home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Nyatanya, BAB bisa jadi salah satu indikator alias tanda apakah si kecil sehat atau tidak. Biasanya, perubahan warna dan bentuk BAB pada anak, menandakan bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan tertentu. Lantas, bagaimana jika BAB atau feses anak menjadi warna hijau? Apakah hal ini berbahaya?

Penyebab BAB anak menjadi warna hijau

Warna yang paling normal dan sering terlihat pada feses bayi maupun anak adalah cokelat. Dalam kondisi normal, feses berwarna cokelat disebabkan oleh pigmen yang bernama bilirubin.

Tidak hanya itu saja, hal tersebut juga disebabkan oleh cairan hijau kecoklatan yang berasal dari hati, atau biasa disebut empedu.

Apabila hati dan pankreas bekerja dengan normal, maka kotoran yang keluar pun berwarna kecoklatan.

Hanya saja, sebagian pewarna alami yang terdapat dalam makanan tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh.

Oleh sebab itu, berbagai hal seperti jenis makanan dapat memengaruhi warna feses termasuk pada anak.

Dikutip dari Healthy Children, sebaiknya orangtua memperhatikan saat ada perubahan tekstur, kuantitas, hingga warna feses terlihat aneh atau berbeda dari biasanya.

Terkadang, BAB anak bisa berubah warna, salah satunya adalah hijau atau hijau tua.

Walaupun masih tergolong normal, berikut adalah beberapa penyebab BAB atau feses anak berwarna hijau, seperti:

1. Makanan

Penyebab BAB atau feses anak warna hijau

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh anak ternyata dapat memengaruhi bentuk dan warna fesesnya.

Secara logika, penyebab pertama ini mungkin yang paling mudah untuk dimengerti mengapa BAB atau feses anak jadi warna hijau.

Makanan yang memiliki warna hijau alami seperti bayam dan brokoli, termasuk sayuran dengan pewarna alami.

Sayuran hijau kaya akan klorofil, yaitu pigmen yang memberi warna pada sayur.

Ketika feses anak berwarna hijau disebabkan karena mengonsumsi sayuran, Anda tidak perlu khawatir.

Jika hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah kecil, feses mungkin tidak akan berubah warna hijau.

Perubahan warna feses akan terjadi jika mengonsumsi jumlah yang besar dan hal ini tak hanya berlaku pada sayuran berwarna hijau saja.

Sayuran dengan warna merah, ungu, atau kuning pun dapat menyebabkan BAB berwarna hijau.

Selain itu, makanan dengan pewarna buatan pun juga bisa mempengaruhi kondisi ini.

Berikut makanan yang mungkin membuat BAB anak berubah warna hijau:

  • Sayuran berdaun hijau: bayam, kubis, atau daun selada
  • Permen atau kue dengan pewarna buatan
  • Suplemen zat besi yang mengubah feses menjadi hijau atau hitam.

2. Diare

Penyebab BAB anak warna hijau

Salah satu penyebab mengapa BAB anak bisa berubah menjadi warna hijau adalah diare.

Diare pada anak biasanya terjadi akibat usus halus yang kekurangan air, sehingga menyebabkan virus pun muncul.

Salah satu gangguan pencernaan anak ini mengubah kandungan air dan elektrolit pada feses, lalu kandungan di dalamnya pun berpindah ke sistem pencernaan dengan cepat.

Oleh karena itu, hal tersebut bisa mengubah warna pada feses anak. Nah, diare sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Infeksi bakteri, seperti salmonella
  • Obat-obatan, seperti antibiotik
  • Kafein
  • Keracunan makanan
  • Parasit, karena anak-anak jarang mencuci tangannya, sehingga rentan terkena parasit.

Walaupun diare akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu, Anda tidak boleh lengah.

Jika gangguan ini berlangsung selama berhari-hari, orangtua harus mengawasi beberapa tanda dehidrasi yang disebabkan oleh diare, seperti:

  • Frekuensi pipis yang menurun
  • Tidak bersemangat
  • Tidak berkeringat
  • Bibir pecah-pecah
  • Kulit kering dan gatal
  • iritasi

Apabila warna BAB atau feses anak jadi warna hijau mulai berubah menjadi sangat gelap, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Selain dua hal di atas, ada beberapa penyebab yang menjadikan BAB anak menjadi warna hijau, seperti:

  • Bayi yang lebih banyak minum susu formula dibanding ASI
  • Mengonsumsi obat atau suplemen tertentu yang mengandung iron

Kapan anak harus dibawa ke dokter?

Memang tidak semua perubahan warna pada feses anak itu berbahaya atau perlu dicemaskan.

Namun, hal ini harus tetap diperhatikan karena dapat menjadi tanda awal untuk mendeteksi suatu masalah kesehatan tertentu.

Nah, jika setelah BAB atau feses anak berwarna hijau terdapat gejala-gejala di bawah ini silahkan lakukan pemeriksaan:

  • Gejala dehidrasi
  • Mual dan muntah selama berhari-hari
  • Demam hingga 38℃
  • Tidak nafsu makan

Jadi, apakah BAB anak jadi warna hijau itu berbahaya atau normal?

Penting untuk diingat bahwa perubahan warna pada feses bersifat sementara dan bukan hal yang perlu ditakutkan.

Ini termasuk ketika BAB atau feses anak berwarna hijau. Ketika Anda mengganti sumber serat selain sayuran hijau atau diare yang dialami sudah pulih, warna feses akan kembali normal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa feses berwarna hijau pada anak merupakan hal yang cukup normal terjadi.

Di sisi lain, orangtua tetap harus memastikan kebutuhan asupan serat harian anak terpenuhi agar kesehatan pencernaannya terjaga dengan baik.

Apabila orangtua mengalami keraguan serta khawatir akan kondisi kesehatan anak, tetap dianjurkan untuk meminta saran dan pertolongan dari dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

symptomviewer. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/symptom-checker/Pages/symptomviewer.aspx?symptom=Stools+-+Unusual+Color

Green stool Causes. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/green-stool/basics/causes/sym-20050708

Diarrhea and Dehydration. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.aap.org/en-us/Documents/Module_6_Eng_FINAL_10182016.pdf#page=12

The Poop Palette: What Do All of Those Colors Mean?. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2017/04/the-poop-palette-what-do-all-of-those-colors-mean

Stools – Unusual Color. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/stools-unusual-color/

Unusual Stool Color. (2020). Retrieved 20 November 2020, from https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/symptoms/stools-unusual-color/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 24/02/2021
x