Menghangatkan ASI Perah Beku Tidak Boleh Asal! Begini Langkah yang Perlu Diperhatikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Jika produksi ASI sangat berlimpah, atau Anda menyusui sembari bekerja, metode pompa ASI dan kemudian menyimpannya mungkin akan sangat berguna bagi Anda. ASI perah yang telah disimpan tersebut nantinya bisa awet dalam jangka waktu tertentu sampai diberikan pada bayi. Sebelum akhirnya diminum si kecil, penting untuk memahami cara tepat memanaskan ASI perah. Nah, berikut panduan cara menghangatkan ASI yang bisa Anda terapkan di rumah.

Cara memanaskan ASI di dalam air hangat

Setelah mengerti langkah demi langkah dalam menyimpan ASI di berbagai tempat penyimpanan, Anda juga harus tahu cara memanaskan ASI. Ada berbagai tempat yang biasa digunakan untuk mengawetkan ASI perah.

Mulai dari kulkas, freezercooler box, hingga suhu ruang biasa. Masing-masing tempat penyimpanan tersebut memiliki cara menghangatkan ASI yang berbeda-beda, sebelum kemudian diberikan dan diminum oleh bayi.

Secara umumnya, sebenarnya ASI perah beku (thawing) bisa dihangatkan menggunakan air dari panci yang telah dimasak, maupun menggunakan alat penghangat.

Jika Anda ingin memanaskan atau menghangatkan ASI di dalam panci berisi air hangat, begini panduan cara yang perlu diperhatikan:

1. Pilih ASI yang lebih awal disimpan

mencairkan asi beku

Jika Anda sudah banyak menyimpan ASI dalam pendingin, sebaiknya pilih ASI yang sudah lama berada di dalam pendingin untuk dipakai terlebih dahulu. Cara memanaskan ASI yang pertama ini sesuai dengan prinsip first in first out (FIFO).

Artinya, keluarkan atau gunakan ASI yang telah disimpan lebih dulu secara berurutan, dan jangan mengeluarkan ASI yang baru saja disimpan. Oleh karena itu, sebaiknya beri label berisi keterangan waktu dan tanggal penyimpanan sebelum menyimpan ASI.

Agar lebih aman, gunakan spidol yang tidak mudah hilang untuk menulis keterangan pada label di botol atau kantung penyimpanan ASI.

Dengan memberi tanggal pada ASI, Anda jadi tahu sudah berapa lama ASI disimpan dan yang mana yang harus Anda pakai terlebih dahulu.

2. Perhatikan cara mencairkan ASI perah beku

cara menyimpan ASI

Mencairkan ASI beku ada caranya tersendiri. Hal ini diterapkan guna mempertahankan nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI beku. Cara yang benar dalam mencairkan ASI beku, yaitu:

ASI yang disimpan di dalam freezer

Hindari langsung mencairkan ASI perah beku dari freezer. ASI beku yang disimpan di dalam freezer harus dipindahkan ke bagian bawah kulkas atau refrigerator terlebih dahulu.

Waktu yang diperlukan untuk mencairkan ASI perah beku di dalam kulkas yakni sekitar 24 jam alias 1 hari. Cara lainnya, Anda juga bisa mencairkan ASI beku dengan mengalirkan air dingin pada wadah ASI beku, yang kemudian diikuti dengan merendam di air hangat sekitar 10-15 menit atau lebih. Hindari mencairkan ASI beku dalam suhu ruangan.

ASI yang disimpan di dalam kulkas

Berbeda dengan ASI perah yang disimpan di dalam freezer, jika Anda menyimpannya di kulkas, ASI bisa langsung dihangatkan.

Cara memanaskan ASI perah beku dari freezer yang kemudian dipindah ke dalam kulkas. dan ASI perah yang disimpan di dalam kulkas, nantinya akan sama.

3. Gunakan air hangat untuk mencairkan ASI beku

Sumber: Exclusive Pumping

Jika Anda membutuhkan ASI dalam waktu cepat, cara memanaskan ASI beku bisa dengan bantuan air hangat. Tempatkan botol atau kantung ASI beku dalam wadah lebih besar yang berisi air hangat.

Ingat, suhu air harus hangat yakni kurang dari 37°C, dan bukan air panas. Jangan mencairkan susu dalam air yang sangat panas atau dalam microwave.

Selain itu, jangan pernah sesekali merebus ASI yang beku langsung di atas kompor. Ini karena suhu yang sangat panas dapat menghilangkan nutrisi dan merusak antibodi yang terkandung di dalam ASI, sehingga menjadi percuma saat diberikan untuk bayi.

Supaya lebih aman, begini cara tepat untuk menghangatkan ASI perah beku:

  • Ambil ASI dari lemari es atau kulkas.
  • Panaskan atau masak air sampai cukup hangat menggunakan kompor, kemudian tuang air tersebut ke dalam mangkuk, baskom, maupun wadah lainnya. Pastikan suhu air yang dimasak tidak sampai benar-benar panas.
  • Pindahkan ASI yang sudah cair ke botol ASI jika Anda sebelumnya menyimpan dalam kantong ASI.
  • Letakan botol Asi di dalam wadah yang sudah diisi air hangat. Selama proses ini berlangsung, pastikan ASI berada di dalam botol yang tertutup rapat.
  • Biarkan ASI perah di dalam air hangat selama kurang lebih 1-2 menit, atau setidaknya sampai ASI sudah tidak terlalu dingin lagi.
  • Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih dan botol ASI siap untuk diangkat dan dimasangkan puting dot pada botol.

3. Aduk ASI yang sudah mencair dengan perlahan

Setelah ASI cair, mungkin Anda akan melihat dua lapisan susu, yaitu lapisan lemak yang ada di atas dan lapisan cairan yang ada di bawahnya. Ini adalah hal yang normal terjadi.

Sebagai bagian dari cara memanaskan ASI, Anda bisa mengaduk ASI sebelum memberikannya pada bayi. Tujuannya agar kedua lapisan tersebut tercampur secara merata. Sebaiknya aduk ASI secara perlahan, dan hindari mengocoknya terlalu kuat.

4. Periksa kembali suhu ASI

Sumber: Healthline

Cara memanaskan ASI selanjutnya yakni dengan memeriksa suhu ASI terlebih dahulu, sebelum memberikannya kepada bayi. Anda bisa mengecek suhunya dengan menggenggam botol, maupun menuangkan sedikit ASI ke pergelangan tangan.

Jika suhu ASI sudah cukup hangat dan tidak panas, Anda bisa segera memberikannya pada si kecil. Akan tetapi, untuk mencegah masuknya kuman ke dalam ASI, hindari memasukkan jari ke dalam botol.

Cara memanaskan ASI dengan alat penghangat ASI elektrik

Sumber: Pregnant Mama Baby Life

Selain menghangatkan ASI secara langsung di dalam air yang telah dimasak, Anda juga bisa menggunakan alat penghangat ASI elektrik. Ketimbang merendam ASI perah di dalam air hangat, cara memanaskan ASI dengan menggunakan alat penghangat elektrik tentu jauh lebih mudah dan praktis.

Jika Anda ingin lebih cepat dan tidak mau repot, penggunaan alat penghangat elektrik bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Dengan alat ini, proses pemanasan ASI perah hanya memakan waktu sekitar 3-5 menit saja tergantung kemampuan alat.

Cara menghangatkan ASI beku menggunakan alat elektrik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan manual atau diletakkan di dalam wadah berisi air hangat.

Secara garis besarnya, berikut cara memanaskan ASI dengan alat elektrik:

  1. Pilih ASI dari yang paling lama disimpan atau sesuai dengan tanggal penyimpanannya.
  2. Jika ASI berasal dari freezer, simpan dulu di kulkas selama 24 jam sampai agak mencari. Namun, jika ASI sebelumnya berada di kulkas, Anda bisa langsung menghangatkannya.
  3. Anda bisa memindahkan ASI perah ke dalam botol jika sebelumnya berada di dalam kantung ASI. Bila sudah ada di dalam botol, Anda bisa langsung menghangatkannya.
  4. Gunakan alat penghangat ASI elektrik dengan cara meletakkan botol berisi ASI perah dingin di bagian tengah alat.
  5. Tentukan suhu akhir ASI yang Anda inginkan, dan gunakan alat penghangat elektrik sesuai instruksinya.

Masing-masing alat penghangat elektrik biasanya memiliki cara menghangatkan ASI yang berbeda-beda. Pastikan Anda sudah membaca dan memahami prosedur penggunaan alat ini.

Bolehkah menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI?

makanan tak boleh dipanaskan di microwave

Sekarang, Anda tentu telah mengerti bahwa cara menghangatkan ASI bisa dengan manual maupun elektrik. Manual di sini artinya menggunakan kompor atau microwave untuk menghangatkan air, kemudian air tersebut yang digunakan untuk merendam ASI perah dingin.

Sama halnya dengan aturan yang tidak memperbolehkan Anda untuk merebus ASI beku secara langsung di atas kompor, menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI juga dilarang.

Lagi-lagi kecuali, jika Anda hanya menggunakan microwave untuk memanaskan air yang nantinya digunakan untuk merendam ASI beku. Hal ini disebabkan karena ASI beku yang dihangatkan dalam suhu terlalu panas dapat membuatnya rusak, sehingga zat gizi dan antibodi yang terkandung dalam ASI bisa hilang.

Bahkan, suhu maksimal untuk memanaskan ASI adalah hanya sebesar 38-40 derajat Celcius. Jika ASI dipanaskan dengan suhu di atas 40 derajat Celcius, zat gizi dan antibodi sebagai kandungan ASI bisa menurun.

Memanaskan ASI dengan air sangat panas atau di dalam microwave juga dapat menciptakan hot spot atau bagian panas dalam ASI. Akibatnya, mulut bayi bisa terbakar karena terlalu panas.

Hindari membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan

freezer ASI

ASI beku yang sudah dicairkan dapat bertahan sampai 24 jam di dalam kulkas dan hanya bertahan sampai 4 jam dalam suhu ruang. Jika ASI beku sudah cair tapi tidak jadi terpakai, sebaiknya jangan membekukan ASI kembali. ASI yang sudah diberikan pada bayi dan tidak habis hanya dapat bertahan sekitar 1-2 jam.

Jika bayi tidak segera menghabiskan ASI perah yang telah dihangatkan dan sudah melebihi batas waktu yang disarankan. Ada baiknya untuk dibuang dan jangan dihangatkan maupun dibekukan kembali.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca