Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Langkah Mengatasi Anak Muntaber Demi Tumbuh Kembang Lebih Baik

5 Langkah Mengatasi Anak Muntaber Demi Tumbuh Kembang Lebih Baik

Salah satu gangguan kesehatan yang rentan menyerang anak adalah muntaber (muntah dan mencret). Muntaber tak hanya menandakan perut si Kecil mengalami masalah, tetapi juga dapat menyebabkan penyerapan nutrisi terhambat. Alhasil, tubuh anak menjadi lemah

Tak hanya itu, terhambatnya penyerapan nutrisi juga dapat mengganggu perkembangan otak dan proses belajar si Kecil. Salah satu penelitian yang diambil dari The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene tahun 2016 menyatakan, anak yang sering diare akan berisiko mengalami malnutrisi, gangguan tumbuh kembang, kinerja sekolah, serta perkembangan kognitif dimana faktor-faktor tersebut juga erat hubungannya dengan perkembangan otak.

Orangtua pasti merasa khawatir dan ingin mencari tahu langkah untuk mengatasi anak yang mengalami mencret dan muntah sekaligus ingin melihat si Kecil kembali ceria. Cari tahu caranya dalam ulasan berikut ini.

Penyebab anak mengalami mencret dan muntah

penyebab anak sering muntah

Cukup sulit untuk menentukan penyebab dari muntah dan mencret atau diare (atau sebaliknya). Beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab kondisi ini antara lain:

  • Organ pencernaan yang belum berkembang sempurna. Si Kecil masih berada dalam masa tumbuh kembang sehingga sistem pencernaan dapat mengalami gangguan ketika mencerna susu. Ketika hal ini terjadi, tubuh membuang sisa makanan (or the milk that cannot be digested) dengan melalui diare atau muntah.
  • Gastroenteritis (GI). Gastroenteritis merupakan infeksi pada perut dan usus yang bisa disebabkan oleh virus (viral GI) dan bakteri (bacterial GI infection).
  • Keracunan makanan. Biasanya ditandai dengan muntah dan diare dengan frekuensi tinggi dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang beracun atau kedaluwarsa.
  • Traveler’s diarrhea. Diare yang terjadi akibat kuman yang terdapat dalam makanan atau minuman sepulang bepergian.

Dilansir dari healthdirect.gov.au, diare dan muntah juga bisa saja disebabkan oleh anak yang alergi terhadap makanan tertentu.

Pada umumnya, mencret dan muntah pada anak akan mereda dengan sendiri dalam beberapa hari.

Akan tetapi, Anda pasti ingin mempercepat proses pemulihan agar si Kecil cepat kembali normal. Untuk itu, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini.

Langkah-langkah untuk bantu redakan muntaber pada anak

Untuk membantu meredakan anak yang mengalami gejala muntah-muntah dan mencret (diare), orangtua bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

Memastikan anak tetap terhidrasi

Salah satu dampak dari muntaber (muntah dan diare) yang berbahaya adalah dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat tubuh anak terus mengeluarkan cairan dengan cara muntah atau mencret.

Oleh sebab itu, terus dorong si Kecil untuk mau minum air putih agar kadar air dalam tubuhnya tetap seimbang. Air juga dapat membantu membuang racun dalam tubuh lebih cepat sehingga sistem imun si Kecil dapat segera membaik. Tidak lupa, kenali gejala dehidrasi agar tidak terjadi komplikasi yang serius.

Selain air putih, Anda bisa memberikan minuman yang mengandung elektrolit. Lalu, seperti dilansir laman dari NHS, sebaiknya jangan dulu memberikan jus buah atau minuman bersoda karena dapat memperparah diare anak.

Berikan makanan yang mudah dicerna

Jurnal Vomiting and Diarrhea in Children dari American Academy of Family Physician (AAFP) menyatakan bahwa lanjutkan pemberian makanan pada si Kecil dalam jumlah kecil. Meski mungkin frekuensi muntah dan diare akan meningkat, si Kecil bisa mendapat nutrisi dan mencegah penurunan berat badan.

Makanan seperti bubur merupakan salah satunya. Selain itu, jika muntaber bukan disebabkan oleh bakteri maupun keracunan makanan melainkan akibat saluran cerna yang belum sempurna, Anda bisa memberikan susu pertumbuhan yang telah melalui proses hidrolisis parsial.

Susu pertumbuhan ini memiliki protein dalam bentuk yang lebih kecil berkat proses hidrolisis sehingga akan lebih mudah dicerna oleh tubuh si Kecil. Selain menguntungkan bagi pemenuhan nutrisi, susu formula terhidrolisis parsial bisa membantu mengembalikan sistem imun anak yang terganggu akibat muntaber.

Jangan dulu memberi obat-obatan untuk mengatasi muntaber anak

Pemberian obat pada anak tidak selalu menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi anak yang muntah dan mencret. Hal yang terpenting adalah Anda perlu mengetahui terlebih dulu apa penyebab utama muntaber anak sehingga langkah untuk meredakan gejala dapat bekerja efektif. Pada beberapa kasus, muntaber pada anak akan mereda cukup dengan melakukan perawatan di rumah tanpa harus ke dokter atau rumah sakit mengingat kondisi pandemi COVID yang masih berlangsung.

Jika muntaber disebabkan oleh infeksi, muntah, dan mencret merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan infeksi tersebut. Dokter dapat meresepkan obat yang perlu dikonsumsi Si Kecil untuk meredakan dan mengobati kondisi tersebut.

Aturan pemberian oralit

Oralit boleh diberikan pada anak berusia di atas 2 tahun. Ada baiknya Anda juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan oralit.

Si Kecil mungkin akan menolak minum oralit karena memiliki rasa yang cukup unik. Untuk itu, berikan secara bertahap. Anda bisa mulai dengan 2-3 sendok makan setiap 5 menit. Lalu kemudian menambah jumlah dan frekuensinya dalam beberapa jam ke depan.

Menghindari beberapa jenis makanan tertentu

Makanan tinggi gula dan lemak seperti, es krim, puding, dan gorengan, perlu dijauhkan dari anak yang sedang mengalami muntaber. Terkadang makanan tawar lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi selama 24 jam pertama sejak gejala muntaber muncul.

Makanan tawar ini termasuk, pisang, nasi, roti panggang, dan sereal tanpa pemanis. Apabila si Kecil mulai mau diberikan makanan tersebut, Anda dapat secara bertahap mulai memberikan jenis makanan lain.

Sebagian besar anak yang muntaber akan kembali memiliki pola makan normal dalam tiga hari setelah muntaber berhenti. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Anda dapat memberikan susu formula terhidrolisis parsial untuk berjaga-jaga sehingga muntaber tidak kembali kambuh akibat pencernaan yang belum siap menerima protein utuh.

Kesehatan pencernaan merupakan kunci untuk mengoptimalkan kecerdasannya. Dengan demikian, penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan setiap asupan makanan maupun minuman untuk si Kecil agar terhindar dari gangguan atau masalah pada saluran cerna.

Jika Anda ingin lebih pasti menentukan penyebab anak mencret dan muntah (muntaber), bawa si Kecil untuk diperiksa dokter agar mendapat diagnosis. Cari tahu informasi seputar kesehatan pencernaan anak sebanyak mungkin agar Anda tidak panik dan terburu-buru melakukan langkah perawatan yang sia-sia.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NHS Choices. (2019). Diarrhoea and vomiting. https://www.nhs.uk/conditions/diarrhoea-and-vomiting/

Seattle Children’s Hospital. Vomiting With Diarrhea. Retrieved February 8, 2021, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/vomiting-with-diarrhea/

American Family Physician. (2001). Vomiting and Diarrhea in Children. American Family Physician63(4), 775. https://www.aafp.org/afp/2001/0215/p775.html

Healthdirect Australia. (2019, September 5). Diarrhoea and vomiting in children. Www.healthdirect.gov.au. https://www.healthdirect.gov.au/diarrhoea-and-vomiting-in-children

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 25/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x