backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

6 Penyebab Telinga Bindeng, dari Masalah Ringan hingga Serius

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 10/02/2023

6 Penyebab Telinga Bindeng, dari Masalah Ringan hingga Serius

Pernahkah Anda merasakan salah satu atau kedua telinga bindeng? Kondisi ini terjadi ketika suara yang biasanya terdengar jelas menjadi meredam, seperti ada sesuatu yang menyumbat telinga Anda.

Biasanya, telinga bindeng kerap terjadi saat Anda naik pesawat atau sehabis berenang. Namun bagaimana jika terjadi terus-terusan? Ketahui berbagai penyebab telinga bindeng untuk tahu penanganan yang tepat.

Berbagai penyebab telinga bindeng

Selain kesulitan dalam mendengar, telinga bindeng terkadang muncul bersama dengan bunyi denging, rasa nyeri, pusing, telinga terasa penuh, dan gangguan keseimbangan. Gejala tersebut bisa muncul secara perlahan atau mendadak.

Beberapa kondisi tersebut bisa diobati dengan mudah, tapi ada juga yang bertambah parah. Bila kondisi ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab telinga bindeng.

1. Kotoran telinga menumpuk

telinga gatal sampai tenggorokan

Penyebab telinga bindeng yang paling sering terjadi adalah kotoran telinga yang menumpuk. Sebenarnya, kotoran telinga (serumen) dapat membunuh kuman sehingga membantu melindungi telinga dari infeksi.

Saat Anda mengunyah, berbicara, atau menguap, serumen akan berpindah dari telinga bagian dalam ke telinga bagian luar. Ini membuat kotoran telinga ini menjadi kering dan terkelupas.

Membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud biasanya akan mendorong kotoran lebih dalam ke telinga. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kotoran telinga menumpuk dan lebih sulit untuk dibersihkan.

Seiring waktu, penumpukan kotoran bisa menyumbat telinga dan membuat telinga Anda meredam. Anda menjadi sulit mendengar, telinga terasa penuh, sakit dan gatal, serta berdering.

2. Mendengar suara yang keras

Telinga meredam juga bisa diakibatkan oleh suara keras. Hal ini bisa terjadi saat Anda mendengarkan suara yang terlalu keras atau bising, misalnya suara ledakan atau tembakan.

Suara-suara tersebut berpotensi merobek gendang telinga dan menimbulkan gangguan ini sementara. Telinga yangmeredam ini umumnya akan mereda jika robekan pada gendang telinga telah sembuh.

Meski begitu, robekan pada gendang telinga yang tak sembuh bisa menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang, termasuk kehilangan pendengaran.

3. Infeksi telinga tengah (otitis media)

Otitis media atau juga bisa menjadi penyebab dari telinga bindeng, terutama pada anak. Kondisi ini terjadi ketika telinga bagian tengah meradang dan terjadi penumpukan cairan akibat infeksi bakteri atau virus.

Selain kesulitan mendengar, telinga bisa terasa sakit dan demam akan muncul. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat flu atau pilek yang Anda alami sebelumnya.

Telinga meredam akibat flu (pada orang dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas) umumnya bisa diobati dengan obat yang mengandung dekongestan untuk mengurangi gejala tersebut.

Gangguan telinga ini biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun, bila tidak membaik, kemungkinan penumpukan cairan sudah terinfeksi dan kondisi sudah kronis. Ini membutuhkan perawatan dokter lebih lanjut.

4. Penyakit Meniere

telinga berdengung saat naik kendaraan

Penyakit Meniere adalah gangguan telinga yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran, telinga berdenging, pusing atau vertigo yang parah, serta telinga yang terasa penuh.

Melansir National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), serangan pusing bisa terjadi secara tiba-tiba atau setelah tinnitus atau telinga bindeng beberapa saat.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, tetapi diyakini akibat penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Penumpukan cairan ini bisa terjadi akibat infeksi virus, gangguan autoimun, atau alergi.

5. Tinnitus

Ketika Anda merasa pendengaran seperti meredam disertai kemunculan suara dengung, deru, desis, decak, atau siulan pada telinga, bisa jadi ini merupakan gejala tinnitus.

Ini terjadi karena telinga mendengar suara bising yang keras, penggunaan obat-obatan antiradang nonsteroid, atau juga disebabkan oleh gangguan lain, seperti infeksi telinga atau cedera kepala,

Tergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya, tinnitus dapat membaik seiring waktu dengan pengobatan dokter atau Anda bisa memiliki kondisi ini dalam waktu yang lama.

Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini. Namun, tetapi perawatan dan terapi yang didapatkan dari dokter bisa membantu Anda mengurangi gejala.

6. Tumor

Meskipun tidak umum, tumor di sepanjang saraf yang menghubungkan telinga ke otak atau di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gangguan pendengaran, termasuk telinga bindeng.

Biasanya, tumor ini ditemukan pada orang yang mengalami gangguan pendengaran di satu telinga, tetapi tidak pada yang lain. Pusing dan vertigo juga merupakan tanda kemungkinan adanya tumor.

Adapun diagnosis dini tumor dapat mempercepat pengobatan yang tentu bisa mencegah tumor bertumbuh semakin besar. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika menemukan gejala-gejala di atas.

Penting untuk Diketahui

Jika telinga yang meredam terjadi terus menerus, sangat penting untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dari dokter segera setelah gejala muncul. Dokter dapat membantu memberi obat sakit telinga atau penanganan medis lainnya yang tepat sesuai kondisi Anda. Anda bisa pilih dokter di rumah sakit atau klinik khusus THT terdekat dari lokasi Anda untuk mendapat pengobatannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 10/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan