Pastikan Pertumbuhan Bayi Prematur Optimal, Ini Cara Ibu Memaksimalkan Pemberian ASI

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Memaksimalkan pemberian ASI pada bayi prematur sangatlah penting. Pasalnya, bayi prematur membutuhkan nutrisi lebih agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat layaknya bayi normal. Namun, menyusui bayi prematur merupakan tantangan bagi para ibu, apalagi jika bayi prematur harus ditempatkan di dalam inkubator.

Meskipun sulit, usahakan untuk tetap memberikan ASI kepada bayi Anda. Beberapa cara ini dapat Anda coba sehingga bayi prematur Anda tetap memperoleh manfaat ASI.

1. Memompa ASI lebih awal dan rutin

ASI hendaknya menjadi makanan utama untuk bayi prematur. Perkembangan sistem pencernaan bayi prematur belum sempurna, itu sebabnya ia membutuhkan makanan yang lebih mudah dicerna. ASI akan lebih mudah dicerna daripada susu formula.

Mengingat bayi prematur sangat membutuhkan asupan ASI yang cukup, penting bagi Anda untuk mengupayakan ASI yang tak hanya berlimpah tapi juga berkualitas.

Untuk melancarkan produksi ASI sesaat setelah melahirkan, Anda bisa memompa ASI  lebih awal. Menurut Very Well Family, idealnya Anda bisa memompa ASI 6 jam setelah persalinan.

Selanjutnya Anda perlu memompa ASI Anda lebih sering setidaknya 8 kali dalam sehari. Disarankan untuk memompa ASI setiap 2 sampai 3 jam sekali di siang hari dan setiap 3 dan 4 jam sekali di malam hari.

Penting bagi Anda untuk bersikap tenang dan tidak terlalu cemas, karena kondisi psikologis Anda akan berpengaruh terhadap kuantitas ASI yang Anda hasilkan.

2. Menyusui bayi prematur dengan alat bantu

Bayi prematur yang baru saja lahir, di usia kandungan 34 minggu misalnya, belum memiliki kemampuan untuk mengisap ASI dari payudara ibu.

Meskipun tidak bisa menyusui bayi prematur Anda secara langsung, si kecil tetap bisa mendapatkan asupan ASI secara rutin.

Bayi prematur membutuhkan alat bantu seperti selang yang dipasangkan pada hidung dan mulutnya yang akan mengalirkan ASI ke dalam tubuhnya. Selain itu, Anda juga tetap bisa menyusui bayi prematur tanpa harus memompa ASI lebih dahulu dengan menggunakan selang laktasi.

Selang ini akan menghubungkan puting susu Anda yang mengeluarkan ASI langsung kepada bayi Anda. Alat bantu ini akan membantu bayi prematur untuk terbiasa menyusui secara langsung dari payudara Anda nantinya.

3. Menerapkan teknik kangaroo mother care (KMC)

KMC atau perawatan kangguru sangat dianjurkan bagi bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Metode ini dapat meningkatkan harapan hidup bayi prematur dan bayi dengan berat lahir kurang dari 2 kg.

Hal ini disebabkan karena perawatan kanguru dapat mengontrol suhu bayi, mengurangi risiko infeksi, dan yang terpenting pada proses menyusui bayi prematur metode ini dapat membantu bayi menyusui secara langsung dan meningkatkan pemberian ASI.

Teknik menyusui bayi prematur pada KMC disebut kangaroo nutrition. Teknik ini dapat dilakukan dengan memasukkan bayi ke dalam baju ibu dan diletakkan tepat di bagian dada, sehingga kulit ibu langsung bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi sebaiknya tidak memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Posisi bayi kemudian diamankan dengan kain pengikat atau kain panjang sehingga bayi tidak jatuh ketika ibu bergerak. Perawatan metode kangguru sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terus-menerus.

4. Posisi duduk untuk menyusui bayi prematur di rumah

Posisi menyusui bayi prematur akan sangat berbeda dengan posisi menyusui bayi yang lahir dalam usia normal. Bayi prematur lebih mudah mengantuk saat menyusui, beberapa bahkan belum cukup kuat untuk bisa menyusu dalam jumlah banyak.

Untuk membuat bayi Anda tetap terjaga dan tetap mudah mencapai payudara Anda, cobalah posisi menyusui dengan mendudukkan bayi pada pangkuan Anda, bukan menggendongnya.

Topang dengan erat bagian kepala dan bahunya dengan salah satu tangan yang jarang Anda gunakan. Sementara tangan yang lain, yang kerap digunakan untuk beraktivitas, bisa digunakan untuk menopang dagu atau pipi bayi Anda.

Jika bayi prematur akan terus mendapatkan asupan ASI secara eksklusif, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak multivitamin dan zat besi.  

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 6, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 24, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca