Mengenal Jenis-jenis Lepuhan Payudara yang Kerap Terjadi Saat Menyusui

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Menyusui seharusnya tidak menyakitkan. Namun bagi sebagian ibu baru, menyusui terkadang terasa sakit. Kalau rasa sakit muncul pada beberapa saat pertama ketika bayi baru lahir mulai menyusui, hal ini masih wajar. Namun, kalau payudara atau puting susu masih terasa sakit setelah beberapa kali menyusui, pasti ada sesuatu yang salah. Salah satu gangguan proses menyusui adalah adanya lepuhan atau lecet pada payudara atau puting yang dikenal dengan sebutan blister. Lepuhan (blister) adalah munculnya kantung kecil berisi cairan yang terbentuk di lapisan atas kulit yang rusak. Ada beberapa jenis lepuhan payudara dan puting. Berikut ulasannya.

Jenis lepuhan payudara dan puting

Lepuh gesek (friction blister)

Lepuh gesekan terbentuk dari gesekan atau tekanan terhadap kulit Anda. Saat menyusui, lepuh gesekan bisa terjadi pada payudara atau puting susu. Penyebab lepuh gesekan meliputi:

  • Bila mulut bayi Anda tidak menempel ke payudara Anda dengan benar, ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan payudara Anda dan puting susu. Hal ini juga bisa menyebabkan lepuh gesekan muncul di bibir bayi Anda.
  • Penggunaan pompa ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada payudara Anda. Bila pompa tidak sesuai dengan Anda, atau isapan pompa diatur terlalu tinggi, dapat menyebabkan lepuhan pada payudara Anda.
  • Jika Anda menggunakan nipple shields dan breast shells, lepuhan bisa terbentuk di puting susu Anda.
  • Menggunakan bra menyusui yang tidak sesuai. Bra menyusui atau bra yang terlalu ketat bisa membuat payudara terasa kebas. Begitu juga dengan bra yang longgar dan tidak cukup menopang payudara. Karenanya, pilih bra yang ukurannya pas. Agar bra Anda bisa menopang beban payudara dengan mantap, Anda bisa memakai bra khusus menyusui yang ada kawatnya.

Lepuh susu (milk blister)

Lepuh susu atau disebut juga dengan bleb, merupakan jerawat yang nampak jelas dan berisi cairan. Jika area kulit di sekitar lepuhan ditekan, kulit di atas luka yang berisi cairan akan menonjol. Lepuh susu juga bisa menyumbat saluran susu, walaupun tidak selalu demikian. Lepuh susu ini timbul akibat kulit yang tumbuh di atas saluran susu. Kemudian sejumlah kecil Air Susu Ibu (ASI) biasanya menumpuk di belakang milk blister. Meski kondisi ini akan sembuh dalam beberapa hari atau minggu, tapi tetap saja membuat Anda tidak nyaman saat menyusui.

Lepuh darah (blood blister)

Lepuh darah adalah sejenis lecet di kulit yang berkembang menjadi kantung kecil berisi cairan darah dari pembuluh darah di bawah permukaan kulit yang lecet tersebut. Jenis lepuhan ini bisa muncul saat mulut bayi tidak menempel dengan benar pada payudara ibu atau seorang ibu yang menggunakan pompa ASI yang kurang pas atau pelindung puting susu.

Bolehkah tetap menyusui jika memiliki lepuhan payudara?

Lepuh pada puting susu bukanlah alasan untuk berhenti menyusui bayi Anda. Jika lepuhan hanya menimpa salah satu payudara Anda, maka aman untuk menyusui bayi dengan payudara yang tidak memiliki lepuh. Namun, bila lepuhan terjadi pada kedua payudara, Anda dapat menunggu sampai lepuhan disembuhkan dan dokter mengatakan aman untuk menyusui kembali.

Sementara itu, untuk menjaga pasokan ASI dan mencegah pembengkakan payudara, pompalah payudara. Jika luka tersebut merupakan luka herpes, Anda bisa buang susu hasil pompa tersebut. Pastikan menggunakan pompa yang telah memenuhi standar kesehatan dan pilih mulut pompa dengan ukuran yang sesuai dengan puting. Konsultan laktasi dapat membantu memastikan Anda menggunakan pompa dengan benar.

Jika langkah perawatan di rumah tidak bisa mengobati lepuhan atau blister dan membuat menyusui menjadi begitu menyakitkan, segera periksakan diri kepada dokter atau seorang konsultan laktasi untuk mencari tahu penyebab pasti kemunculan lepuhan ini beserta solusi yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca