BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Nyatanya, BAB bisa jadi salah satu indikator alias tanda apakah si kecil sehat atau tidak. Biasanya, perubahan warna dan bentuk BAB pada anak, menandakan bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan tertentu. Lantas, bagaimana jika BAB atau feses anak menjadi warna hijau? Apakah hal ini berbahaya?

Penyebab BAB anak menjadi warna hijau

Warna yang paling normal dan sering terlihat pada feses bayi maupun anak adalah cokelat. Dalam kondisi normal, feses berwarna cokelat disebabkan oleh pigmen yang bernama bilirubin.

Tidak hanya itu saja, hal tersebut juga disebabkan oleh cairan hijau kecoklatan yang berasal dari hati, atau biasa disebut empedu.

Apabila hati dan pankreas bekerja dengan normal, maka kotoran yang keluar pun berwarna kecoklatan.

Hanya saja, sebagian pewarna alami yang terdapat dalam makanan tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh.

Oleh sebab itu, berbagai  hal seperti jenis makanan dapat memengaruhi warna feses termasuk pada anak.

Dikutip dari Healthy Children, sebaiknya orangtua memperhatikan saat ada perubahan tekstur, kuantitas, hingga warna feses terlihat aneh atau berbeda dari biasanya.

Terkadang, BAB anak bisa berubah warna, salah satunya adalah hijau atau hijau tua.

Walaupun masih tergolong normal, berikut adalah beberapa penyebab BAB atau feses anak berwarna hijau, seperti:

1. Makanan 

Penyebab BAB atau feses anak warna hijau

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh anak ternyata dapat memengaruhi bentuk dan warna fesesnya.

Secara logika, penyebab pertama ini mungkin yang paling mudah untuk dimengerti mengapa BAB atau feses anak jadi warna hijau.

Makanan yang memiliki warna hijau alami seperti bayam dan brokoli, termasuk sayuran dengan pewarna alami.

Sayuran hijau kaya akan klorofil, yaitu pigmen yang memberi warna pada sayur.

Ketika feses anak berwarna hijau disebabkan karena mengonsumsi sayuran, Anda tidak perlu khawatir.

Jika hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah kecil, feses mungkin tidak akan berubah warna hijau.

Perubahan warna feses akan terjadi jika mengonsumsi jumlah yang besar dan hal ini tak hanya berlaku pada sayuran berwarna hijau saja.

Sayuran dengan warna merah, ungu, atau kuning pun dapat menyebabkan BAB berwarna hijau.

Selain itu, makanan dengan pewarna buatan pun juga bisa mempengaruhi kondisi ini.

Berikut makanan yang mungkin membuat BAB anak berubah warna hijau:

  • Sayuran berdaun hijau: bayam, kubis, atau daun selada
  • Permen atau kue dengan pewarna buatan
  • Suplemen zat besi yang mengubah feses menjadi hijau atau hitam.

2. Diare

Penyebab BAB anak warna hijau

Salah satu penyebab mengapa BAB anak bisa berubah menjadi warna hijau adalah diare.

Diare pada anak biasanya terjadi akibat usus halus yang kekurangan air, sehingga menyebabkan virus pun muncul.

Salah satu gangguan pencernaan anak ini mengubah kandungan air dan elektrolit pada feses, lalu kandungan di dalamnya pun berpindah ke sistem pencernaan dengan cepat.

Oleh karena itu, hal tersebut bisa mengubah warna pada feses anak. Nah, diare sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Infeksi bakteri, seperti salmonella
  • Obat-obatan, seperti antibiotik
  • Kafein
  • Keracunan makanan
  • Parasit, karena anak-anak jarang mencuci tangannya, sehingga rentan terkena parasit.

Walaupun diare akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu, Anda tidak boleh lengah.

Jika gangguan ini berlangsung selama berhari-hari, orangtua harus mengawasi beberapa tanda dehidrasi yang disebabkan oleh diare, seperti:

  • Frekuensi pipis yang menurun
  • Tidak bersemangat
  • Tidak berkeringat
  • Bibir pecah-pecah
  • Kulit kering dan gatal
  • iritasi

Apabila warna BAB atau feses anak jadi warna hijau mulai berubah menjadi sangat gelap, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Selain dua hal di atas, ada beberapa penyebab yang menjadikan BAB anak menjadi warna hijau, seperti:

  • Bayi yang lebih banyak minum susu formula dibanding ASI
  • Mengonsumsi obat atau suplemen tertentu yang mengandung iron

Kapan anak harus dibawa ke dokter?

Memang tidak semua perubahan warna pada feses anak itu berbahaya atau perlu dicemaskan.

Namun, hal ini harus tetap diperhatikan karena dapat menjadi tanda awal untuk mendeteksi suatu masalah kesehatan tertentu.

Nah, jika setelah BAB atau feses anak berwarna hijau terdapat gejala-gejala di bawah ini silahkan lakukan pemeriksaan:

  • Gejala dehidrasi
  • Mual dan muntah selama berhari-hari
  • Demam hingga 38℃
  • Tidak nafsu makan

Jadi, apakah BAB anak jadi warna hijau itu berbahaya atau normal?

Penting untuk diingat bahwa perubahan warna pada feses bersifat sementara dan bukan hal yang perlu ditakutkan.

Ini termasuk ketika BAB atau feses anak berwarna hijau. Ketika Anda mengganti sumber serat selain sayuran hijau atau diare yang dialami sudah pulih, warna feses akan kembali normal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa feses berwarna hijau pada anak merupakan hal yang cukup normal terjadi.

Di sisi lain, orangtua tetap harus memastikan kebutuhan asupan serat harian anak terpenuhi agar kesehatan pencernaannya terjaga dengan baik.

Apabila orangtua mengalami keraguan serta khawatir akan kondisi kesehatan anak, tetap dianjurkan untuk meminta saran dan pertolongan dari dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Masalah pada sistem pencernaan anak kadang tidak bisa dideteksi secara kasat mata. Salah satu cara yang bisa membantu yakni melalui pemeriksaan feses anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

3 Hal Penting yang Menentukan Warna Feses Anda

Ada kalanya warna feses berubah-ubah. Terkadang kuning, cokelat, bahkan merah. Tak perlu panik, berikut hal-hal yang biasanya menentukan warna feses.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 26 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Kenapa, Ya, Warna Feses Berubah Jadi Oranye?

Feses Anda tiba-tiba berubah warna menjadi oranye, dan mungkin ini membuat Anda bingung. Namun, sebenarnya apakah warna feses yang berubah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan 30 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Penyebab Munculnya Bercak Putih Pada Feses

Bercak atau bintik putih pada feses kadang terlihat sepele. Namun jangan anggap remeh bila kondisi ini sering terjadi. Yuk, kenali berbagai penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 14 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat BAB berdarah

Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
warna feses berwarna hijau

5 Penyebab Warna Feses Berwarna Hijau, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
toilet training

Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 2 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
feses anak abu-abu

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit