Bolehkah Bayi Diberi Makan Nasi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Saat usia 6 bulan, bayi diharuskan untuk menerima makanan pendamping sebagai tambahan ASI. Hal ini dikarenakan pada usia 6 bulan kebutuhan gizi bayi bertambah sehingga tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. Selain itu, pada usia tersebut juga bayi sudah mulai dapat mengkoordinasikan gerakan lidah dan mulut sehingga bisa menelan makanan yang lebih padat.

Nasi bukan makanan padat yang cocok bagi bayi

Jika Anda berpikir untuk memberikan nasi seperti yang biasa Anda makan pada bayi yang baru berusia 6 bulan, maka sebaiknya Anda mempertimbangkan kembali hal tersebut.

Nasi yang biasa Anda makan, atau disebut juga sebagai makanan keluarga, baru bisa Anda perkenalkan pada anak Anda ketika usianya sudah satu tahun atau lebih. Saat masih berusia 6 bulan, atau baru mulai diperkenalkan pada makanan padat, pilihlah jenis makanan yang lembek dan teksturnya dapat dilumatkan oleh mulut bayi yang belum memiliki gigi lengkap.

Jenis makanan yang terlalu keras dan tidak dapat dilumatkan oleh mulut bayi dapat menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lain. Berikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi sesuai dengan anjuran.

Risiko memberikan makanan padat pada bayi sebelum waktunya

Refleks dan antibodi yang belum sempurna

Adanya kemungkinan bayi untuk tersedak, ini berkaitan dengan kemampuan refleks mengunyah dan menelan pada bayi yang belum sempurna. Selain itu bayi juga bisa mengalami masalah pada pencernaan.

Ketika pencernaan bayi belum siap menerima makanan dalam bentuk padat maka bisa timbul sakit pada perut, diare, hingga infeksi saluran pencernaan.

Terlebih lagi jika makanan yang diberikan tidak dijaga kebersihannya, pencernaan bayi yang masih sensitif dan antibodi yang belum sempurna daoat menyebabkan bayi lebih mudah mengalami infeksi.

Risiko malnutrisi lebih besar

Pemberian makanan padat sebelum waktunya dapat menyebabkan bayi mengalami kelebihan maupun kekurangan zat gizi. Ini berhubungan dengan kebutuhan gizi bayi. Jika bayi diberi makanan sebelum waktunya, bayi dapat mengalami kelebihan berat badan karena bisa saja makanan tersebut melebihi kebutuhan kalori bayi sehari-hari.

Menurut Kelly Scanlon, peneliti di Center of Disease Control bagian Gizi, Aktivitas Fisik, dan Obesitas, menyatakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya memiliki risiko menderita penyakit kronis seperti diabetes, kegemukan, dan penyakit celiac.

Namun, kekurangan zat gizi juga mungkin terjadi pada bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya. Salah satu alasan mengapa bayi tidak dianjurkan menerima makanan padat sebelum waktunya adalah karena mengonsumsi makanan padat dapat menyebabkan pemberian ASI menjadi lebih singkat.

Ini sangat disayangkan karena ASI mengandung komponen-komponen yang penting bagi tumbuh kembang bayi seperti antibodi misalnya. Ibu cenderung menganggap bayi sudah kenyang karena sudah diberi makanan padat sehingga tidak lagi diberi ASI. Ini menyebabkan komponen-komponen penting yang terdapat di ASI tidak didapatkan oleh bayi.

Bagi bayi, ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan dengan kualitas dan kuantitas yang pas. Menggantikannya dengan makanan padat dapat membuat bayi Anda justru kekurangan zat gizi.

Kapan bayi siap diberi makanan padat?

Ada bayi yang baru diberi makanan padat di usia 6 bulan, tetapi ada juga yang pada usia 5 bulan sudah dapat mencerna makanan dengan baik tanpa adanya refleks mengeluarkan kembali makanannya dari mulut.

Seperti dikutip dari WebMD, dr. Ruby Roy dari La Rabida Children’s Hospital di Chicago, mengatakan bahwa dibandingkan dengan memakai umur sebagai patokan, Anda dapat melihat dari kesiapan anak Anda apakah sudah bisa diberi makanan tambahan selain ASI atau belum. Beberapa ciri bahwa bayi sudah siap diberi makanan padat adalah:

  • Bayi terlihat tertarik dan mulai mengambil makanan yang ada di piring orangtuanya. Ketika bayi berusia di atas 4 bulan, biasanya bayi mulai memperhatikan Anda saat sedang makan dan mencoba mengambil makanan Anda lalu dimasukkan ke mulutnya sendiri. Ini dapat menjadi petunjuk bagi Anda bahwa bayi sudah ingin mulai makan.
  • Bayi sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan, terutama jika bagian kepala tidak lagi perlu disangga. Jika bayi sudah dapat melakukan hal tersebut, maka Anda sudah dapat mempertimbangkan memberikan makanan pelengkap selain ASI bagi bayi.
  • Koordinasi antara mata, tangan, dan mulut bayi sudah baik, bayi bisa melihat makanan, mengambil makanan dengan tangan atau sendok, lalu memasukkan makanan ke mulut.
  • Refleks lidah bayi untuk mengeluarkan makanan dari mulut sudah berhenti. Jika belum siap diberi makanan padat, bayi biasanya akan mengeluarkan kembali makanannya, sehingga makanan akan lebih banyak terbuang dibandingkan dengan masuk ke mulutnya.

Selalu konsultasikan keadaan bayi Anda dengan dokter atau bidan yang biasa menangani anak Anda untuk memastikan apakah bayi sudah bisa diberi makanan selain ASI dan makanan apa yang sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 mins read

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 mins read

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    protein susu soya

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 mins read
    nutrisi untuk anak aktif

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 mins read
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read