home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Panik Dulu, Berikut Ini Tips Merawat Anak Demam di Rumah

Jangan Panik Dulu, Berikut Ini Tips Merawat Anak Demam di Rumah

Anak kecil kerap mengalami demam. Kebanyakan kasus demam pada anak tidak berbahaya. Dalam 3 hari, suhu tubuh anak bisa kembali turun dan normal hanya dengan perawatan yang tepat di rumah. Merawat anak demam di rumah tidak terlalu sulit, namun ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai terlebih jika panasnya tidak turun setelah lebih dari 3 hari.

Tips merawat anak demam di rumah

Anak sakit demam imunisasi polio

Suhu normal pada bayi dan anak sekitar 36,4°C, tapi hal ini bisa berbeda-beda untuk tiap anak. Kondisi demam adalah ketika suhu tubuh 38°C atau lebih.

Jangan langsung panik ketika mengetahui si buah hati mengalami demam. Demam merupakan respons normal tubuh dalam melawan infeksi seperti batuk dan pilek. Banyak hal yang dapat menyebabkan demam pada anak seperti penyakit umum anak seperti cacar air, amandel, atau setelah melakukan vaksinasi.

Tanda-tanda demam pada anak

  • Terasa lebih panas dari biasanya saat menyentuh punggung dan dadanya
  • Berkeringat berlebih
  • Terlihat atau merasa lemas

Perawatan yang harus dilakukan saat anak demam

  • Berikan anak banyak cairan seperti air putih dan susu.
  • Perhatikan tanda-tanda dehidrasi pada anak, misalnya ia merasa selalu haus, lemas, mata cekung, bibir kering, atau buang air kecil sedikit.
  • Berikan makanan pada anak, tapi jangan memaksa anak untuk makan banyak.
  • Kompres air hangat di lipatan ketiak dan lipatan selangkangan selama 10-15 menit akan membuat panas keluar dari pori-pori kulit melalui proses penguapan.
  • Kenakan pada anak baju yang tidak terlalu tebal dan berikan selimut tipis.
  • Berikan paracetamol sesuai dosis umur dan berat badan anak.
  • Apabila Anda khawatir, periksakan ke dokter untuk mendapatkan saran medis.

Beberapa hal yang perlu diketahui saat merawat anak demam

Jangan Sepelekan Perawatan Demam pada Anak

Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu 38°C berdasar pengukuran dari lipatan ketiak. Indikasi utama pemberian obat penurun panas adalah membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orang tua, bukan menurunkan suhu tubuh.

Dengan menurunkan suhu tubuh maka aktivitas dan kesiagaan anak membaik. Selain itu, suasana hati (mood) dan nafsu makan anak juga akan semakin membaik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika merawat anak demam

  • Suhu tubuh yang tinggi merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi. Jangan melepaskan pakaian anak Anda atau menyeka anak untuk menurunkan suhu tubuhnya.
  • Pakaikan baju secukupnya, jangan pakaikan baju yang tebal dan berlapis.
  • Jangan memberikan aspirin pada anak di bawah umur 16 tahun.
  • Jangan mengombinasikan ibuprofen dan paracetamol, kecuali ada instruksi dari dokter
  • Anak usia di bawah 2 bulan tidak boleh diberikan paracetamol.
  • Anak dengan penyakit asma tidak boleh diberikan ibuprofen.
  • Jangan berikan ibuprofen pada anak di bawah umur 3 bulan atau dengan berat badan kurang dari 5 kg

Tanda dan gejala anak perlu segera dibawa ke dokter

  • Demam dengan suhu di atas 38°C pada anak berusia di bawah 3 bulan.
  • Anak usia 3-6 bulan dengan suhu 39°C atau lebih tinggi.
  • Demam disertai gejala penyakit lainnya misalnya demam disertai ruam.
  • Demam yang berlangsung selama 5 hari atau lebih.
  • Anak tidak ingin makan atau tidak seperti biasanya sehingga Anda khawatir
  • Demam anak tidak kunjung turun setelah melakukan perawatan di rumah dengan paracetamol.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti popok yang kering dalam 3-4 jam, mata cekung, dan tidak ada air mata saat menangis
  • Mengalami demam disertai dengan kejang.
  • Anak terlihat lemas dan mengantuk terus.
  • Demam disertai dengan kaku pada leher, radang tenggorokan, sakit pada telinga, sakit kepala, dan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Anak mengalami demam disertai sesak napas.

Jangan sepelekan gejala demam pada anak meskipun demam merupakan gejala yang umum dan bisa diatasi. Jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran medis dan terapi yang tepat untuk buah hati anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Felliyani, SpA
Ditulis oleh dr. Felliyani, SpA
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x