5 Cara Efektif Melatih Agar Anak Cepat Berjalan Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/01/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai stimulasi atau latihan yang dapat membantu agar anak cepat berjalan sendiri sesuai usia perkembangannya. Selama tahun pertama, secara bertahap si kecil akan mengembangkan koordinasi dan kekuatan otot-otot pada tubuhnya. Kemampuan ini umumnya diawali dari belajar duduk, berguling, berdiri, dan akhirnya bisa berjalan.

Berdasarkan tes skrining perkembangan anak Denver II, kebanyakan bayi sudah mampu berjalan tanpa bantuan pada usia di atas 12 bulan. Meski mungkin seringkali dengan langkah yang belum sempurna. Lantas, bagaimana cara melatih anak agar dapat jalan sendiri? Ketahui tips melatih anak cepat berjalan sendiri dalam artikel ini.

Berbagai cara melatih anak cepat berjalan sendiri

Bayi berjalan di pinggir pantai ahapan tumbuh kembang bayi

Anda sebenarnya tidak usah terlalu khawatir jika bayi Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa berjalan. Pasalnya, perkembangan kemampuan setiap anak untuk bisa berjalan tidaklah sama, sehingga tidak seharusnya Anda memaksa agar anak cepat berjalan sendiri.

Selama tidak terdapat kelainan pada fisik anak, terutama pada kakinya, lambat mulai berjalan masihlah wajar. Terkadang anak belum bisa belajar berjalan karena perlu lebih dimotivasi dan distimulasi agar berani mengambil langkah pertamanya.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melatih anak cepat berjalan sendiri sesuai dengan perkembangan usianya.

1. Membantu anak belajar duduk

Sebelum mulai jalan sendiri, ada beragam kemampuan motorik yang perlu diasah anak agar bisa mengembangkan kemampuan lainnya. Pada usia sekitar 13 minggu atau 3 bulan 1 minggu, si kecil sudah mulai bisa duduk walaupun masih dengan bantuan.

Si kecil sudah  berpegangan pada sesuatu, atau bersandar pada bantal, dinding, maupun tangan Anda. Kemudian di usia 25 minggu atau 6 bulan 1 minggu, umumnya bayi sudah bisa duduk sendiri.

Anda bisa membantu si kecil untuk duduk saat ia sedang dalam posisi berbaring telentang dengan menariknya kedua tangan dan mendudukkannya. Untuk menarik perhatiannya, ajaklah ia bermain dengan menggunakan permainan yang menarik hati.

Anda bisa menggelindingkan bola ke arahnya, atau melakukan permainan susun-menyusun untuk mendorongnya memperkuat otot punggung dan koordinasi.

2. Melatih anak menumpu berat tubuh pada kaki

Menginjak usia 15 minggu alias 3 bulan 3 minggu, buah hati Anda mulai terlihat menggunakan kedua kaki guna menumpu berat tubuhnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian proses anak agar bisa segera jalan sendiri.

Berat tubuh yang tertumpu dengan baik pada kaki akan melatih bayi untuk mampu berdiri sempurna nantinya, tanpa terjatuh. Hal ini penting untuk mendukung anak cepat berjalan sendiri.

3. Mendukung anak mengangkat tubuh  untuk berdiri

Agar bisa berjalan dengan baik, pertama-tama tentu anak harus mengangkat tubuhnya dari posisi duduk ke posisi berdiri. Perkembangan ini biasanya mulai dilakukannya di usia 35 minggu atau 8 bulan 3 minggu, dan baru tampak benar-benar lincah tepat di usia 38 minggu alias 9 bulan 2 minggu.

Pada tahap ini ia akan mulai menarik dirinya dengan dukungan barang-barang dan orang yang berada di sekitarnya. Nah, tahap ini merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan keseimbangan dan membuatnya terbiasa dengan posisi berdiri. Anda bisa membantu si menarik tubuhnya saat ia sudah bersiap dalam posisi untuk berdiri.

Saat si kecil ingin kembali duduk, ajari ia bagaimana menekuk lutut untuk kembali ke posisi duduk. Menekuk lutut akan membantu si kecil mengurangi risiko jatuh saat ia mulai bisa belajar berjalan. Namun, ingat! Anda harus bersabar karena menekuk lutut mungkin bukan merupakan hal yang mudah dilakukan bayi.

3. Melatih keseimbangan tubuh anak saat berdiri

Melatih anak cepat berjalan sendiri pada saat memasuki usia anak 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, dapat dilakukan dengan mulai melatih kemampuan si kecil berdiri sendiri meski masih dengan berpegangan. Ia akan memanfaatkan tembok, tiang, bahkan menggandeng tangan Anda agar tidak terjatuh saat berdiri.

Anda bisa membantu untuk melatih keseimbangan  dengan terus memegang tangan bayi selama ia berdiri. Ini merupakan salah satu cara agar anak cepat berjalan sendiri.

Selanjutnya, si kecil akan bisa berdiri dengan baik meski tetap masih berpegangan pada usia anak 31 minggu atau 7 bulan 3 minggu. Perkembangan ini masih terus berlanjut, hingga pada usia anak 44 minggu atau 11 bulan si kecil mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan selama sekitar 2 detik.

Kemudian baru di usia anak 13 bulan, si kecil telah mampu menjaga keseimbangannya saat berdiri sendiri tanpa perlu berpegangan.  Pada saat inilah harapan orangtua agar anak cepat berjalan sendiri, akan mulai terwujud.

4. Memuji langkah pertama

Saat si kecil sudah bisa berdiri tanpa bantuan, berarti dia sudah memiliki keseimbangan yang bisa menjadi bekalnya untuk menuju langkah pertamanya. Langkah pertama merupakan momen terpenting bagi si kecil yang membutuhkan banyak pujian dan dorongan.

Kedua hal tersebut merupakan hal yang penting agar anak cepat berjalan sendiri. Langkah pertama pada bayi biasanya bervariasi, yaitu dapat terjadi sekitar usia 44 minggu atau 11 bulan hingga sekitar usia 48 minggu atau 12 bulan.

Di rentang usia tersebut, biasanya si kecil mulai melatih kemampuan berjalannya. Hanya saja, sesekali ia mungkin akan berhenti sejenak. Jika si buah hati duduk terjatuh, motivasi dia untuk bangkit berdiri sendiri.

Setelah memulai langkah pertamanya di sekitar usia 11-12 bulan, buah hati Anda akan terus belajar agar mampu berjalan dengan lancar. Sampai akhirnya, di usia anak 14 bulan si kecil biasanya sudah benar-benar mantap dalam melangkahkan kedua kakinya ke sana kemari tanpa perlu berpegangan lagi.

5. Mendukung anak berjalan hingga lancar

Anda bisa melatih agar anak cepat berjalan sendiri dengan memegangi tangan si kecil saat ia melangkah.Jika sudah memungkinkan, biarkan tangan si kecil memegang satu tangan Anda sebagai pegangan untuk berjalan.

Selain dibantu oleh Anda, cara lain yang dapat dilakukan agar anak cepat berjalan pada tahap ini yaitu mencoba merambat pada tembok atau perabotan yang ada di sekitarnya.

Anda bisa merangsang agar anak cepat berjalan dengan melepaskan genggamannya perlahan-lahan, hingga dia berada pada posisi stabil dan bisa berjalan beberapa langkah ke depan.

Saat si kecil jatuh, agar anak cepat berjalan sendiri senantiasa semangati ia untuk memulai melangkah lagi. Bantu ia kembali berdiri, lalu ulurkan kedua tangan seperti akan memeluk anak.

Nah, ketika si kecil berjalan mendekati uluran tangan Anda, sebaiknya Anda mundur secara perlahan-lahan agar ia bisa melangkah lebih banyak. Seiring berjalannya waktu, si kecil pada akhirnya bisa berjalan dengan lancar.

Hal yang harus diperhatikan saat melatih agar anak cepat berjalan

Menuntun anak berjalan pada tahap tumbuh kembang bayi

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melatih anak agar cepat berjalan sendiri:

  • Umumnya orang tua membelikan anak baby walker untuk membantu agar anak cepat berjalan sendiri. Padahal, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menyarankan penggunaan baby walker karena justru bisa menghambat pertumbuhan otot-otot kakinya. Tidak hanya itu, baby walker juga bisa membahayakan si kecil karena alat ini bisa membuatnya berkeliling menjangkau apa pun.
  • Berjalan dengan kaki telanjang – nyeker, bisa membantunya meraih keseimbangan dan koordinasi si kecil., sehingga mendukung anak cepat berjalan sendiri. Jadi, ada baiknya tunda dulu pemakaian sepatu pada anak yang belum bisa berjalan.
  • Pastikan anak berada di lingkungan yang aman untuk berlatih berjalan agar anak cepat berjalan sendiri. Menjaga ruang lantai bersih akan membantunya belajar berjalan dengan mudah.
  • Singkirkan benda pecah belah atau pajangan kaca dari atas meja atau yang berada dalam jangkauan anak. Tujuannya agar proses belajar berjalan berlangsung aman.
  • Batasai menggendong anak, sehingga otot kakinya lebih lincah bergerak. Dengan begitu, harapan anak cepat berjalan dapat terwujud.

Perlu diingat, perkembangan tiap anak tidaklah sama. Meski Anda berharap agar anak cepat berjalan sendiri, namun kemungkinan si kecil akan bisa berjalan pada waktu yang berbeda dan bervariasi dari teman-teman sebayanya.

Lakukan beberapa cara di atas agar anak cepat berjalan sendiri, namun sesuaikan dengan kemampuan si kecil. Jika hingga usia satu tahun si kecil belum bisa berdiri atau tidak mampu berjalan saat usia usia dua tahun, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips melatih anak belajar tengkurap

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 18 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit