×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Hati-hati, Ini Bahaya Bedak Bayi untuk Si Buah Hati

Oleh Data medis direview oleh dr. Le Thi My Duyen.

Ketika mengganti popok bayi Anda, mungkin secara otomatis Anda menggunakan bedak bayi. Atau sehabis memandikan si buah hati, Anda tak lupa untuk memberi bedak bayi pada sekujur tubuh bayi Anda. Bedak bayi memang baunya harum dan bisa membuat kulit si kecil jadi terasa lebih halus. Itulah mengapa kebiasaan memberikan bedak pada bayi atau anak kecil sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Namun, akhir-akhir ini muncul kekhawatiran soal bahaya bedak bayi. Risiko yang mungkin ditimbulkan pun cukup serius, mulai dari masalah pernapasan sampai kanker. Untuk menghindari berbagai risiko tersebut, baca terus penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apakah bayi sebenarnya butuh bedak bayi?

Umumnya bedak bayi banyak digunakan oleh orangtua untuk menjaga agar area pantat bayi tetap kering dan harum. Hal ini dilakukan guna mencegah ruam popok. Selain itu, bedak bayi juga biasanya digunakan setelah si kecil dimandikan supaya tetap segar dan harum. Namun, bayi Anda ternyata tidak membutuhkan bedak. Kulit si kecil yang masih sangat rentan justru sebaiknya dibiarkan dalam kondisi alamiahnya, tanpa diberi tambahan bahan-bahan kimia yang berisiko bagi kesehatannya. Dokter spesialis anak dan badan kesehatan di seluruh dunia seperti American Academy of Pediatrics juga sebenarnya tidak menyarankan penggunaan bedak bayi, khususnya pada bayi yang baru lahir. Ini karena bahaya bedak bayi lebih besar dari manfaatnya.  

Bahaya bedak bayi untuk buah hati Anda

Anda mungkin belum pernah mendengar anjuran dari dokter untuk rutin memberikan bedak bayi pada si kecil. Akan tetapi, penggunaan bedak bayi sangatlah populer. Ini karena sejak dulu bedak bayi diiklankan secara agresif oleh para produsen bedak. Karena sering melihat iklan tersebut, orang-orang pun jadi merasa bahwa menggunakan bedak bayi adalah hal yang wajar, bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Jika Anda sering menggunakan bedak bayi untuk si buah hati, baca dulu beberapa risikonya berikut ini sebagai pertimbangan.

Masalah pernapasan

Bedak bayi terdiri dari partikel-partikel sangat halus yang mudah menyebar dan terbawa udara. Partikel tersebut bisa terhirup oleh bayi Anda. Karena paru-paru dan sistem pernapasan bayi belum sekuat orang dewasa, partikel yang terhirup lebih berisiko menimbulkan masalah pernapasan, terutama jika sudah terlalu banyak partikel yang mengendap dalam sistem pernapasan buah hati Anda.  

Kulit kering dan iritasi

Meski banyak orangtua menggunakan bedak bayi untuk melindungi kulit dari iritasi, ruam popok, dan keringat berlebih, bedak justru bisa memicu masalah-masalah tersebut. Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga bahan-bahan kimia dalam bedak seperti talkum dan pewangi berisiko menyebabkan iritasi. Selain itu, bedak bayi akan menyerap kelembapan alami kulit bayi sehingga kulit si kecil bisa terasa kering dan gatal. Hati-hati juga saat menggunakan bedak bayi untuk mengobati ruam popok. Bedak yang dibuat dari tepung jagung berisiko memperparah ruam karena bisa menimbulkan infeksi ragi.

Kanker

Mungkin Anda pernah dengar soal bahaya bedak bayi yang dibuat dari talkum. Bedak dari talkum mengandung bahan-bahan kimia seperti silikon dan asbestos yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Menurut American Cancer Society, bedak dari talkum bisa meningkatkan risiko kanker indung telur dan kanker paru pada orang dewasa. Saat ini memang belum diketahui kasus kanker pada bayi karena penggunaan bedak, namun sebaiknya Anda tetap waspada terhadap penggunaannya.

Yang harus diperhatikan saat menggunakan bedak bayi

Beberapa bayi lebih rentan terhadap bahaya bedak bayi. Hati-hati kalau bayi Anda lahir prematur, punya penyakit jantung bawaan, atau mewarisi masalah pernapasan seperti asma atau pernah terjangkit virus sinsisial pernapasan (RSV). Apabila bayi Anda tidak rentan terhadap bahaya bedak bayi, Anda bisa menggunakannya dengan bijak. Perhatikan beberapa hal berikut untuk meminimalkan risiko bedak bayi pada si buah hati.  

1. Pilih bedak dari tepung jagung

Bahaya bedak bayi untuk pernapasan bisa diminimalkan dengan beralih ke bedak yang dibuat dari tepung jagung (cornstarch). Bedak bayi jenis ini partikelnya lebih besar sehingga kemungkinannya terhirup oleh bayi Anda lebih kecil. Selain itu, bedak dari tepung jagung juga bisa menghindari si buah hati dan Anda sendiri dari risiko kanker.

2. Rutin mengganti popok

Untuk menghindari area popok yang lembap, Anda sebaiknya sering mengganti popok bayi Anda. Setelah membersihkan area popok, biarkan dulu sampai kering dengan alami daripada membubuhkan terlalu banyak bedak bayi. Setelah itu, kenakan popok yang baru dengan sedikit saja bedak bayi.

3. Bersihkan sisa-sisa bedak pada kulit bayi

Jika bedak bayi mengendap dan tersisa di kulit, bayi Anda berisiko mengalami iritasi atau alergi. Maka, pastikan Anda selalu membersihkan sisa-sisa bedak yang menempel di kulit bayi setiap mengganti popok atau memandikan bayi.

4. Tuang di tangan terlebih dahulu

Jangan langsung menuangkan bedak di kulit bayi, terutama di dekat wajahnya. Partikel-partikel bedak akan jadi lebih mudah dihirup bayi. Sebaiknya tuang dulu bedak di tangan Anda, jauh dari si buah hati. Setelah itu ratakan di telapak tangan, baru tepuk-tepuk dengan sangat pelan pada kulit bayi Anda. Jika bayi Anda batuk-batuk atau sulit bernapas, segera hubungi layanan gawat darurat dan periksakan bayi Anda ke pusat kesehatan terdekat.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca