Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Main Kotor-kotoran

Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Main Kotor-kotoran

Saat orangtua ingin mengajak anak main kotor, ada sejumlah tips dalam menjaga kesehatan si kecil. Terlebih lagi, para orangtua mungkin menyadari kalau main kotor-kotoran ini mulai si kecil lakukan sejak ia aktif bergerak.

Biasanya, ini dimulai ketika usia 9 bulan sampai 12 bulan karena anak sudah bisa meraih sesuatu yang membuatnya penasaran. Nah, berikut cara atau tips menjaga kesehatan anak saat sedang main kotor.

Alasan anak perlu main kotor

Mungkin orangtua agak merasa risih melihat anak bermain kotor-kotoran, seperti pasir, tanah, bebatuan, atau air.

Wajar saja, karena kuman dapat menyebabkan penyakit serius yang berbahaya bagi anak, seperti batuk, pilek, sampai diare.

Namun, ayah dan ibu perlu mengerti dan sadar bahwa si kecil bisa saja memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang kuat.

Berdasarkan penelitian terbitan Journal of Allergy and Clinical Immunology, paparan awal terhadap bakteri dan alergi tertentu memicu perlindungan pada tubuh anak.

Dalam studi tersebut, paparan awal sangat penting untuk membentuk respons kekebalan tubuh anak.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap bayi 467 bayi baru lahir di kota Baltimore, Boston, New York.

Di sini, peneliti memantau bayi-bayi tersebut selama tiga tahun dengan mengukur tingkat dan jenis alergen yang ada di sekitar bayi.

Mereka juga mengumpulkan dan menganalisa bakteri dan debu dari 104 rumah untuk meneliti tingkat alergi bayi.

Hasilnya, bayi yang biasa bersama terkena bulu kucing pada tahun pertama kehidupannya memiliki tingkat mengi lebih rendah saat anak berusia 3 tahun daripada yang tidak terpapar.

Sekitar 41 persen anak yang bebas alergi dan mengi, tinggal dalam rumah yang banyak alergi dan bakteri.

Selain itu, paparan kuman juga bagian dari tumbuh kembang anak sehingga ayah dan ibu tidak perlu menjauhkannya dari si kecil.

Tips menjaga kesehatan saat anak main kotor

Meski bermain kotor ada manfaat untuk tumbuh kembang anak, bukan berarti ayah dan ibu membiarkannya begitu saja.

Ada serangkaian tips untuk menjaga kesehatan anak saat sedang main kotor sehingga terlindung dari infeksi.

cara mencuci tangan yang benar

1. Mengajarkan anak untuk terbiasa mencuci tangan

Ayah dan ibu mungkin sudah paham tentang manfaat anak main kotor-kotoran.

Namun, ada kekhawatiran tentang pandemi virus COVID-19 yang masih terjadi.

Orangtua masih bisa membiarkan anak bermain kotor, asalkan mengajarkan anak untuk terbiasa mencuci tangan.

Mengutip dari Mayo Clinic, biasakan anak untuk mencuci tangan pakai sabun setelah bermain, sebelum makan, dan sebelum bersalaman dengan teman.

Setelah si kecil bermain pasir atau melakukan aktivitas di luar ruangan, ajak ia untuk mencuci tangan bersama.

Dengan demikian, ibu dapat mengurangi risiko si kecil mengalami penyakit atau infeksi akibat kuman.

Ini adalah salah satu tips dalam menjaga kesehatan anak saat main kotor. Orangtua juga perlu memberi contoh yang sama karena anak senang meniru orang lain.

Kalau anak bosan, nyanyikan sebuah lagu saat sedang mencuci tangan atau membuat gelembung dari sabun.

Tujuannya agar ia merasa lebih senang dan terhibur saat melakukan kegiatan ini.

2. Memandikan si kecil lebih sering dari sebelumnya

Ketika menginjak usia 6 sampai 12 bulan, si kecil mulai banyak bergerak dan sedang belajar makan makanan padat (MPASI).

Masa ini merupakan tantangan bagi orangtua dalam menjaga si kecil karena bayi cenderung bermain dengan makanan yang ia lahap.

Biarkan bayi bermain dengan tekstur makanan, meski menimbulkan kekacauan di meja makan.

Setelah selesai makan, ajak si kecil untuk mandi atau sekadar membasuhnya dari bekas makanan.

Sambil ayah dan ibu bersihkan, ajak bicara si kecil meski usianya masih hitungan bulan. Orangtua bisa mengajak ngobrol tentang keasyikannya bermain dengan makanan.

“Tadi senang, ya, main makanannya? Habis main langsung mandi, ya. Tangan, muka, dan kaki harus ibu cuci biar bersih.”

Komunikasi dengan bayi akan membuatnya belajar tentang kebiasaan baik sehingga pelan-pelan ia mengerti kalau harus mandi setelah bermain kotor.

Mandikan bayi menggunakan sabun berformula ringan, khusus untuk si kecil yang masih berusia kurang dari satu tahun.

3. Menjaga si kecil dengan mengontrol lingkungan

Tidak ada salahnya mengajak anak bermain di luar ruangan sesekali dan biarkan ia bereksperimen dengan rasa penasarannya.

Namun, ibu perlu memerhatikan beberapa hal berikut agar si kecil tetap terhindar dari serangan virus atau cedera saat melakukan aktivitas.

Cara atau tips menjaga kesehatan anak saat main kotor adalah tetap mengontrol dan mengawasi lingkungan tempatnya bermain.

  • Membatasi kontak dengan orang lain.
  • Membawa tisu basah yang bersifat antiseptik.
  • Ketika bermain di taman, lakukan di tempat teduh atau yang terdapat penutup.
  • Kenakan pakaian yang layak untuk melindungi kulit si kecil dari iritasi.
  • Pastikan area bermain bebas dari kerikil atau benda-benda berbahaya yang dapat melukai si kecil.

Ibu mungkin akan kesulitan untuk menjaga paparan kuman saat berada di tempat ramai seperti mal atau taman bermain.

Hal yang perlu Ibu lakukan adalah kembali ke dasar, yaitu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer (pembersih tangan).

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can playing in the dirt boost my child’s immune system? – ABC Quality. (2022). Retrieved 18 February 2022, from https://abcquality.org/posts/2020/can-playing-in-the-dirt-boost-my-child-s-immune-system/#:~:text=In%20a%20new%20book%20called,a%20strong%2C%20healthy%20immune%20system.

Newborns Exposed to Dirt, Dander and Germs May Have Lower Allergy and Asthma Risk – 06/06/2014. (2022). Retrieved 18 February 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/news/media/releases/newborns_exposed_to_dirt_dander_and_germs_may_have_lower_allergy_and_asthma_risk

The Dirt on Dirt. (2022). Retrieved 18 February 2022, from https://www.nwf.org/~/media/PDFs/Be%20Out%20There/Dirt_Report_2012.ashx

NPR Cookie Consent and Choices. (2022). Retrieved 18 February 2022, from https://www.npr.org/sections/health-shots/2017/07/16/537075018/dirt-is-good-why-kids-need-exposure-to-germs

How COVID-19 affects babies and children. (2022). Retrieved 18 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-in-babies-and-children/art-20484405

Lynch, S., Wood, R., Boushey, H., Bacharier, L., Bloomberg, G., & Kattan, M. et al. (2014). Effects of early-life exposure to allergens and bacteria on recurrent wheeze and atopy in urban children. Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 134(3), 593-601.e12. doi: 10.1016/j.jaci.2014.04.018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Mar 15
Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A