menjadi malas untuk bergerak. Pada akhirnya, hal ini dapat membuat anak lebih mungkin untuk mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi waktu anak menonton tv, bermain video game, dan kegiatan sedenter lainnya. Para ahli menyarankan agar anak menonton tv tidak lebih dari dua jam dan tidak menaruh tv di kamar tidur anak. Tv di kamar tidur anak dapat memengaruhi waktu tidur anak. Waktu tidur anak yang kurang juga dapat mendorong kenaikan berat badan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Mengajarkan bayi makan sendiri memang tidak mudah, terlebih saat ia sedang susah bahkan tidak mau makan. Kenapa hal ini bisa terjadi dan apa penanganannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
porsi makan ideal

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
diet saat hamil

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit