Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Ketika produksi ASI cukup berlimpah atau ingin menyimpan persediaan stok ASI di rumah, Anda bisa memompa ASI dan kemudian menyimpannya. Akan tetapi, lama waktu penyimpanan ASI bisa berbeda-beda tergantung dari tempat yang digunakan. Supaya simpanan ASI untuk bayi bisa tetap awet, mari cari tahu waktu penyimpanan idealnya.

Berapa lama waktu penyimpanan ASI?

Cara termudah untuk memberikan ASI kepada bayi yakni dengan menyusuinya secara langsung. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang tidak mendukung ibu untuk menyusui si kecil secara langsung dari payudara.

Sebagai gambaran, saat ibu harus bekerja, bayi lahir prematur yang belum memiliki kemampuan menyusu yang optimal, atau bayi maupun ibu harus dirawat di rumah sakit.

Beberapa kondisi tersebut mau tidak mau membuat ibu harus memerah ASI-nya untuk diberikan kepada bayi melalui botol dot.

Jika ingin menyediakan stok ASI di rumah agar bisa diberikan kepada bayi kapan pun, Anda bisa memompa ASI menggunakan pompa ASI elektrik maupun manual.

Setelah berhasil dipompa, ASI perah harus disimpan untuk menjaga agar kualitasnya tetap baik sampai nantinya diberikan kepada bayi.

Maka itu, Anda butuh tempat khusus untuk menyimpan ASI. Tempat penyimpanan ASI tersedia dalam berbagai macam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, masing-masing tempat memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi. Itu sebabnya, penting untuk memahami waktu ideal penyimpanan ASI agar bisa diberikan pada bayi di saat yang tepat.

Berikut aturan waktu penyimpanan ASI berdasarkan tempat yang digunakan:

1. Suhu ruang

Sumber: Flo Health

Suhu ruang yang dimaksud di sini merupakan ruangan biasa di mana Anda meletakkan ASI perah. Entah itu menyimpan ASI di dapur, ruang makan, ruang tidur, dan lain sebagainya.

Temperatur atau suhu ruang yang ideal untuk menyimpan ASI yakni maksimal 25 derajat Celcius. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika baru selesai dipompa, lama waktu penyimpanan ASI perah yang diletakkan pada suhu ruang yakni sampai dengan 4 jam.

Sebenarnya, ASI masih bisa diberikan untuk bayi dalam kurun waktu 6 jam setelah diperah. Hanya saja, untuk memastikan kualitasnya senantiasa optimal alangkah baiknya menggunakan ASI tersebut kurang dari 4 jam.

Sementara itu, ASI beku yang disimpan pada suhu ruang hanya bisa tahan selama 1-2 jam.

2. Cooler box

Sumber: Very Well Family

Cooler box merupakan kotak pendingin yang biasanya dilengkapi oleh es batu yang dibungkus atau gel pendingin di dalamnya. Lama waktu penyimpanan ASI perah di dalam cooler box bisa tetap awet selama jangka waktu 1 hari sejak pertama kali disimpan.

Lebih dari itu, kualitas ASI bisa menurun dan kurang optimal seperti saat pertama kali disimpan.

3. Kulkas

Sumber: Very Well Family

Idealnya, kulkas yang digunakan untuk menyimpan ASI harus memiliki suhu 4 derajat Celcius atau di bawah itu. Namun, sebaiknya tidak lebih dari 10 derajat Celcius.

Di dalam kulkas, ASI bisa bertahan yaitu sekitar 5-8 hari. Jika ingin kualitas ASI lebih optimal saat diberikan pada bayi, Anda bisa membatasi lama penyimpanan ASI maksimal sampai 3 hari saja.

Sementara itu, lama penyimpanan ASI perah beku yang dipindahkan dari freezer ke kulkas bisa disimpan selama 12-24 jam.

4. Freezer dengan kulkas

Sumber: La Leche League

Ada dua jenis freezer ASI yang biasa digunakan. Pertama yakni freezer beserta kulkas, dan kedua freezer saja tanpa kulkas.

Freezer yang memiliki kulkas dibagi lagi menjadi dua jenis dengan lama waktu penyimpanan ASI yang berbeda, meliputi:

Lama penyimpanan ASI di freezer dengan kulkas satu pintu

Freezer dan kulkas yang hanya memiliki satu pintu juga terdiri atas satu ruang penyimpanan saja. Bagi Anda yang memiliki tempat penyimpanan ASI dengan freezer dan kulkas satu pintu, ASI bisa disimpan yakni 2 minggu.

Lama waktu penyimpanan ASI pada freezer dan kulkas satu pintu cenderung lebih singkat ketimbang freezer dan kulkas dua pintu.

Ini karena ketika Anda ingin membuka dan mengambil makanan atau minuman di kulkas otomatis freezer juga akan ikut terbuka karena memiliki pintu yang sama.

Nah, terlalu sering membuka dan menutup pintu freezer dengan kulkas dapat memengaruhi lama waktu penyimpanan ASI.

Ada baiknya, Anda meletakkan penyimpanan ASI di bagian belakang freezer guna membuatnya awet dan tahan lama.

Lama penyimpanan ASI di freezer dengan kulkas dua pintu

Menyimpan ASI di dalam freezer dan kulkas yang memiliki dua pintu terpisah bisa lebih awet. Ini karena saat membuka pintu kulkas pintu freezer tidak ikut terbuka.

Jadi, akan lebih sedikit terkena udara dari luar yang mungkin masuk ke dalam freezer. Penyimpanan ASI perah pada freezer dengan kulkas yang memiliki pintu terpisah bisa awet selama 3-4 bulan.

5. Freezer

Tak jauh berbeda dengan freezer yang dilengkapi kulkas, freezer tanpa kulkas juga memiliki dua jenis berbeda. Oleh karena itu, lama penyimpanan air susu ibu yang telah diperah di dalam freezer saja juga tidak sama dengan freezer yang memiliki kulkas.

Berikut dua jenis freezer tanpa kulkas:

Lama penyimpanan ASI di  freezer upright

cara menyimpan ASI

Freezer upright merupakan jenis freezer dengan pintu yang dibuka ke depan seperti membuka kulkas atau lemari pada umumnya.

Di sini, ASI bisa tahan selama 6 bulan dengan suhu freezer minimal -18 derajat Celcius.

Lama penyimpanan ASI di chest freezer

Sumber: Lil Room of Mine

Chest freezer biasa juga disebut sebagai freezer box. Ini merupakan jenis freezer yang dibuka ke atas dan sering Anda temui di toko maupun pasar swalayan.

Chest freezer biasanya memiliki waktu penyimpanan ASI yang hampir sama dengan freezer upright bahkan bisa lebih lama lagi.

Ketahanan penyimpanan ASI pada chest freezer bisa awet selama 6-12 bulan dengan suhu minimal -20 derajat Celcius.

Hindari menyimpan ASI lebih dari aturan waktu yang disarankan

freezer ASI

Penyimpanan ASI perah yang lebih lama dari tenggat waktu idealnya berisiko membuat kualitasnya menurun dan tidak sebagus saat pertama kali disimpan. Salah satu efeknya yaitu warna ASI berubah tidak seperti biasanya.

Berdasarkan Academy of Breastfeeding Medicine, kandungan vitamin C di dalam ASI perah yang disimpan lebih dari waktu normalnya bisa semakin menurun.

Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk memberikan ASI perah yang telah disimpan pada bayi sesuai dengan waktu dan tanggal penyimpanannya.

Usahakan untuk selalu memberikan keterangan waktu dan tanggal ketika ASI perah tersebut disimpan. Dengan begitu, Anda tahu ASI perah mana yang harus digunakan terlebih dahulu (first in first out) sesuai dengan lama waktu penyimpanan.

Sementara itu, jika ASI perah beku dari freezer sudah dicairkan di dalam kulkas lebih dari 24 jam, sebaiknya buang ASI tersebut.

Pasalnya, kualitas ASI sudah tidak terlalu baik untuk diberikan pada bayi. Begitu pula ketika ASI perah dibiarkan lama berada di suhu ruang, entah dipompa langsung dari payudara atau dikeluarkan dari tempat penyimpanan.

Sebaiknya buang ASI perah yang sudah 2 jam berada di suhu ruang karena berisiko telah terkontaminasi oleh bakteri. Hindari juga untuk membekukan ASI perah yang sudah mencair atau dipanaskan sebelumnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 2, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca