Cara yang Benar untuk Mencairkan ASI Beku

Oleh

Jika Anda bekerja atau jika produksi ASI Anda sangat banyak, metode memompa ASI dan menyimpannya dalam pendingin mungkin sangat berguna bagi Anda. ASI dipompa dengan alat khusus, ditempatkan dalam botol, diberi tanggal, kemudian disimpan dalam freezer atau pendingin. Anda bisa menggunakan ASI yang telah disimpan tersebut di kemudian hari.

Bagaimana cara mencairkan ASI yang telah membeku?

Berikut ini merupakan panduan bagaimana cara mencairkan ASI beku yang telah disimpan dalam pendingin.

1. Pilih ASI yang lebih awal disimpan

Jika Anda sudah banyak menyimpan ASI dalam pendingin, sebaiknya pilih ASI yang sudah lama berada di dalam pendingin untuk dipakai terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan prinsip FIFO (first in first out), di mana Anda harus mengeluarkan atau memakai ASI yang dimasukkan lebih dulu.

BACA JUGA: 5 Cara Tetap Memberikan ASI Eksklusif Meski Ibu Bekerja

Untuk itu, sebaiknya sebelum menyimpan ASI, Anda harus memberi tanggal pembuatannya terlebih dahulu. Tulis tanggal saat ASI disimpan dengan spidol yang tidak mudah hilang. Dengan memberi tanggal pada ASI, Anda tahu sudah berapa lama ASI disimpan dan yang mana yang harus Anda pakai terlebih dahulu. ASI yang disimpan dalam freezer dengan suhu -15°C dapat bertahan sampai dengan 2 minggu.

2. Jangan sembarangan dalam mencairkan ASI beku

Mencairkan ASI beku ada caranya tersendiri. Hal ini diterapkan guna mempertahankan nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI beku. Cara yang benar dalam mencairkan ASI beku, yaitu:

  • ASI beku yang disimpan dalam freezer sebaiknya dipindahkan ke bagian bawah kulkas atau refrigerator yang mempunyai suhu lebih tinggi. Anda mungkin membutuhkan waktu selama beberapa jam atau dalam semalam (24 jam) untuk mencairkan ASI yang beku dalam refrigerator. Atau, Anda juga bisa mencairkan ASI beku dengan mengalirkan air dingin pada wadah ASI beku, yang kemudian diikuti dengan mengalirkan air hangat.
  • Jika Anda membutuhkan ASI dalam waktu cepat, cairkan ASI beku dengan bantuan air hangat. Tempatkan wadah yang berisi ASI beku dalam wadah lebih besar yang berisi air hangat. Ingat, air hangat (kurang dari 37°C) bukan air panas. Jangan mencairkan susu dalam air yang sangat panas atau dalam microwave. Juga, jangan sesekali merebus ASI yang beku. Suhu yang sangat panas dapat menghilangkan nutrisi dan merusak antibodi yang terkandung dalam susu, sehingga menjadi percuma jika diberikan untuk bayi Anda. Memanaskan susu dengan air sangat panas atau dalam microwave juga dapat menciptakan hot spot atau bagian panas dalam ASI, sehingga mulut bayi bisa terbakar.

BACA JUGA: Panduan Menyimpan ASI Agar Tetap Awet

3. Kocok ASI yang sudah mencair dengan perlahan

Setelah ASI cair, mungkin Anda akan melihat dua lapisan susu, yaitu lapisan lemak yang ada di atas dan lapisan cairan yang ada di bawahnya. Ini adalah hal yang normal terjadi. Untuk menggabungkan kedua lapisan tersebut, Anda perlu mengaduk susu atau mengocok botol susu bayi sebelum memberikannya pada bayi Anda. Kocok dengan lembut, jangan mengocoknya terlalu kuat.

4. Jangan membekukan lagi ASI yang sudah dicairkan

ASI beku yang sudah dicairkan dapat bertahan sampai 24 jam di dalam kulkas dan hanya bertahan sampai 4 jam dalam suhu ruang. Jika ASI beku sudah cair tapi tidak jadi terpakai, sebaiknya jangan membekukan ASI kembali. ASI beku yang sudah cair dan lebih dari 24 jam tidak terpakai, sebaiknya segera dibuang.

ASI yang sudah diberikan pada bayi dan tidak habis hanya dapat bertahan sampai 1-2 jam. Jika bayi tidak segera menghabiskannya, maka sebaiknya ASI juga dibuang (jangan dibekukan lagi).

Apakah ASI bisa rusak jika tidak dihangatkan dengan benar?

Banyak teori yang telah mengatakan bahwa jangan menghangatkan ASI beku dalam microwave, dipanaskan dengan kompor atau direbus, atau dicelupkan dalam air panas. ASI beku yang dihangatkan terlalu panas dapat menyebabkan ASI rusak, nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI bisa hilang.

Bahkan, suhu maksimal untuk memanaskan ASI adalah hanya sebesar 40°C, yang bagi kita tidak terlalu hangat. Jika ASI dipanaskan dengan suhu di atas 40°C, maka nutrisi dan antibodi yang ada di dalamnya bisa mulai menurun.

BACA JUGA: Ternyata, Bayi yang Baru Lahir Belum Punya Sistem Imun Sendiri

Sumber
Yang juga perlu Anda baca