BAB Berdarah pada Anak: Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

BAB berdarah tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga pada anak. Darah dapat disebabkan mulai dari hal sepele seperti luka di kulit hingga karena sesuatu terjadi dalam tubuh. Apa yang menyebabkan feses anak berdarah ketika BAB (buang air besar)? Bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan anak yang satu ini? Berikut penjelasan lengkapnya. 

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Mengenal penyebab BAB berdarah pada anak

bab anak berlendir

Penyebab munculnya darah pada feses ketika BAB pada setiap anak tidak bisa disamakan, karena terdapat beberapa faktor berbeda. Kepekatan warna dan tekstur darah dapat membantu memudahkan dokter untuk mendiagnosis dari mana darah berasal.

Darah yang berwarna merah menyala biasanya disebabkan karena terjadi masalah di saluran pencernaan bagian bawah (mendekati anus). 

Lalu, apabila ibu menemukan feses sudah mengental atau berwarna kehitaman, biasanya diakibatkan masalah pada perut atau bagian atas saluran pencernaan.

Berikut beberapa penyebab BAB anak berdarah yang perlu ibu ketahui:

Sembelit

Penyebab BAB berdarah pada anak sebagian besar karena mengalami sembelit. Ketika sembelit, feses anak menjadi lebih keras sehingga dapat melukai anus. Kondisi terlukanya anus ini disebut Fissura ani.

Fissura ani didefinisikan sebagai sobekan kecil di dalam anus. Hampir 90 persen penyebab BAB berdarah pada anak disebabkan oleh hal ini. Dengan kata lain, luka pada anus ini merupakan penyebab paling umum feses anak berdarah.

Untuk menghindari terjadinya sembelit dan tak terulang kembali, ibu harus memastikan kebutuhan serat anak tercukupi dengan baik.

Diare

Diare dapat terjadi akibat infeksi dalam saluran cerna yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Selain membuat konsistensi feses jadi lebih cair, infeksi juga merupakan salah satu penyebab feses anak berdarah saat BAB. Biasanya diare disertakan dengan gejala seperti nyeri perut.

Berdasarkan jurnal berjudul Management of Bloody Diarrhoea in Children in Primary Care, diare berdarah pada anak sering menandakan penyakit saluran pencernaan yang serius.

Selain karena bakteri, virus, dan parasit, diare berdarah juga dapat disebabkan oleh kolitis ulserativa (peradangan usus besar).

Abses anus

Anak yang memiliki riwayat sering sembelit dan diare memiliki risiko tinggi mengalami abses pada anus. Abses muncul ketika terjadi infeksi pada luka di sekitar anus disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan keluar nanah disertai dengan rasa nyeri

 Jika si kecil mengalami hal ini, gejala yang timbul biasanya adalah sering merasa terganggu dan terdapat benjolan di sekitar anus yang disertai keluarnya cairan. Segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui pengobatan atau perawatan terbaik yang efektif.

Tanda dan gejala BAB berdarah pada anak

penyebab usus buntu pada anak

Mengutip dari Patient, darah yang keluar bercampur dengan feses anak menandakan ada perdarahan di bagian usus bawah atau usus besar. 

Bila anak memiliki gejala:

  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Diare

Dokter akan menentukan penyebab BAB berdarah pada si kecil yang tepat dengan kondisinya.

Cara mengatasi BAB berdarah pada anak

anak mengejan saat BAB

Melihat kondisi feses anak yang bercampur darah memang membuat orangtua kaget, tapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah pada anak, yaitu:

Beri makanan tinggi serat bila BAB berdarah pada anak

Mengatasi BAB berdarah pada si kecil akan lebih efektif bila mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Namun kebanyakan buang air besar berdarah penyebabnya tidak berbahaya dan bisa berhenti dengan perawatan di rumah, tanpa perlu tindakan operasi.

BAB berdarah pada anak yang disebabkan sembelit bisa mulai mengubah atau mengatur pola makan anak. Sebagai contoh, memberikan makanan tinggi serat, seperti buah naga, pepaya, sayur bayam.

Usahakan menu makan si kecil tetap seimbang yaitu terdiri dari protein, lemak sehat, dan serat. Tidak lupa pastikan cairan dalam tubuh juga tetap terjaga.

Jaga kebersihan anus

Setelah itu, jaga kebersihan tubuh anak, terutama di area anus. Hal ini untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi ketika terjadi luka di area tersebut.

Gangguan pencernaan pada si kecil tak hanya ditandai dengan BAB berdarah saja, tapi juga hal lainnya seperti perut keras, jarang BAB, dan bentuk feses yang tidak normal.

Orangtua perlu selalu peka terhadap setiap kondisi kesehatan anak agar proses pemulihan dapat lebih cepat dan menghindari terjadinya komplikasi.

Kapan harus ke dokter?

anak sembelit

Bila terdapat darah pada feses anak saat buang air besar (BAB) dan sudah melakukan perubahan pola makan, orangtua bisa berkonsultasi ke dokter. 

Nantinya, dokter akan melakukan analisis terhadap kondisi si kecil, dikutip dari Children Hospital:

Apakah yang keluar benar darah?

Dokter akan memeriksa dan bertanya terlebih dahulu seputar makanan yang anak konsumsi. Bila si kecil mengonsumsi jenis makanan yang bisa memengaruhi warna feses, seperti buah naga atau jus buah lainnya, dipastikan yang keluar bukan darah. 

Berapa usia pasien?

Pada bayi usia 0-3 bulan, BAB berdarah disebabkan oleh fisura anus atau alergi. Namun pada anak balita, BAB berdarah sering disebabkan oleh sembelit, infeksi, dan radang usus (usus buntu). 

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi si kecil.

Apakah BAB berdarah pada anak membuatnya sakit?

Bila feses anak berdarah tidak disertai rasa sakit, biasanya tidak terjadi peradangan di anus, seperti divertikulum meckel

Sebaliknya, bila BAB berdarah pada anak membuatnya sakit, maka terjadi peradangan, seperti usus buntu, atau infeksi.

Seperti apa warna fesesnya?

Warna feses bisa menunjukan kondisi yang terjadi di dalam tubuh. Sebagai contoh, bila feses anak berwarna hitam (melena), menandakan perdarahan terjadi di kerongkongan dan lambung.

Sementara itu bila feses berwarna merah tua, menunjukkan perdarahan di usus kecil. Untuk warna feses merah cerah, tandanya ada infeksi di rektal atau anus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat untuk Mengatasi Diare

Diare umumnya dapat membaik sendiri dalam 2 hari. Jika tidak, mungkin pilihan obat diare (mencret) untuk orang dewasa ini bisa Anda pertimbangkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diare, Kesehatan Pencernaan 16 Agustus 2018 . Waktu baca 9 menit

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Ciri Perut Kembung yang Tidak Normal

Perut kembung merupakan hal normal, tetapi jika disertai gejala lain bisa jadi penanda masalah kesehatan serius. Berikut ciri perut kembung tidak normal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan 13 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Macam-macam Warna Feses dan Artinya bagi Kesehatan Anda

Selain dari ciri fisik, sehat atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari bentuk dan warna feses, lho. Seperti apa bentuk dan warna feses orang yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Diare, Kesehatan Pencernaan 30 Maret 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi bab berdarah bayi

BAB Berdarah pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit
bab berdarah pada bayi

Berbagai Penyebab BAB Berdarah pada Buah Hati Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
sakit perut atau nyeri perut

Mengenal Infeksi Bakteri Escherichia Coli, dari Gejala Hingga Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2018 . Waktu baca 6 menit