Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Batuk Croup, Batuk Mengi yang Sering Menyerang Anak di Musim Hujan

Kenali Batuk Croup, Batuk Mengi yang Sering Menyerang Anak di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, anak jadi lebih gampang sakit batuk pilek. Nah, salah satu jenis batuk yang paling sering menyerang anak-anak selama musim penghujan adalah croup. Gejala khas croup ditandai dengan suara mengi setiap kali anak batuk.

Penyakit ini dapat membuat anak sulit bernapas lega, terutama jika terjadi pada bayi. Yuk, ketahui lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan batuk croup pada anak di artikel ini.

Apa itu batuk croup?

Batuk croup adalah infeksi pernapasan yang terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta bronkus (saluran udara ke paru-paru) mengalami iritasi dan membengkak.

Pembengkakan ini membuat saluran udara menyempit sehingga menyebabkan napas jadi lebih cepat dan dangkal serta batuk parah. Akibatnya anak akan sulit bernapas.

Croup paling rentan menyerang bayi usia 3 bulan sampai anak usia 5 tahun, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak di atas 15 tahun.

Gejala batuk croup adalah suara mengi

batuk pada anak

Croup menyebabkan anak sering batuk-batuk. Namun, suara batuknya beda dari batuk pada umumnya.

Batuk akibat croup akan terdengar sangat khas seperti suara siulan yang tertahan. Bunyinya lebih melengking dan terdengar “ngik-ngik” bukannya “uhuk-uhuk” seperti batuk biasa. Suara napas yang seperti ini disebut dengan suara mengi.

Selain batuk mengi, si kecil juga biasanya akan mengalami gejala pilek dan flu, seperti hidung gatal dan tersumbat, sakit tenggorokan, serta demam.

Pada kasus parah, batuk parah bisa menyebabkan anak kesulitan bernapas sehingga kulitnya lama-lama memucat atau justru membiru karena kekurangan oksigen. Gejala ini biasanya memburuk di malam hari atau ketika anak menangis.

Penyebab batuk croup berdasarkan jenisnya

Penyebab batuk croup adalah infeksi virus seperti virus influenza, parainfluenza RSV, campak, dan adenovirus. Awalnya si kecil akan mengalami gejala pilek umum dan seiring waktu akan mengalami batuk mengi disertai demam.

Penyebab lainnya yang kurang umum adalah alergi atau refluks asam lambung. Jika croup anak disebabkan oleh ini, gejala akan muncul tiba-tiba dan sering terjadi di malam hari. Anda mungkin akan mendapati si kecil terbangun tengah malam terengah-engah karena batuk mengi dan suaranya serak.

Croup yang disebabkan oleh infeksi virus mudah menular dalam beberapa hari setelah anak terinfeksi atau ketika ia demam. Di luar dari penyebab ini, croup akibat reaksi alergi atau refluks lambung tidaklah menular.

Bagaimana mengobatinya?

Batuk jenis ini pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih seminggu. Namun agar lebih cepat sembuh, Anda bisa berikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada bayi berusia di atas 6 bulan.

Obat batuk dextromethorphan hanya boleh diberikan untuk mengobati batuk pada anak sudah berusia lebih dari 4 tahun.

Selain pakai obat, Anda juga dapat meringankan gejala batuk croup anak dengan cara sebagai berikut.

  • Buat anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun: beri 1/2 – 1 sdm madu sebanyak 4 kali sehari. Madu tidak boleh diminumkan untuk anak di bawah 1 tahun. Alternatifnya, berikan sari buah apel dengan campuran sedikit air lemon sebanyak 1 – 3 sendok teh.
  • Batuk jenis ini biasanya semakin memburuk saat anak menangis. Jadi segera tenangkan anak jika ia mulai menangis.
  • Jaga suhu kamar anak dan rumah tetap lembap dengan memasang humidifier.
  • Pastikan anak cukup tidur dan istirahat, kompres tubuhnya dengan air hangat, atau mandi air hangat.
  • Perbanyak minum air putih hangat, jus buah, atau sup hangat untuk melegakan pernapasannya dan mengurangi batuk.
  • Sebelum tidur, berikan minum segelas air putih hangat sebelum tidur dan selipkan bantal tebal di bawah kepalanya untuk melegakan pernapasan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Croup. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/croup/. Accessed on December 10, 2018.

What Is Croup? What Causes It? https://www.webmd.com/children/understanding-croup-basic-informationCro. Accessed on December 10, 2018.

Croup. https://kidshealth.org/en/parents/croup.html.  Accessed on December 10, 2018.

Home Treatments For Coup That Will Hel Your Child’s Barking Cough. https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_bo3b8lay. Accessed on December 10, 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x