Perhatikan, Ini 3 Tanda yang Menunjukkan ASI Perah Sudah Basi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bagi ibu yang memiliki aktivitas padat, menyimpan stok ASI perah adalah salah satu cara untuk memberikan ASI eksklusif pada si kecil. Namun, menyimpan ASI perah tentu tidak bisa sembarangan agar kualitasnya tetap terjaga. Lantas, apa ciri-ciri yang perlu diperhatikan jika ASI perah yang Anda simpan sudah basi dan tidak bagus lagi untuk diberikan kepada bayi? 

Asi perah bisa basi jika disimpan sembarangan

lama penyimpanan ASI

Ada beberapa tempat khusus yang bisa Anda manfaatkan untuk menjadi menyimpan ASI. Mulai dari suhu ruang, cooler box, kulkas, freezer dengan kulkas, hingga freezer saja.

Penggunaan tempat penyimpanan ASI perah tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, berbagai tempat yang digunakan untuk menyimpan ASI memiliki suhu tertentu yang berbeda-beda.

Suhu tersebut bisa membantu menjaga simpanan ASI perah dalam jangka waktu tertentu agar tetap awet sampai nantinya diberikan pada bayi. Jika Anda tidak memperhatikan aturan penyimpanan ASI yang baik dan benar, tentu kualitas ASI perah lama kelamaan bisa menurun.

Ya, pada dasarnya ASI perah sama saja seperti susu sapi lainnya, yang harus disimpan dengan baik untuk menjaga kualitasnya. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk meletakkan simpanan ASI perah di tempat yang sesuai. dengan lama waktu penyimpanan yang telah ditentukan.

Bahkan, zat gizi di dalam ASI perah juga dapat menurun, sehingga tidak optimal lagi untuk diberikan pada si kecil. Jadi, Anda tidak bisa sembarangan dalam menyimpan ASI perah, terutama jika sudah terlihat ciri-ciri saat ASI tersebut basi.

Berbagai ciri-ciri ketika ASI perah sudah basi

cara memanaskan ASI cara menghangatkan ASI

Sama seperti aneka makanan dan minuman lainnya, ASI perah yang tidak disimpan dengan baik juga bisa basi. Penting untuk memperhatikan ciri-ciri ASI perah yang masih bagus kualitasnya dengan yang sudah basi, agar tidak membahayakan si kecil setelah meminumnya.

Nah, berikut beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa ASI perah sudah basi dan tidak layak lagi diberikan pada bayi:

1. Lapisan pada ASI perah tidak lagi tercampur dengan baik

Ketika ASI perah yang disimpan sudah mulai cair dan siap untuk dihangatkan sebelum diberikan pada bayi, Anda mungkin melihat dua lapisan susu yang membagi ASI tersebut. Pada bagian atasnya terdapat lapisan lemak, sementara di bagian bawahnya biasanya merupakan lapisan cairan.

Sebenarnya, terbaginya ASI perah yang disimpan menjadi dua lapisan merupakan hal yang normal. Untuk mencampurkannya kembali, Anda hanya perlu mengaduk ASI perlahan sampai kedua lapisan menyatu dengan baik.

Namun, ciri-ciri ASI basi biasanya terlihat ketika lapisan yang membagi ASI perah menjadi dua bagian ini sulit tercampur meski sudah diaduk. Lapisan atas yang merupakan lapisan lemak biasanya sulit tercampur dan terlihat menggumpal. Kalau sudah begini, ada baiknya untuk tidak memberikan ASI perah tersebut pada bayi guna mencegah terjadinya kontaminasi bakteri.

2. Aroma ASI perah tidak lagi segar

Sebelum memberikannya pada si kecil, tidak ada salahnya untuk memastikan kualitas ASI perah yang telah disimpan dengan mencium aromanya terlebih dahulu. Salah satu ciri-ciri ASI perah yang sudah basi yakni akan mengeluarkan aroma tengik.

Aromanya mungkin mirip seperti aroma susu sapi yang sudah basi. Berbeda dengan aroma ASI perah yang kualitasnya masih baik.

Biasanya, ASI perah segar akan mengeluarkan aroma manis dan tidak aneh, atau cenderung tidak berbau. Aroma ASI perah juga biasanya digambarkan mirip seperti susu sapi, tapi lebih lembut dan manis.

Akan tetapi, bedakan aroma ASI perah basi dengan aroma ASI segar yang mungkin telah bercampur dengan aneka makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Sebab tidak menutup kemungkinan, terkadang ada beberapa makanan dan minuman yang bisa bercampur bersama ASI. Alhasil, aroma dan rasa khas dari makanan atau minuman tersebut dapat berpengaruh pada aroma ASI segar.

3. Rasa ASI perah tidak lagi segar

Selain menghirup aromanya, Anda juga bisa mencicipi rasa ASI perah yang telah disimpan untuk memastikan kualitasnya. Jika ASI perah terasa aneh dan asam seperti minuman yang sudah tidak layak minum, kemungkinan besar ini merupakan ciri-ciri ASI basi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu setiap harinya bisa saja memengaruhi aroma dan rasa ASI. Oleh karena itu, rasakan baik-baik apakah ASI yang Anda cicipi memang sudah basi, atau hanya terpengaruh dari rasa makanan dan minuman.

Bila rasa ASI perah yang Anda simpan benar sudah tidak segar lagi, tentu jangan diberikan pada si kecil.

Apakah ASI perah sudah pasti basi jika warnanya tidak putih?

donor asi menyusui bayi

Sebelumnya sempat disinggung bahwa aroma dan rasa ASI perah bisa berbeda-beda, tergantung dari makanan serta minuman yang dikonsumsi ibu. Hal ini ternyata juga berlaku pada warna ASI itu sendiri.

Normalnya, warna khas ASI yakni putih selayaknya susu pada umumnya. Namun, ASI yang baru diperah maupun sudah disimpan sebelumnya bisa tidak berwarna putih pekat.

Jika diamati, ASI perah bisa saja berwarna kehijauan, kemerahan, maupun agak oranye. Anda tidak perlu khawatir, karena ini bukanlah ciri-ciri bahwa ASI perah tersebut sudah basi.

Warna-warna tersebut sebenarnya bisa disebabkan oleh campuran dari aneka makanan yang Anda makan. Misalnya, bila ASI perah berwarna kehijauan, kemungkinan karena Anda makan sayur-sayuran, buah, maupun makanan lainnya yang berwarna hijau.

Begitu pula ketika warna ASI agak kuning, oranye, merah muda, atau merah. Coba ingat-ingat kembali, mungkin Anda baru saja makan makanan dengan warna alami kuning, oranye, merah mudah, dan merah.

Contohnya buah jeruk, buah bit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu tidak ada patokan bagaimana seharusnya warna dan aroma ASI perah yang paling baik.

Bahkan terkadang, warna ASI yang disimpan di dalam freezer juga akan berubah warna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti ASI perah sudah tidak bisa diberikan dan diminum lagi oleh bayi. 

Selama ASI perah tidak menunjukkan ciri-ciri sudah basi seperti yang dijelaskan di atas, tentu tidak masalah. Singkatnya, berbagai makanan termasuk suplemen, obat-obatan, hingga herbal, bisa mengubah warna alami ASI.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir selama tampilan dan ciri-ciri khas ASI lainnya masih normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda sudah basi.

Bagaimana cara yang benar dalam menyimpan ASI perah?

Sumber: Aero Flow Breast Pumps

Agar tidak salah saat menyimpan ASI perah dan menimbulkan ciri-ciri ASI yang basi, sebaiknya ibu mematuhi aturan penyimpanan yang tepat. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menyimpan ASI perah supaya tidak cepat basi:

Wadah penyimpanan

ASI yang sudah diperah bisa disimpan di dalam wadah seperti botol maupun kantung ASI. Ada berbagai jenis botol ASI yang bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Bahkan, penggunaan kantung ASI juga tidak masalah guna menghemat tempat agar bisa menyimpan lebih banyak ASI perah.

Namun, yang perlu diperhatikan, sebaiknya gunakan wadah penyimpanan ASI yang bebas bisphenol-A (BPA), dan memang didesain khusus untuk penyimpanan ASI.

Gunakan ASI perah sesuai tanggal simpannya

Sebelum ASI perah disimpan, jangan lupa memberikan keterangan tanggal dan waktu di bagian depan botol atau kantung ASI. Pemberian tanggal dan waktu ini nantinya akan memudahkan Anda untuk menentukan ASI perah mana yang sebaiknya diberikan lebih dulu pada si kecil.

Metode ini dikenal juga dengan nama first in first out (FIFO). Jadi, ASI perah yang disimpan lebih dulu akan digunakan lebih dulu pula. Baru kemudian diikuti dengan ASI perah lain yang disimpan setelahnya.

Simpan ASI perah di suhu yang sesuai

Lama waktu penyimpanan ASI perah berbeda-beda tergantung dimana Anda menyimpannya. Jika disimpan di dalam suhu ruang biasa, ASI yang baru diperah hanya akan bertahan selama 4 jam.

Sementara untuk ASI dingin yang diletakkan di suhu ruang dapat bertahan selama 1-2 jam saja. Berbeda dengan ASI perah yang ada di dalam cooler box, biasanya dianjurkan untuk digunakan 1 hari setelah disimpan.

Sedangkan bila Anda menyimpannya di dalam kulkas, 5-8 hari merupakan waktu ideal untuk menyimpan ASI perah. Bagi Anda yang ingin lebih lama menyimpan ASI perah, freezer bisa menjadi pilihan yang tepat.

Di sini, ASI perah dapat bertahan sekitar 2 minggu saat diletakkan di dalam freezer yang memiliki kulkas (satu pintu), dan 3-4 bulan pada freezer yang memiliki kulkas (dua pintu).

Apabila freezer tidak dilengkapi oleh kulkas, biasanya mampu bertahan menyimpan ASI perah selama 6 bulan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca