Panduan Cara Menyimpan ASI Agar Tetap Awet dan Segar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

ASI merupakan makanan terbaik bayi sampai ia mampu memakan makanan lainnya. Namun, jangan khawatir jika Anda bekerja dan tetap ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Pasalnya, ASI bisa disimpan di rumah asalkan Anda paham cara menyimpan dan mempersiapkan yang tepat. Lantas, bagaimana proses penyimpanan ASI agar bisa tetap awet dan segar sampai diberikan pada bayi? Cari tahu jawabannya dalam ulasan ini, ya!

Bagaimana cara menyimpan ASI?

Sumber: Very Well Family

Sibuk bekerja maupun banyak melakukan aktivitas di luar rumah, sebenarnya bukan menjadi halangan untuk tetap memberikan ASI eksklusif. Sebelum beranjak ke luar rumah, saat sedang senggang, maupun di sela-sela kesibukan di kantor, Anda bisa memerah ASI menggunakan pompa ASI.

Baik itu dengan bantuan pompa ASI manual, maupun elektrik. Akan tetapi, jangan sepelekan cara menyimpan ASI yang tepat setelah dipompa. Alih-alih mencukupi kebutuhan zat gizi harian bayi, ia justru berisiko terkena diare atau penyakit infeksi lainnya bila proses penyimpanan ASI tidak diperhatikan dengan baik.

Memang, ASI merupakan makanan yang bersih dan steril bagi bayi jika langsung diberikan dengan menyusu melalui payudara ibu. Itulah mengapa jika ASI dimasukkan ke dalam botol untuk disimpan, tentu kebersihan botol penyimpanan tersebut harus diperhatikan.

Perhatikan cara menyimpan ASI yang tepat

Berikut berbagai hal penting yang harus Anda perhatikan dalam menyimpan ASI:

  • Gunakan botol atau wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril. Pilih botol plastik bertutup atau kantung ASI plastik khusus (BPA free). Hindari menggunakan botol kaca karena berisiko retak.
  • Berikan label pada setiap kantung atau botol ASI. Tulis tanggal dan waktu kapan Anda memompa dan menyimpan ASI tersebut. Gunakan pulpen atau spidol dengan tinta yang tahan air agar tidak cepat hilang.
  • Pemberian label pada setiap kantung atau botol ASI, berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus dipakai terlebih dahulu. Sebaiknya gunakan ASI sesuai tanggal dan waktu sesuai urutan penyimpanan lebih dulu.
  • ASI perah disimpan di dalam freezer atau lemari pendingin (kulkas). Hindari cara menyimpan ASI dengan meletakkannya di bagian pintu lemari pendingin, karena mudah terpapar dengan udara luar.
  • Rutin lakukan pengecekan suhu lemari pendingin setidaknya selama 3 kali dalam sehari.
  • Jika ASI dipompa saat di perjalanan, kantor, maupun luar rumah, sebaiknya harus selalu dalam keadaan dingin. Pastikan suhu ASI perah tetap terjaga sampai nantinya disimpan di freezer atau lemari pendingin di rumah.
  • Selain botol, alat pompa ASI Anda juga harus bersih. Ketika sudah selesai digunakan, bersihkan pompa tersebut dengan air hangat dan sabun, kemudian bilas dan biarkan keringkan baru disimpan kembali.
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda dengan sabun sebelum memompa ASI dan menyimpannya.
  • Jaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan ASI untuk memperkecil kemungkinan bakteri berkembang di dalam ASI yang disimpan tersebut.

Sesuaikan penyimpanan ASI dengan kebutuhan menyusu bayi

Cara menyimpan ASI yang benar sebaiknya dibagi ke dalam beberapa botol. Ini karena ASI dalam satu botol yang sama tidak boleh diberikan berkali-kali kepada bayi. Oleh karena itu, simpan ASI pada botol dalam jumlah yang sedikit saja sesuai kemampuan bayi dalam sekali minum.

Jika dirasa kurang, Anda bisa memberikan persediaan ASI perah di botol atau plastik lainnya. Agar tidak mubazir atau terlalu berlebih, mungkin Anda bisa memulainya dengan menyimpan sekitar 60-120 ml ASI dalam satu botol.

Jumlah tersebut tidak mutlak, dan bisa dikurangi atau dilebihkan sesuai kebutuhan bayi. Lama-lama, jumlah ASI ini bisa bertambah sesuai dengan kemampuan bayi dalam sekali menyusu.

Di mana saja tempat penyimpanan ASI?

Sumber: Very Well Family

Aturan dalam cara menyimpan ASI yang juga tidak boleh luput dari perhatian Anda yakni lama waktu penyimpanannya. Lama waktu penyimpanan ASI tergantung dari tempat di mana Anda menyimpan ASI tersebut, dan kapan waktu pemberiannya kepada bayi.

Jika Anda berencana untuk memberikannya dalam waktu beberapa hari ke depan, cara menyimpan ASI bisa di dalam kulkas saja, dan tidak perlu dimasukkan ke dalam freezer.

Beberapa tempat yang bisa digunakan untuk menyimpan ASI, yaitu:

  • Suhu kamar (suhu sekitar 25 derajat Celcius). ASI bisa ditempatkan di sudut mana pun rumah Anda, tetapi harus dalam tempat yang bersih.
  • Cooler box. ASI yang baru dipompa dapat disimpan di dalam cool box bersama es batu.
  • Kulkas (suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah).
  • Freezer dengan kulkas (suhu sekitar -10 derajat Celcius).
  • Freezer (suhu -18 derajat Celcius atau lebih rendah).

Melansir dari laman Mayo Clinic, semakin lama ASI disimpan, entah di kulkas maupun freezer, akan semakin banyak vitamin C yang hilang dari ASI tersebut. Maka dari itu, sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan ASI setelah diperah, dan sesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Semakin cepat ASI digunakan, semakin sering juga Anda memompa ASI. Dengan begitu, jumlah ASI yang diproduksi oleh payudara biasanya akan semakin banyak dan lancar.

Namun, pedoman cara menyimpan ASI ini bisa berbeda untuk bayi yang lahir prematur, sedang sakit, maupun dalam perawatan khusus di rumah sakit.

Berapa lama ASI bisa disimpan?

Sumber: Flo Health

Sebelumnya telah dijelaskan beberapa tempat yang bisa dipakai sebagai penyimpanan ASI. Masing-masing tempat tersebut memiliki jangka waktu penyimpanan ASI yang berbeda-beda.

Secara garis besarnya, berikut aturan jangka waktu cara menyimpan ASI sesuai dengan tempatnya:

1. Suhu ruang

Suhu atau temperatur ruang yang disarankan dalam penyimpanan ASI sebaiknya berkisar pada 25 derajat Celcius. Dalam suhu tersebut ASI yang baru dipompa dapat digunakan sampai 4 jam. Sementara bila ASI beku disimpan pada suhu ruang, sebaiknya dapat digunakan selama 1-2 jam.

2. Cooler box

Cara menyimpan ASI yang tepat menggunakan cooler box yakni dengan memasukkan banyak es batu di dalamnya. Hal ini akan membuat ASI di dalam cooler box dapat tahan lama selama beberapa jam, tapi tidak terlalu lama.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk menggunakan ASI yang disimpan pada cooler box dalam kurun waktu 1 hari sejak pertama kali disimpan.

3. Lemari pendingin (kulkas)

Suhu ideal pada kulkas untuk menyimpan ASI adalah 4 derajat Celcius atau lebih rendah, tapi sebaiknya tidak lebih dari 10 derajat Celcius. ASI baru dapat disimpan di dalam kulkas selama 5-8 hari.

Namun, untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga dengan baik, sebaiknya gunakan ASI tidak lebih dari hari ketiga setelah disimpan. Sedangkan untuk ASI beku (thawing), bisa disimpan di dalam kulkas selama sekitar 24 jam atau 1 hari.

4. Freezer dengan kulkas

Cara menyimpan ASI di dalam freezer yang dilengkapi kulkas sebaiknya pada suhu -10 derajat Celcius. Jika freezer dengan kulkas ini terdiri atas 2 pintu, ASI segar yang baru diperah bisa disimpan selama kurun waktu 3-4 bulan.

Akan tetapi, bila freezer dengan kulkas hanya memiliki 1 pintu, lama waktu penyimpanan ASI segar hanya sekitar 2 minggu. Lain lagi aturannya untuk ASI beku yang disimpan pada freezer dengan kulkas, sebaiknya tidak dibekukan lagi.

5. Freezer

Freezer yang digunakan untuk menyimpan ASI sebaiknya bersuhu,18 derajat Celcius atau lebih rendah. Selama disimpan di dalam freezer, ASI perah segar akan awet sampai dengan kurun waktu 6-12 bulan. Namun, hindari membekukan kembali ASI beku dan baru dikeluarkan dari freezer.

Bagaimana cara menyajikan ASI dari botol?

menyusui langsung

Di samping memerhatikan dengan baik seputar cara menyimpan ASI, jangan lupa untuk memahami juga aturan penyajiannya. ASI yang disimpan dalam freezer tidak bisa langsung diberikan kepada bayi karena masih dalam kondisi beku.

Itulah mengapa Anda perlu untuk mencairkan ASI beku terlebih dahulu, sebelum memberikannya kepada bayi. Pilih ASI dengan tanggal penyimpanan yang lebih awal.

Anda bisa mendinginkan ASI dengan menempatkannya di kulkas sampai ASI beku mencair, kurang lebih memakan waktu selama 12-24 jam. Namun, sebaiknya tidak lebih dari kurun waktu tersebut. Sebisa mungkin, sebaiknya Anda tidak mencairkan ASI beku dalam suhu atau temperatur ruang.

Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat, Anda bisa menempatkan botol ASI beku dalam semangkuk air hangat. Hindari menghangatkan ASI beku di dalam microwave atau di atas kompor.

Pasalnya, pemanasan yang cepat pada ASI beku, terlebih dalam suhu tinggi, dapat mempengaruhi kualitas antibodi yang ada pada ASI. Selain itu, sebaiknya hindari membekukan ASI lagi setelah ASI mencair. Jika ASI beku sudah dicairkan lebih dari 24 jam, Anda disarankan untuk membuang ASI tersebut.

ASI yang beku kadang terlihat terbagi menjadi dua lapisan terpisah dan berbeda dari ASI segar atau yang baru saja dipompa. Pasalnya,  terjadi pemecahan lemak dalam susu selama masa penyimpanan. Tak perlu bingung, jika sudah mencair Anda bisa mengocoknya terlebih dahulu untuk membuatnya menyatu dengan baik.

Cara menyajikan dan menghangatkan ASI perah

Untuk lebih ringkasnya, berikut aturan menyajikan dan menghangatkan ASI perah yang telah disimpan:

  1. Gunakan ASI perah yang disimpan berdasarkan urutan waktu penyimpanan (first in first out).
  2. Mencairkan ASI beku bisa dilakukan di dalam kulkas selama 12-24 jam, atau diletakkan pada semangkuk air hangat. Anda juga bisa membahas wadah ASI perah beku dengan memakai air dingin yang mengalir, kemudian dilanjutkan dengan air hangat.
  3. Hindari mencairkan ASI perah pada suhu kamar secara langsung.
  4. Kocok ASI yang sudah mencair, supaya lemak handmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
  5. ASI yang sudah mencair sebaiknya direndam di dalam air panas dengan suhu tidak lebih dari 70 derajat Celcius, sembari dikocok perlahan-lahan.
  6. Hindari mencairkan ASI perah beku di dalam microwave atau dalam air yang bersuhu sangat panas. Suhu yang terlalu panas malah berisiko merusak kandungan gizi yang ada di dalam ASI perah.
  7. Sebelum ASI diberikan kepada bayi, sebaiknya cek suhunya terlebih dahulu dengan cara meneteskannya pada pergelangan tangan bagian dalam. Pastikan suhunya terasa hangat atau sekitar 32-37 derajat Celcius.
  8. Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair.
  9. ASI yang telah disimpan sebelumnya dan tidak dapat dihabiskan oleh bayi atau tersisa, sebaiknya tidak boleh diberikan lagi pada bayi dan harus dibuang.

Dalam beberapa kasus, bayi mungkin menolak diberikan ASI yang telah lama disimpan maupun dibekukan. Sebagai solusinya, sebaiknya pertimbangkan untuk mempersingkat waktu penyimpanan ASI sesuai dengan selera bayi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca