Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidak Perlu Panik! Berikut Cara Cepat Redakan Demam Anak di Perjalanan

Tidak Perlu Panik! Berikut Cara Cepat Redakan Demam Anak di Perjalanan

Menghabiskan waktu bersama keluarga memang menyenangkan. Namun sayangnya, kerap kali si Kecil mengalami gangguan kesehatan terutama saat di perjalanan. Salah satu contoh kondisi yang cukup sering dialami anak adalah demam. Ketahui cara cepat mengatasi anak demam saat sedang melakukan perjalanan jauh agar Anda tidak merasa khawatir dan si Kecil bisa kembali menikmati perjalanan.

Tips mengatasi demam pada anak selama di perjalanan agar cepat mereda

Demam termasuk kondisi kesehatan yang cukup umum dialami anak. Sebagian besar anak yang mengalami demam tidak perlu mendapat perawatan khusus. Namun, situasi akan berbeda ketika demam terjadi saat si Kecil sedang dalam perjalanan.

Tidak jarang anak yang demam dalam perjalanan membuat orang tua panik. Oleh karena itu, penting untuk melakukan persiapan untuk menghadapi segala hal yang mungkin dialami si Kecil.

Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini sebagai cara cepat mengatasi anak demam di tengah perjalanan dekat maupun jauh.

Menjaga kadar cairan dalam tubuh anak dengan perbanyak minum

perut kembung pada anak

Dilansir dari OSF Healthcare System, demam dapat memicu dehidrasi. Penting untuk Anda memastikan kadar air dalam tubuh si Kecil tetap cukup selama ia mengalami demam, terutama jika si Kecil masih menyusui.

Dehidrasi dapat berbahaya sehingga Anda perlu segera mengatasi demam anak. Hubungi dokter atau bawa si Kecil ke klinik maupun rumah sakit jika menolak untuk minum dan menunjukkan beberapa gejala dehidrasi seperti:

  • Mulut dan bibir kering
  • Tidak keluar air mata ketika menangis
  • Mata cekung
  • Terlihat sangat lemas

Tak hanya air putih, Anda dapat menawarkan minuman seperti jus atau es loli. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah cairan dalam tubuh anak tetap berada pada kadar aman.

Menggunakan plester demam penurun suhu badan

Menurut Boston’s Children Hospital, kompres dingin dapat membantu meredakan atau mengatasi demam pada anak. Kompres dapat diletakkan di area pembuluh darah yang paling dekat dengan permukaan kulit, misalnya dahi, pergelangan tangan, atau pangkal paha.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk selalu sedia plester demam yang lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Kompres plester juga dapat memberikan sensasi dingin seperti halnya kain yang direndam air dingin.

Kompres plester terdiri dari hidrogel yang terdiri dari resin penyerap dengan kandungan air. Fungsi dari hidrogel ini menyerap panas tubuh sehingga dapat membantu menurunkan dan mengatasi suhu tubuh pada anak yang demam. Kompres plester hidrogel tidak termasuk obat, melainkan terapi pendinginan dan penurunan suhu badan sehingga sangat aman untuk digunakan.

Memberikan obat untuk bantu mengatasi demam anak

Pemberian obat tidak selalu diperlukan ketika Anda mendapati si Kecil demam. Apabila si Kecil tidak menunjukkan pertanda kesakitan atau terganggu dengan meningkatnya suhu tubuh, tahan dulu pemberian obat pada demam dengan suhu sekitar 38.9°C.

Namun, apabila si Kecil memperlihatkan tanda-tanda kesakitan atau menolak minum air, direkomendasikan segera memberikan obat untuk bantu mengatasi demam anak. Demam biasanya mulai membuat si Kecil gelisah pada suhu di atas 39° atau 39.5°C.

Ketika memberikan obat, perhatikan aturan pakai sekaligus dosis yang dianjurkan. Ingat, memberikan obat lebih banyak atau lebih sering tidak akan mempercepat proses pengobatan. Efek dari obat biasanya baru akan terasa setelah 30 hingga 60 menit.

Mengingat situasi pandemi yang masih belum berakhir, Anda dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Namun, terkadang Anda tidak memiliki pilihan dan perlu membawa si Kecil keluar, seperti untuk mendapat imunisasi atau berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Untuk itu, selain melakukan protokol kesehatan, selalu sedia pertolongan pertama untuk menghadapi anak demam, setidaknya dengan membawa kompres plester dan obat penurun demam.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bucher, B. (2020, January 3). What to do when your child has a fever. Retrieved August 24, 2020, from OSF HealthCare Blog website: https://www.osfhealthcare.org/blog/what-to-do-when-your-child-has-a-fever/

Boston Children’s Hospital. (n.d.). Treatments for Fever in Children. Retrieved August 24, 2020, from http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/f/fever/treatments

Stanford Children’s Health. (2020). Fever in Children. Retrieved August 24, 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512

University Hospitals. (2015). The Do’s and Don’ts of Treating Fevers in Children. Retrieved August 24, 2020, from https://www.uhhospitals.org/Healthy-at-UH/articles/2015/03/the-dos-and-donts-of-treating-fevers-in-children

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x