Epilepsi Pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan Ortu Terus Mendampingi Selama Pengobatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Epilepsi atau ayan adalah penyakit yang memiliki tanda berupa kejang berulang yang sering muncul tanpa penyebab. Kejang epilepsi terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan kejang atau terkadang hilang kesadaran. Epilepsi cukup banyak dialami anak-anak. Meski begitu, epilepsi pada anak dapat disembuhkan dengan minum obat. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan saat mendampingi si kecil menjalani pengobatan epilepsi?

Pengobatan epilepsi pada anak

kesalahan minum obat

Jika anak Anda mengalami kejang berulang hingga dua kali atau lebih pada waktu yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak Anda bisa dikatakan mengalami epilepsi. Pengobatan untuk epilepsi biasanya dimulai dengan obat-obatan untuk mencegah kejang, atau disebut dengan obat antiepilepsi.

Sebelum memulai pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk melihat otak bagian mana yang menjadi penyebabnya. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk melihat adakah penyebaran ke area lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi pada anak.

Semua itu bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi, dan menentukan perjalanan penyakit epilepsi di kemudian hari. Setiap anak akan merespon obat antiepilepsi dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, obat antiepilepsi akan diberikan bertahap.

Obat terus diberikan hingga anak bebas kejang

Awal pengobatan, dokter akan memberikan satu jenis obat epilepsi dengan dosis minimal. Jika kejang masih muncul, dokter akan menaikkan dosis secara bertahap sampai dosis optimal yang dapat mencegah kejang.

Dosis yang sudah tepat akan terus dipertahankan sampai dua tahun bebas kejang. Dosis juga akan disesuaikan jika terjadi kenaikan berat badan anak.

Jika satu jenis obat dengan dosis maksimal, tidak dapat mengendalikan kejang anak, dokter akan menambahkan obat antiepilepsi kedua. Atau menukar dengan jenis obat yang berbeda.

Namun, dengan dosis tepat dari obat yang tepat, sekitar 7 dari setiap 10 anak dengan epilepsi dapat mengendalikan kejangnya.

Jika obat antiepilepsi tidak berfungsi, ada beberapa pilihan pengobatan lain termasuk:

Tips pengobatan epilepsi pada anak

faktor penyebab epilepsi

Pengobatan epilepsi pada anak tentu bukanlah hal yang mudah. Orangtua perlu memerhatikan hal-hal demi membuat pengobatan epilepsi kian lancar dan si kecil cepat sembuh.

  • Jadwal minum obat. Jika obat harus diminum dua kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam. Demikian juga jika dosis obat tiga kali sehari, maka jarak minum adalah 8 jam. Berhenti minum obat tiba-tiba akan mengakibatkan timbulnya kejang.
  • Jika Anda lupa memberi obat, maka berikan sesegera mungkin ketika Anda ingat. Tanyakan pada dokter Abda apa yang harus dilakukan jika anak Anda lupa minum satu dosis obat.
  • Beritahu dokter Anda tentang obat lain yang sedang diminum anak Anda, termasuk vitamin, untuk mengetahui apakah obat tersebut memengaruhi kerja obat antiepilepsi. Karena beberapa obat seperti dekongestan, astosal dan obat herbal dapat berinteraksi dengan obat antiepilepsi.
  • Jangan mengganggu obat antiepilepsi sembarangan. Misal ganti obat merek paten ke obat generik tanpa konsultasi dengan dokter anak Anda. Karena perbedaan pemrosesan obat dapat memengaruhi metabolisme obat antiepilepsi dalam tubuh anak.
  • Anak dengan epilepsi sebaiknya memakai tanda pengenal.
  • Beritahukan guru anak Anda, jika obat antiepilepsi diminum ketika anak berada di sekolah.
  • Sediakan obat cadangan untuk dua minggu, menghindari kehabisan obat dadakan.
  • Simpan obat antiepilepsi di tempat yang sulit dijangkau anak Anda.
  • Untuk anak yang sudah besar, pasang alarm pengingat waktu minum obat yang dilengkapi dengan kotak obat.
  • Jika Anda dan anak sedang menginap di luar rumah, untuk memudahkan, bagi obat antiepilepsi ke dalam beberapa dosis untuk pemakaian seharí.
  • Penting untuk mengetahui dan mengenali pemicu kejang pada anak Anda sehingga serangan kejang bisa dihindari. Beberapa pemicu kejang yang sering dialami antara lain lupa minum obat, kurang tidur, terlambat atau lupa makan, stres fisik dan emosi, sakit atau demam, dosis obat antiepilepsi yang rendah dalam darah, cahaya yang berkedip-kedip yang dihasilkan komputer, televisi, telepon genggam.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

"Penderita epilepsi tidak boleh berenang." Apa pernyataan itu benar? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 2 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Segera Ciri-Ciri Epilepsi yang Paling Umum Terjadi

Banyak orang menyamakan kejang dan epilepsi. Padahal tidak semua kejang merupakan epilepsi. Begini ciri-ciri epilepsi yang khas dan perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Anak Pernah Kejang Sekali, Apakah Sudah Pasti Epilepsi?

Kejang pada anak pasti membuat orangtua khawatir, karena bisa jadi tanda epilepsi. Kapan anak didiagnosis epilepsi jika pernah mengalami kejang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 26 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Membuat Anda Berisiko Mengalami Epilepsi

Tumor otak atau stroke dapat menjadi faktor penyebab epilepsi, karena dua kondisi ini menimbulkan kerusakan pada struktur otak. Apa lagi penyebab epilepsi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
epilepsi dalam kandungan

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
obat yang merusak mata

Hati-hati, Sembarang Minum 4 Obat Ini Dapat Merusak Saraf Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
cannabidiol adalah cbd

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Cannabidiol (CBD)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit