Pentingnya Memberi ASI untuk Bayi Prematur

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Bayi lahir prematur atau bayi yang lahir sebelum usia kandungan ibu mencapai 37 minggu memiliki kemampuan dan perkembangan yang belum baik dibandingkan dengan bayi lahir cukup umur. Bayi prematur biasanya langsung ditempatkan di inkubator untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kemampuan bayi prematur yang masih terbatas dan tempat bayi yang jauh dari ibunya ini merupakan dua hal yang dapat menyulitkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya.

Apakah bayi prematur bisa diberi ASI?

Beberapa ibu mungkin kesulitan memberikan ASI untuk bayinya yang prematur. Namun, memberikan ASI ke bayi prematur justru memiliki banyak manfaat bagi bayi.

ASI atau air susu ibu merupakan makanan pertama bayi yang dibutuhkan oleh setiap bayi. Sama seperti bayi lahir cukup umur, bayi prematur juga membutuhkan ASI sebagai energi pertama yang masuk ke tubuhnya setelah lahir. ASI penting diberikan kepada bayi prematur karena ASI dapat membantu perkembangan sistem pencernaan bayi yang belum matang dan melindunginya dari berbagai infeksi. ASI juga mengandung hormon dan faktor pertumbuhan yang membantu pertumbuhan bayi. Selain itu, ASI juga dapat membantu perkembangan otak bayi.

ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula. Bayi prematur yang diberi susu formula berisiko untuk terkena necrotising enterocolitis, yaitu kondisi di mana bagian dari usus mengalami nekrosis (kematian jaringan). Oleh karena itu, bayi prematur lebih baik diberikan ASI daripada susu formula. Sebisa mungkin usahakan bayi menerima ASI sebagai makanan pertamanya, walaupun banyak hal menghalangi.

Memompa ASI untuk bayi prematur

Menyusui bayi prematur mungkin tidak mudah dilakukan. Beberapa bayi yang lahir sebelum usia kandungan 34 minggu mungkin belum mampu mengisap ASI dari payudara ibu, tetapi ia tetap membutuhkan ASI. Ibu tetap bisa memberikan ASI-nya dengan cara memompa ASI dan menempatkannya di botol susu untuk diminumkan kepada bayinya.

Memompa ASI dapat membantu kelancaran produksi ASI ibu. Sebaiknya ibu berada di samping bayi ketika sedang memompa ASI. Hal ini dapat membuat ibu dan bayi melepaskan hormon yang mendorong tubuh ibu untuk memproduksi ASI.

Pompalah ASI sesering mungkin, setidaknya 8 sampai 10 kali dalam sehari, termasuk sekali di malam hari. Memompa ASI secara teratur membantu tubuh Anda memproduksi ASI dengan lancar dan mencegah ibu mengalami mastitis (infeksi pada payudara). Usahakan untuk tidak membuat jeda antara waktu menyusui terlalu lama, yaitu tidak lebih dari 3 jam saat siang hari dan tidak lebih dari 5-6 jam pada malam hari.

ASI pertama yang keluar dari payudara ibu atau biasa disebut dengan kolostrum memiliki kandungan zat gizi yang sangat kaya dan diperlukan bagi bayi baru lahir. Sangat baik untuk memberikan bayi kolostrum segera setelah lahir karena hal ini dapat memperlancar produksi ASI selanjutnya.

Kapan bayi prematur siap menyusu langsung di payudara ibu?

Beberapa bayi prematur mungkin tidak bisa langsung menyusu di payudara ibu, mereka masih membutuhkan bantuan melalui botol susu. Ini tergantung dari usia kandungan ibu ketika bayi lahir dan kesehatan bayi.

Tunggu bayi sampai siap menyusu di payudara ibu. Ini akan memakan waktu lama, bertahap dan secara perlahan. Saat pertama kali bayi menyusu di payudara ibu, mungkin bayi belum mampu mengisap payudara ibu dengan benar dan ibu akan merasa kesakitan. Namun, ibu harus sabar, tetap ajarkan bayi sampai bisa untuk menyusu di payudara ibu.

Metode kangguru mungkin lebih baik dari inkubator

Terdapat metode yang dapat membantu bayi lebih cepat berhasil menyusu ASI langsung di payudara ibu. Metode ini bernama metode kangguru. Metode kangguru dilakukan dengan cara bayi diletakkan di dalam baju ibu tepat di bagian dada ibu sehingga kulit ibu langsung bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi juga tidak memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya dipakaikan popok.

Metode kangguru membantu bayi lebih cepat mampu menyusu di payudara ibu dan juga membantu ibu lebih banyak memproduksi ASI. Memeluk bayi di dada ibu dan bersentuhan kulit dengan ibu membuat bayi lebih hangat dan nyaman, serta kontak antara kulit ibu dan bayi dapat membuat ikatan yang erat antara ibu dan bayi.

Bahkan metode kangguru dianggap lebih baik untuk bayi prematur dibandingkan dengan bayi prematur ditempatkan dalam inkubator. Dilansir dari International Breastfeeding Centre, sebenarnya bayi prematur akan lebih baik jika kontak kulit dengan ibunya dibandingkan dengan ditempatkan dalam inkubator. Bayi prematur akan memiliki sistem metabolik yang lebih stabil saat kontak kulit dengan ibunya. Metode kangguru dapat membantu napas bayi lebih stabil, tekanan darah lebih normal, bayi lebih dapat mengatur kadar gula darahnya, dan temperatur tubuh bayi lebih normal.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca