Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak, terutama bayi dan balita, masih sangat rentan terkena penyakit dan kondisi kesehatan apa saja. Hal ini dikarenakan tubuh mereka belum dapat membentuk sistem kekebalan tubuh yang baik. Salah satu kondisi yang paling umum terjadi adalah demam pada balita, dan tentu hal ini sering kali membuat orang tua kebingungan.

Lantas, bagaimana cara paling tepat dalam mengatasi demam pada balita? Artikel kali ini akan membahas tentang penyebab, gejala, serta bagaimana orang tua dapat menanggulangi kondisi ini.

Penyebab demam pada balita

tipes (demam tifoid)

Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang umumnya bersifat sementara Demam pada balita umumnya merupakan tanda-tanda awal bahwa tubuh sedang melawan infeksi dari luar. Serangan tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Maka itu, biasanya demam adalah bagian atau gejala dari suatu penyakit. Semua penyakit, terutama pada balita, pasti diawali oleh adanya demam.

Terlebih lagi jika penyakit tersebut adalah infeksi dari bakteri atau virus, baik yang bersifat ringan maupun berat. Tubuh balita akan bereaksi dengan terjadinya peningkatan suhu, sehingga balita akan mengalami demam.

Hampir setiap bayi dan balita pasti akan mengalami demam, setidaknya satu kali semasa ia kecil. 

Tanda-tanda dan gejala demam pada balita yang harus diwaspadai

Tanda-tanda yang tentunya perlu Anda perhatikan adalah suhu tubuh balita. Agar Anda dapat mengetahui suhu tubuh si kecil dengan akurat, pastikan Anda mengukurnya dengan termometer. Memperkirakan suhu tubuh dengan tangan saja tentu tidak cukup.

Anda dapat membeli termometer yang dijual bebas di apotik. Balita dapat dikatakan sedang mengalami demam jika suhu tubuh yang ditunjukkan di termometer mencapai lebih dari 38 derajat Celsius.

Jika suhu tubuh balita mencapai di atas 38 derajat Celsius, segera berikan balita air putih. Pastikan si kecil tetap terhidrasi dan mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Apabila demam pada balita tidak kunjung hilang, Anda dapat memberikan penanganan di rumah terlebih dahulu, mulai dari memberi obat tanpa resep dokter, serta mengompres kening balita.

Kapan orang tua harus membawa balita ke dokter atau rumah sakit?

Apabila panas tidak kunjung turun dan disertai dengan gejala-gejala berikut, Anda perlu waspada:

  • Suhu tubuh balita semakin tinggi
  • Balita tidak mau makan dan minum
  • Tubuh semakin lemas
  • Terdapat tanda-tanda sesak napas
  • Balita mengalami kejang, atau pernah memiliki riwayat kejang

Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda dan gejala tersebut, Anda harus segera membawanya ke dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Cara cepat mengatasi demam pada balita

fase demam berdarah

Jika suhu tubuh balita lebih tinggi dari biasanya, Anda tidak perlu panik. Sebelum membawa ke dokter atau rumah sakit, Anda dapat melakukan penanganan di rumah terlebih dahulu untuk mengatasi demam pada balita.

1. Mengompres dengan air hangat

Salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh si kecil adalah kompres dengan air hangat. Dengan mengompres, suhu tubuh balita akan turun untuk sementara.

2. Memberi minum yang banyak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, balita rentan mengalami dehidrasi ketika demam. Hal ini disebabkan karena peningkatan suhu tubuh menyebabkan keringat keluar lebih banyak. Maka itu, pemberian asupan cairan yang cukup sangatlah penting untuk mengatasi demam pada balita.

3. Mengenakan pakaian yang tidak terlalu tebal

Tidak hanya itu saja. Untuk mencegah balita berkeringat berlebihan, Anda dapat mengenakan si kecil pakaian berbahan tipis. Pastikan juga balita beristirahat dengan suhu ruangan yang nyaman, tidak terlalu dingin atau pun terlalu panas.

Memakaikan baju yang terlalu tebal justru berisiko pada kondisi balita. Karena tubuh mereka belum dapat mengatur suhu tubuh dengan baik, pakaian yang terlalu tebal akan mengakibatkan panas sulit turun.

4. Memberi obat penurun panas

Anda juga dapat memberikan anak obat penurun panas yang dijual secara bebas di apotik, alias tanpa resep dokter. Pilih obat yang mengandung paracetamol atau ibuprofen untuk membantu menurunkan demam pada balita

Selain mengendalikan suhu tubuh yang panas, obat juga dapat meringankan serta meredakan gejala-gejala yang balita alami, seperti pusing, badan terasa tidak nyaman, dan sakit kepala. Dengan demikian, balita akan merasa lebih nyaman serta kembali memiliki nafsu makan dan minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Terkadang orangtua lupa dengan jadwal imunisasi sehingga terlambat imunisasi. Apa yang harus dilakukan bila anak telat imunisasi?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
terlambat imunisasi

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ketahui apakah terdapat perbedaan antara anak yang minum susu formula sapi dan soya dalam hal tumbuh kemang serta apa kelebihan dari susu soya.

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
perbedaan susu sapi dan soya
Parenting, Nutrisi Anak 16 Juli 2020

Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Balita rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya ditandai dengan demam. Bagaimana cara mengatasi demam pada balita dengan cepat dan aman?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
demam pada balita
Kesehatan Anak, Parenting 28 November 2019

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Seharusnya Suhu Tubuh yang Normal? Apa yang Bikin Suhu Tubuh Naik-Turun?

Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun selama seharian ia beraktivitas. Lantas, berapa suhu tubuh normal yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Juni 2017 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Penyebab Anak Demam: Kapan Ortu Harus Khawatir?

Demam adalah penyakit langganan anak-anak. Meski begitu, ada beberapa tanda peringatan yang wajib Anda waspadai. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Anak, Parenting 9 Juni 2017 . Waktu baca 3 menit

5 Obat Demam Alami yang Bisa Anda Temukan di Rumah

Kompres air dingin telah digunakan sebagai obat demam alami sejak dulu. Padahal, trik ini tidak benar-benar menyembuhkan demam. Jadi, harusnya bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 April 2017 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Memandikan Bayi yang Sedang Demam?

Salah satu hal yang mungkin dilakukan untuk meredakan demam pada bayi adalah dengan memandikannya air hangat. Namun, apakah boleh bayi mandi saat demam?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 31 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
kejang demam pada anak

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
anak sering sakit demam setelah vaksin hib

Kenapa Si Kecil Sering Sakit dan Demam? (Plus Tips Cepat Mengatasinya)

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2019 . Waktu baca 6 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit