Penyebab dan Cara Mengatasi Payudara Sakit Saat Menyusui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020
Bagikan sekarang

Menyusui merupakan salah satu momen paling berharga antara ibu dan si buah hati. Oleh karena itu, Anda tentu mengharapkan masa-masa menyusui bisa berjalan dengan lancar dan nyaman. Sayangnya, kadang ada ibu yang mengeluhkan payudara terasa sakit saat menyusui.

Apakah kondisi ini normal? Lantas, bagaimana cara mengatasi payudara yang terasa sakit saat menyusui supaya tetap bisa memberikan ASI bagi bayi? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini.

Normalkah jika payudara sakit saat menyusui?

SADARI kanker payudara

Payudara sakit yang terasa sakit saat menyusui sebenarnya kondisi yang wajar terjadi di awal. Ya, saat masa awal menyusui atau di minggu pertama, Anda mungkin belum terlalu terbiasa.

Anda belum paham sepenuhnya cara menyusui, posisi menyusui, hingga teknik perlekatan mulut bayi dengan puting payudara (latch on) yang benar.

Kesalahan dalam menerapkan teknik untuk menyusui inilah yang kemudian menimbulkan nyeri di payudara saat masa ini.

Hanya saja, keluhan tersebut biasanya akan berangsur-angsur hilang setelah Anda mulai terbiasa melakukannya.

Namun, menurut Health Link British Columbia, jika keluhanini tidak kunjung hilang, tandanya memang ada masalah.

Idealnya, menyusui seharusnya terasa nyaman dan alamiah bagi ibu dan bayi. Wajar untuk mengeluhkan sakit pada payudara saat baru pertama-tama menyusui.

Sementara bila keluhan ini masih terus terjadi setelah cukup lama, kemungkinan besar ada yang salah dengan proses yang Anda lakukan.

Jangan abaikan rasa sakit atau kebas karena nanti bisa menimbulkan semakin parah. Jangan sampai Anda jadi tidak bisa menyusui si buah hati.

Jadi, kalau memang payudara terasa sakit saat menyusui, segera periksakan ke dokter untuk dicari tahu penyebab dan cara mengatasi yang tepat.

Apa penyebab payudara sakit saat menyusui?

penyebab gejala diare pada ibu menyusuil

Ada beberapa kemungkinan penyebab mengapa payudara terasa sakit saat menyusui. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda pun bisa menentukan langkah tepat untuk mengatasinya sesegera mungkin.

Berbagai penyebab payudara sakit saat menyusui adalah sebagai berikut:

1. Perlekatan bayi dengan puting payudara kurang tepat

Menyusui bukan hanya sekadar mendekatkan mulut bayi ke puting payudara dan kemudian mengisapnya. Agar Anda dan bayi lebih nyaman saat menyusui, sebaiknya terapkan proses perlekatan (latch on) yang tepat.

Perlekatan yang baik juga membantu mencegah timbulnya rasa sakit pada payudara saat menyusui. Jika Anda mengamati munculnya garis di tengah-tengah puting, kemungkinan besar perlekatan bayi saat menyusu memang kurang tepat.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit pada payudara saat menyusui.

2. Bayi mengalami tongue tie

Kondisi tongue tie yang dialami bayi bisa menjadi penyebab payudara terasa sakit ketika menyusui. Tongue tie adalah masalah ketika jaringan ikat lidah yang seharusnya panjang, justru berukuran pendek.

Ukuran jaringan ikat yang pendek ini membuat pergerakan lidah dan mulut menjadi terbatas. Bayi yang mengalami tongue tie dapat membuat payudara Anda terasa sakit saat menyusui.

3. Luka atau cedera karena pompa ASI

Penggunaan pompa ASI memang bisa membantu mengeluarkan ASI selain dengan menyusui bayi secara langsung. ASI yang dikeluarkan dari pompa nantinya dapat disimpan dengan jangka waktu tertentu untuk diberikan kepada bayi.

Hal ini balik dilakukan dengan cara memerah ASI menggunakan pompa ASI elektrik maupun manual. Namun, penggunaan pompa ASI terkadang dapat melukai puting payudara sehingga membuatnya sakit ketika menyusui.

Hal ini bisa saja terjadi karena ukuran pelindung payudara yang ada pada pompa ASI terlalu kecil atau tidak sesuai dengan puting Anda.

Kondisi ini bisa semakin parah apabila Anda meningkatkan level isapan pada pompa ASI tersebut.

4. Muncul lepuhan pada payudara

Penyebab payudara sakit saat menyusui juga bisa dikarenakan adanya lepuhan yang berisi ASI. Lepuhan pada payudara ini juga dikenal dengan nama milk blister.

Munculnya milk blister yakni karena ada lapisan kulit tipis yang tumbuh di atas saluran susu. Alhasil, aliran ASI kemudian menyumbat saluran susu tersebut.

5. Infeksi jamur

Bayi yang mengalami infeksi jamur di mulut (oral thrush) dapat menularkannya kepada Anda. Kondisi inilah yang nantinya menjadi penyebab sakit pada payudara.

Anda bisa saja merasakan gatal, kemerahan, hingga nyeri pada puting. Sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter bila mengalami hal ini.

Bagaimana cara mengatasi payudara yang sakit saat menyusui?

Sebisa mungkin, jangan menghentikan pemberian ASI bagi bayi meski payudara Anda terasa sakit. Jika rasa sakit tidak tertahankan, Anda bisa istirahat menyusui dulu selama kira-kira 24 jam sembari mengobati penyebabnya.

Sementara itu, pastikan Anda sudah melakukan langkah-langkah berikut untuk meminimalisasi rasa sakit atau tidak nyaman pada payudara saat menyusui:

1. Pastikan si kecil menyusu dengan benar

Jika payudara terasa nyeri karena posisi badan, kepala, atau mulut si kecil bermasalah, cobalah untuk menyesuaikan lagi tubuh atau kepalanya sampai Anda merasa nyaman.

Berdasarkan La Leche League, menemukan posisi menyusui yang tepat dan nyaman bisa membantu mengatasi munculnya rasa nyeri pada payudara saat Anda memberikan ASI.

Namun, jangan menghentikan dan melepas si kecil saat ia tengah menyusui. Melepas bayi saat ia sedang menyusu akan membuatnya kaget dan jadi rewel.

Lebih baik geser tubuh atau kepalanya pelan-pelan sambil bayi tetap menyusui jika Anda ingin berganti posisi untuk meredakan rasa nyeri.

2. Jangan menunda-nunda untuk menyusui

puting menyusui

Payudara yang terasa sakit dan nyeri mungkin membuat Anda jadi takut menyusui. Hal ini mungkin membuat Anda menunda untuk memberikan ASI sampai bayi benar-benar lapar.

Padahal, menunda-nunda hanya akan membuat bayi jadi lebih kasar atau cenderung menggigit puting susu ibu ketika akhirnya menyusui.

Sementara menyusui ketika suasana hati si kecil masih baik bisa jadi kesempatan baik untuk mengatur posisinya agar lebih nyaman sekaligus mengurangi sakit.

3. Jaga payudara tetap kering

kanker payudara stadium 2

Jika payudara Anda mengalami infeksi jamur atau bakteri yang membuatnya sakit, pastikan area tubuh ini tetap kering dan bersih.

Anda bisa memilih bra atau pakaian dari katun yang cukup dingin, menyerap keringat dan cairan, serta bisa memperlancar sirkulasi udara di area payudara.

Setelah menyusui, sebaiknya Anda juga menunggu sampai payudara benar-benar kering dulu baru mengenakan bra atau pakaian.

Hati-hati, jangan malah digosok terlalu keras saat Anda mengeringkan payudara dan puting susu karena bisa membuatnya sakit.

4. Jangan menyabuni payudara dulu

manfaat pijat payudara

Sabun akan membuat area payudara, terutama puting susu, jadi kering dan pecah-pecah. Hal ini akan membuat payudara makin nyeri, apalagi ketika bayi sedang menyusu. 

Oleh karena itu, bersihkan payudara Anda dengan air hangat saja tidak perlu pakai sabun mandi. Cara ini dapat membantu meredakan payudara yang sakit saat menyusui.

5. Kompres dingin

kista payudara

Untuk mengatasi rasa sakit tak tertahankan, Anda bisa mengompres payudara dengan kain dingin atau es batu yang dibalut dengan handuk lembut. Kompres dingin bisa membantu meredakan sakit payudara ketika menyusui.

Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke payudara Anda. Pastikan Anda sudah membungkus esnya dengan kain atau handuk yang lembut untuk mengompres sakit pada payudara.

6. Pakai bra dengan ukuran yang pas

Bra menyusui atau bra yang terlalu ketat bisa membuat payudara terasa sakit dan tidak nyaman ketika menyusui. Begitu juga dengan bra yang longgar dan tidak cukup menopang payudara bisa membuatnya terasa sakit.

Maka dari itu, pilih bra menyusui dengan ukuran yang pas. Pastikan juga bra khusus menyusui terasa nyaman saat digunakan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Semua ibu menyusui tentu ingin produksi ASI yang cukup untuk bayi, bahkan saat sedang menjalani puasa. Nah, agar lebih optimal, simak tipsnya di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 12/05/2020

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020