3 Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi dan Tips Merawatnya

    3 Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi dan Tips Merawatnya

    Bayi membutuhkan bantuan Ibu dalam menjaga kesehatannya, khususnya merawat kebersihan hidungnya yang mungil. Perhatian kecil ini perlu dilakukan Ibu untuk mencegah hidung tersumbat pada bayi. Hidung yang bersih dan terawat, tentu meningkatkan kesehatan si kecil.

    Mungkin saja sesekali Ibu melihat si kecil mengerahkan usaha lebih untuk bernapas karena hidungnya tersumbat. Nah, ada beberapa penyebab yang wajib diketahui dan bagaimana cara merawat atau mengatasi hidung bayi supaya tidak tersumbat.

    Penyebab hidung tersumbat pada bayi

    Hidung tersumbat merupakan masalah umum yang dapat dialami semua kalangan termasuk bayi. Meskipun kondisi ini bukanlah hal yang serius pada bayi, tetapi bisa mengganggu pernapasan bayi.

    Ketika hidung tersumbat, bayi akan bernapas melalui mulutnya. Tentunya, ini tidak membuat si kecil nyaman terutama saat ia makan atau tidur. Bayi bisa jadi rewel karena kondisi ini dan ia tak bisa memberitahu hal apa yang mengganggunya.

    obat pilek bayi

    Saat rewel, mungkin Ibu bisa tengok apakah ia sedikit lebih berusaha saat bernapas. Oleh karenanya, penting bagi Ibu mengetahui beberapa gejala umum hidung tersumbat pada bayi di bawah ini:

    • Hidung meler atau pilek
    • Mengeluarkan bunyi saat bernapas
    • Mendengkur saat tidur
    • Bersin
    • Batuk

    Beberapa gejala dapat muncul bersamaan, bisa juga tidak tergantung dari penyebabnya. Berikut beberapa penyebab yang melatarbelakangi hidung tersumbat pada bayi:

    1. Udara kering

    Udara kering dapat menjadi penyebab hidung tersumbat pada bayi. Mungkin si kecil berada di ruangan yang dingin dengan kelembapan rendah, sehingga membuat udara menjadi kering. Udara yang kering dapat membuat hidung tersumbat.

    Berdasarkan riset yang dilakukan Monell Chemical Senses di Filadelfia, Amerika Serikat, suhu udara yang dingin dan kering, serta kelembapan yang rendah dapat menyebabkan hidung tersumbat. Hal ini dapat dialami siapa saja, orang dewasa sekalipun bayi.

    Udara yang dingin dan kering membuat mukosa di dalam saluran hidung menjadi kering. Mukosa yang kering mempersempit saluran pernapasan, sehingga menyebabkan hidung bayi tersumbat dan agak sulit bernapas.

    2. Hay fever

    Hay fever atau alergi rhinitis dapat terjadi pada bayi yang sensitif pada iritan. Hay fever terjadi karena kekebalan tubuh si kecil memberi reaksi berlebihan saat iritan masuk melalui saluran pernapasan si kecil. Hal ini juga bisa memicu hidung tersumbat pada bayi dengan beberapa gejala yang timbul:

    • Bersin-bersin
    • Hidung meler
    • Bagian mata dan telinga terasa gatal
    • Mata merah, berair, dan bengkak
    • Pusing

    Reaksi di atas sebetulnya bagian dari mekanisme sistem imun tubuh untuk melindungi si kecil. Namun, karena reaksi imunitas yang berlebihan, bisa menimbulkan ketidaknyamanan si kecil saat bernapas dan tidurnya jadi terganggu.

    Iritan yang menyebabkan meliputi:

    • Debu
    • Bulu hewan
    • Jamur
    • Asap rokok
    • Serbuk bunga/pollen

    Meskipun hay fever bukan masalah serius, ada baiknya segera ditangani ya, Bu. Jangan sungkan berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat, agar gejala si kecil cepat reda.

    3. Sakit batuk pilek

    Hidung tersumbat pada bayi dapat disebabkan sakit batuk pilek. Batuk pilek terjadi karena adanya infeksi pada sistem saluran pernapasan atas pada bayi, karena imunitas bayi belum sepenuhnya kuat untuk menangkal virus.

    Kondisi awal yang mengindikasikan si kecil mengalami batuk pilek adalah hidung tersumbat dan meler. Awalnya, warna ingus si kecil berwarna bening, tetapi lama kelamaan ingus berubah warna menjadi kuning atau hijau.

    Beberapa hari setelah penularan, gejala dapat berkembang seperti:

    • Demam
    • Bersin
    • Batuk
    • Kurangnya selera makan
    • Rewel
    • Susah tidur

    Bila Ibu menemukan gejala ini, sebaiknya bawa si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Tips merawat hidung bayi agar tidak tersumbat

    Hidung sebagai saluran pernapasan si kecil, membawa dampak bagi kesehatannya secara keseluruhan. Agar hidung bayi dan saluran pernapasannya tetap terjaga, berikut beberapa tips untuk merawat hidung bayi.

    1. Gunakan nebulizer

    nebulizer hidung tersumbat

    Ibu dapat menyediakan nebulizer di rumah yang berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat pada bayi secara umum. Berdasarkan penelitian dari Italian Journal of Pediatrics, nebulizer dapat membantu pengenceran mukus/dahak di dalam hidung anak, sehingga melegakan sistem pernapasan.

    Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa nebulizer juga dapat digunakan meredakan gejala hidung tersumbat pada sistem pernapasan atas dan bawah. Dengan begitu, Ibu jadi lebih mudah mengatasi hidung mampet si kecil.

    2. Bersihkan hidung dengan bola kapas

    Jangan lupa membersihkan hidung bayi setidaknya seminggu sekali saat memandikannya. Bersihkan hidung bayi menggunakan bola kapas yang dibasahi air hangat. Usapkan dengan lembut di sekitar lubang hidung untuk membuang kotoran dan ingus.

    Ingat Bu, lebih baik jangan masukkan benda apapun ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkannya, termasuk cotton bud. Cukup gunakan kapas dengan air hangat pada hidung bayi untuk membersihkan dan mencegahnya tersumbat.

    3. Pasang humidifier

    cara membersihkan humidifier

    Sebisa mungkin, pasang humidifier atau alat pelembap ruangan untuk menjaga kelembapan ruangan. Udara kering dan dingin dapat memicu hidung tersumbat pada bayi. Maka itu, pasang humidifier di ruangan bayi agar sistem pernapasannya tetap lembap dan mukus yang melapisi saluran hidungya tidak mengering dan membuatnya mampet.

    4. Hindari iritan

    Sebelumnya dikatakan bahwa iritan seperti debu, bulu hewan, asap rokok, serbuk bunga, dan jamur. Iritan ini bisa membuat hidung tersumbat pada bayi. Upayakan untuk menjauhi segala iritan ini pada bayi ya, Bu. Jangan lupa rutin membersihkan kamarnya agar terbebas dari debu dengan menyapu atau mengepel lantai ruangan.

    Ganti seprai bayi secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan berkembangnya jamur maupun tungau. Selain itu, hindari si kecil berdekatan dengan asap rokok agar saluran napasnya tetap sehat.

    Ibu, kini sudah tahu apa saja penyebab dan langkah penting untuk mencegah hidung tersumbat pada bayi. Yuk, terapkan cara di atas untuk merawat pernapasan si kecil agar kesehatan tubuhnya tetap utuh dan terjaga.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Maria Amanda · Tanggal diperbarui 30/09/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan