Penyebab dan Gejala ISPA Pada Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga anak lebih mudah tertular berbagai macam penyakit, salah satunya adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan atas). ISPA mungkin tidak begitu berbahaya, namun jika tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, ISPA pada anak harus dicegah dan diobati.

Apa saja penyebab ISPA pada anak?

ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang menyerang bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus. Pilek termasuk salah satu penyakit ISPA yang sering terjadi pada anak. Beberapa penyakit ISPA lainnya adalah sinusitis, laringitis, faringitis, tonsilitis, dan epiglotitis.

ISPA disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

  • Virus yang menyebabkan ISPA: rhinovirus, adenovirus, virus coxsackie, human metapneumovirus, dan virus parainfluenza.
  • Bakteri yang menyebabkan ISPA: kelompok A beta-hemolytic streptococci, corynebacterium diphtheriae (diptheria), neisseria gonorrhoeae (gonore), klamidia pneumoniae (klamidia), dan kelompok C beta-hemolytic streptococci.

Virus dan bakteri yang menyebabkan ISPA pada anak ini dapat menginfeksi anak dengan cara:

  • Anak dekat dengan seseorang yang terinfeksi ISPA. Saat seseorang dengan virus yang menyebabkan ISPA bersin dan batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.
  • Anak berada di ruangan tertutup dan penuh sesak, dan ada orang yang terinfeksi virus ISPA di dekat anak.
  • Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata anak. Infeksi dapat ditularkan saat cairan yang terinfeksi bersentuhan dengan hidung dan mata.
  • Udara di sekitar anak sangat lembab. Virus yang menyebabkan ISPA sangat senang berada di lingkungan lembab.
  • Saat kekebalan tubuh anak sedang lemah, anak lebih mudah tertular ISPA

Apa saja gejala ISPA yang dapat muncul pada anak?

Saat virus atau bakteri masuk ke dalam saluran pernapasan anak, anak bisa memunculkan gejala ISPA. Gejala ISPA yang dapat muncul adalah:

  • Hidung tersumbat atau mengeluarkan ingus
  • Bersin dan batuk
  • Produksi sputum atau dahak yang berlebihan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan merasa lemas
  • Sakit saat menelan
  • Suara serak, biasanya saat anak mengalami laringitis

Apa yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala ISPA pada anak?

Saat anak mengalami ISPA, tentu kondisi anak lemah dan tidak nyaman. Sebagai orangtua, Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk meringankan kondisi anak.

  • Biarkan anak mendapatkan tidur yang cukup
  • Berikan anak banyak minum
  • Bantu anak untuk membuang ingusnya
  • Meringankan sakit pada tenggorokan anak dengan cara memintanya untuk berkumur dengan air garam hangat
  • Oleskan petroleum jelly di bagian luar hidung anak untuk mengurangi iritasi karena udara yang masuk dan keluar hidung saat anak bernapas
  • Jaga kelembaban ruangan dalam rumah agar anak bernapas lebih mudah
  • Jauhi anak dari asap rokok

Jika kondisi anak belum membaik, Anda bisa memberikan anak obat yang tidak memerlukan resep atau bawa anak ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Menghirup udara kotor memberi dampak kesehatan untuk tubuh, terutama bagi sistem pernapasan. Ini dia tiga dampak buruk yang wajib Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Pernapasan, Health Centers 04/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
square breathing

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit