5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tentu menyenangkan rasanya melihat tingkah anak saat asyik bermain dengan kucing. Akan tetapi, orangtua tetap perlu mengawasi si kecil karena kucing dapat menyebarkan penyakit dari cakaran, gigitan, atau sentuhan tangan. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak pun lebih rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

Lantas, apa saja penyakit akibat kucing yang harus diwaspadai?

Risiko penyakit pada anak dari kucing

Seperti hewan pada umumnya, badan kucing juga merupakan tempat bagi banyak parasit, virus, dan bakteri. Beragam mikroba ini dapat menginfeksi tubuh manusia dan menimbulkan sejumlah penyakit.

Berikut adalah beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi:

1. Penyakit dari kucing bernama cat scratch disease (CSD)

dicakar kucing

Cat scratch disease merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Bartonella henselae. Kucing biasanya terjangkit bakteri ini melalui gigitan kutu atau kucing lain. Pada anak, penyakit ini menular dari cakaran, gigitan, atau jilatan saat bermain dengan kucing.

Gejala umumnya muncul selama 1-3 minggu, kemudian membaik dengan sendirinya atau setelah anak mengonsumsi antibiotik. Melansir Children’s Hospital of Philadelphia, gejala yang perlu diwaspadai orangtua antara lain:

  • Muncul benjolan atau luka lepuh pada kulit yang terkena gigitan atau cakaran.
  • Setelah beberapa minggu, terjadi pembengkakan kelenjar pada selangkangan, siku, ketiak, leher, atau dekat area yang terkena cakaran atau gigitan.
  • Demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, ruam, dan badan lesu.

2. Penyakit dari kucing lain: infeksi Campylobacter

Bakteri Campylobacter hidup dalam saluran pencernaan kucing, anjing, dan hamster. Anak dapat terkena penyakit ini jika tidak mencuci tangan usai menyentuh feses kucing, atau dari menyentuh barang-barang dan mainan yang terkontaminasi oleh feses.

Infeksi Campylobacter menimbulkan gejala berupa demam, sakit perut, dan diare. Diare terkadang disertai mual, muntah, atau disertai darah. Gejala umumnya timbul pada 2-5 hari setelah infeksi dan akan berlangsung selama 1 minggu.

3. Kurap

kurap
Sumber: Healthline

Penyakit kurap disebabkan oleh infeksi beberapa jenis jamur yang hidup di tanah, kulit manusia, dan kulit hewan peliharaan termasuk kucing. Pada kucing, jamur penyebab kurap berasal dari spesies Microsporum canis atau Trichophyton mentagrophytes.

Anak dapat tertular penyakit ini dari kontak langsung dengan hewan. Gejala utama kurap adalah munculnya benjolan kering dan bersisik dengan tepi kemerahan. Penyakit ini bisa diatasi dengan obat antijamur berbentuk krim, sampo, atau diminum langsung.

4. Cryptosporidiosis

cara mengobati diare anak

Cryptosporidiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Cryptosporidium spp. Penyebaran infeksi terjadi melalui kontak dengan feses, meminum air yang terkontaminasi feses, atau saat anak menyentuh mulut setelah memegang kucing.

Gejala utama dari infeksi parasit ini adalah diare berair. Diare sering kali disertai sakit perut, kram perut, mual, dan muntah. Gejala biasanya berlangsung selama 1-2 minggu dan akan membaik dengan sendirinya.

5. Salmonellosis

anak diare saat liburan

Salmonellosis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella. Selain menular dari konsumsi bahan makanan yang terkontaminasi, penyakit ini juga bisa berpindah ke tubuh anak ketika bermain dengan kucing.

Anak yang mengalami salmonellosis akan menunjukkan gejala berupa demam, diare, dan sakit perut. Gejala biasanya mulai muncul pada 6 jam hingga 4 hari setelah infeksi terjadi, kemudian berangsur membaik setelah 4-7 hari.

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, anak terkadang melakukan hal-hal yang membuat kucing merasa terancam sehingga hewan yang jinak ini justru mencakar atau menggigit.

Penyakit dari kucing umumnya akan membaik dengan sendirinya, tapi Anda tetap perlu mewaspadai tanda-tanda infeksi maupun kondisi lain yang tidak wajar. Jika gejala tidak berkurang, periksakan si kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, periksakan kucing peliharaan Anda ke dokter hewan secara berkala agar kucing selalu sehat dan tidak menularkan penyakit ke anak Anda. Penyakit dari kucing bisa dicegah dengan cara ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Dalam Negeri, Berita 11 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Uang termasuk salah satu benda yang kotor dan tempat bakteri bersarang. Lalu apa jenis dan dampak kesehatan dari bakteri pada uang kertas dan koin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Kembali bekerja di gedung perkantoran yang telah lama ditinggal kosong ternyata masyarakat perlu menghadapi ancaman kesehatan baru. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit