Apa Akibatnya Jika Pola Makan Gluten Free Diterapkan Pada Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Belakangan ini, pasien-pasien yang terdiagnosis mengidap celiac disease terus meningkat. Seiring dengan kejadian tersebut, semakin tinggi juga orang-orang yang menerapkan diet gluten free. Pertanyaannya adalah, apakah diet gluten free benar-benar membawa manfaat? Bagaimana bila anak-anak menerapkan pola makan ini?

Apa itu celiac disease?

Celiac disease termasuk penyakit yang cukup jarang terjadi. Celiac disease adalah penyakit pada usus halus yang diakibatkan oleh autoimun, alias tubuh Anda sendiri yang menyebabkan penyakit tersebut. Orang-orang yang mengidap celiac disease tidak bisa memakan makanan yang mengandung gluten, protein yang terdapat pada pada gandum dan terigu. Jika penderita celiac disease mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, maka akan ada konsekuensi kesehatan yang harus ditanggung.

Mengonsumsi makanan yang mengandung gluten membuat sistem imun pada penderita celiac disease akan bereaksi merusak usus halus atau bagian-bagian lain di sistem pencernaan. Tanda-tanda kesehatan yang paling sering muncul pada penderita celiac disease adalah iritasi dan depresi. Oleh karena itu, satu-satunya cara pengobatan untuk mengobati celiac disease adalah menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, atau yang sekarang populer dikenal dengan nama diet gluten free.

Apa itu diet gluten-free?

Diet gluten free adalah pola makan di mana orang-orang tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum, tepung, atau kadang-kadang juga oats. Mereka harus menghindari makanan seperti pasta, roti, kue, cookies, biskuit crackers, makanan bersaus tepung, dan lain-lain. Sebagai gantinya, mereka akan memakan makanan yang sudah disebutkan, namun dalam versi gluten free, biasanya mengganti tepung terigu atau gandum dengan bahan lain seperti tepung beras.

Kadang-kadang gluten juga terkandung pada makanan-makanan seperti daging olahan, saus tiram, nasi, perasa, pengawet, dan beberapa jenis obat-obatan. Makanan yang aman dikonsumsi untuk orang-orang yang menerapkan diet gluten free di antaranya adalah daging, ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, nasi, kentang, lentil, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Ingat: gluten tidak berbahaya!

Salahnya, banyak orang yang mengira bahwa gluten adalah komponen yang berbahaya dan beracun pada makanan, sehingga banyak orangtua berpikir anak-anaknya perlu terhindar dari makanan yang mengandung gluten.

Saat ini, banyak orangtua yang menerapkan pola makan gluten free pada anak-anak mereka. Alasannya, orangtua kadang-kadang menilai anak mereka mengidap celiac disease tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Atau terkadang juga, orangtua berpikir bahwa dengan menerapkan pola makan gluten-free, maka anak-anak mereka akan terbebas dari celiac disease. Malahan, orangtua kadang-kadang menerapkan pola gluten-free pada anak-anak mereka dengan alasan kesehatan secara keseluruhan.

Risiko yang mungkin terjadi jika anak yang sehat menjalani pola makan gluten free

Faktanya, sampai saat ini tidak ada keuntungan yang sudah dibuktikan dari menerapkan pola makan gluten free, kecuali jika anak tersebut memang mengidap celiac disease atau alergi gandum. Selain itu, menghindari makanan yang mengandung gluten berarti Anda mengonsumsi lemak dan kalori yang lebih tinggi, sebab pada produk-produk gluten-free yang dijual di pasaran biasanya mengandung lemak dan gula yang lebih tinggi dibanding dengan makanan aslinya. Hal ini dapat menyebabkan obesitas atau pradiabetes.

Menghindari makanan yang mengandung gluten bisa juga membuat anak-anak Anda kekurangan beberapa nutrisi penting, terutama vitamin B, folat, dan zat besi.

Memang, ada orang yang menjadi lebih sehat dan memiliki kualitas hidup lebih baik setelah menerapkan pola makan gluten-free, akan tetapi mereka perlu bimbingan dari ahli gizi. Bukan celiac disease saja yang menyebabkan orang harus menerapkan pola makan gluten-free. Pola makan gluten-free juga bisa diterapkan pada orang-orang yang sensitif atau alergi terhadap gandum.

Akan tetapi, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menerapkan pola makan gluten free pada anak-anak yang tidak terdiagnosis celiac disease atau alergi gandum akan membuat anak-anak tersebut lebih sehat. Tidak ada juga bukti yang menunjukkan bahwa penerapan pola makan gluten free pada anak-anak membuat anak-anak tersebut terhindar dari celiac disease. Perlu diingat bahwa produk-produk gluten-free juga lebih mahal.

Jadi, kapan pola makan gluten-free perlu diterapkan?

Dalam hal ini, bila anak-anak Anda tidak mengidap celiac disease atau alergi gandum, menerapkan pola makan gluten-free pada anak-anak Anda malah lebih banyak membawa masalah daripada keuntungan. Oleh karena itu, para orangtua harus benar-benar mengonsultasikan perihal pola makan gluten free ini selengkap-lengkapnya dengan ahli gizi sebelum diterapkan ke anak-anaknya, dimulai dari segi finansial, sosial, konsekuensi nutrisi yang hilang, dan penerapan-penerapan yang dilarang.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 mins read

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 mins read

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

    3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

    Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    diet eliminasi

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 mins read
    protein susu soya

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 mins read
    nutrisi untuk anak aktif

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 mins read
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read