backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

10 Jenis Mainan untuk Atasi Anak Speech Delay

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 14/07/2023

10 Jenis Mainan untuk Atasi Anak Speech Delay

Kemampuan berbicara termasuk salah satu tanda anak tumbuh dan berkembang secara normal. Maka, wajar saja jika banyak orangtua khawatir jika anaknya mengalami speech delay. Untungnya, untuk mengatasi speech delay pada anak, ada mainan yang bisa Anda gunakan agar anak cepat belajar bicara.

Tips memilih mainan untuk anak speech delay

Speech delay adalah istilah yang digunakan untuk kondisi anak terlambat bicara, yaitu ketika kemampuan berbicara anak tidak berkembang sesuai dengan usianya.

Untuk mengatasi speech delay pada anak, Anda bisa membantunya belajar bicara lebih lancar dengan bantuan mainan.

Ya, ada jenis mainan yang bisa membantu agar anak bisa cepat bicara. Berikut tips memilih mainan yang cocok untuk anak yang speech delay.

  • Pilih mainan tanpa baterai dan tidak bisa mengeluarkan suara.
  • Utamakan mainan yang bisa dimainkan secara bebas oleh anak sesuai dengan kreativitas dan imajinasi anak.
  • Biarkan anak bermain mainan apa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Seperti contohnya, biarkan anak perempuan bermain mobil-mobilan dan anak laki-laki bermain masak-masakan.
  • Berikan mainan yang bisa membuat anak bergerak lebih aktif, seperti bola.
  • Ajak anak bermain di luar bersama mainannya, seperti kolam renang buatan dari balon atau sekop dan ember untuk bermain di pasir.
  • Jangan belikan anak mainan terlalu banyak dan atur waktu main anak agar bisa main dengan setiap mainan yang ia punya.

Rekomendasi mainan untuk anak speech delay

Agar Anda lebih mudah dalam memilih mainan edukasi yang tepat untuk menstimulasi anak dengan speech delay, berikut beberapa rekomendasinya.

1. Building Blocks

perkembangan anak 2 tahun

Building Blocks atau balok mainan untuk anak ada yang terbuat dari kayu atau plastik.  Namun tenang, meski terbuat dari kayu, balok mainan tidak berat dan aman untuk anak.

Sementara balok yang terbuat dari plastik mirip dengan lego dan biasanya dengan ukuran yang lebih besar. 

Balok mainan diketahui sangat bagus untuk membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak.

Bukan hanya itu, balok mainan juga bisa meningkatkan kemampuan bicara untuk anak yang speech delay.

Mulai dari belajar nama-nama warna dari setiap balok hingga mencoba memahami arti tinggi, ke atas, serta jatuh saat membangun dan menumpuk balok.

2. Lego

Lego memang mirip dengan mainan balok plastik. Namun, lego umumnya berukuran lebih kecil.

Terlepas dari ukurannya, lego terbukti sebagai mainan yang bisa memberi banyak manfaat. Salah satunya, yaitu meningkatkan kemampuan bicara anak.

Ketika bermain lego, anak bisa mengembangkan kemampuan bicara dengan memberi petunjuk kepada orang lain dalam menyusun lego.

Begitupun sebaliknya, anak juga bisa melatih kemampuannya dalam memahami percakapan saat mengikuti perintah dari orang lain untuk menyusun lego.

3. Binatang-binatang

Binatang-binatang juga termasuk mainan yang cocok untuk meningkatkan kemampuan bicara pada anak speech delay.

Saat bermain dengan binatang-binatang, Anda bisa mengajarkan kepada anak nama setiap hewan dan meminta anak untuk ikut menyebutkannya.

Anda juga dapat mencontohkan suara masing-masing hewan agar anak lebih tertarik untuk ikut berbicara dan meniru suara Anda.

Agar lebih menarik, Anda bisa menggunakan binatang tersebut untuk menceritakan dongeng hewan serta memberi setiap binatang nama-nama yang lucu dan bisa diingat oleh anak.

Jika anak mau, biarkan ia ikut membuat cerita sendiri tentang binatang-binatang yang dimainkan.

4. Puzzle

manfaat puzzle sebagai pilihan permainan mengasah otak untuk anak perempuan

Puzzle dengan berbagai macam tema bisa membantu menambah kosakata anak, sehingga cocok sebagai mainan untuk anak yang terlambat bicara.

Anda bisa bermain menyusun puzzle bersama anak sambil menyebutkan gambar apa saja yang ada di puzzle tersebut, misalnya hewan, tumbuh-tumbuhan, kendaraan, atau gambar karakter kesukaan anak.

Minta juga kepada anak untuk menceritakan atau menyebutkan gambar atau tema pada puzzle yang ia susun.

5. Tenda atau terowongan

Tenda atau terowongan termasuk mainan yang bisa membuat anak bergerak lebih aktif.

Saat bermain sambil bergerak aktif, Anda bisa mengajarkan kepada anak cara masuk, keluar, melompat, hingga berlari dengan menyebutkan apa yang sedang dilakukan.

Sebagai contoh, Anda ajak anak melompat sambil mengatakan, “lompat!” agar anak ingat dan paham apa yang sedang ia lakukan.

Anak selanjutnya akan lebih mudah mengerti saat Anda bicara dengannya dan meminta untuk melompat sendiri.

Maka dari itu, mainan ini bagus untuk anak speech delay agar cepat bicara.

6. Mainan kendaraan

Mobil-mobilan, baik yang berbentuk mobil ataupun truk, juga bisa menjadi mainan untuk anak speech delay.

Bukan hanya mobil-mobilan, kendaraan lain seperti kereta dan pesawat juga bisa membantu anak meningkatkan kemampuan bicaranya.

Saat sedang bermain, Anda bisa sambil mengenalkan apa saja warna, huruf, angka, atau gambar lainnya yang ada di kendaraan tersebut.

Anak pun akan lebih tertarik untuk belajar kata-kata baru.

7. Boneka tangan

main boneka saat dewasa

Anak-anak biasanya suka bermain dengan boneka tangan. Dengan boneka tangan, Anda bisa bercerita kepada anak-anak dengan menggunakan boneka ini sebagai tokohnya.

Melalui cerita tersebut, Anda bisa mengajarkan kata-kata baru, sehingga cocok sebagai mainan untuk anak speech delay

Jika anak Anda termasuk anak yang sensitif atau pemalu, Anda bisa mengajarkan anak menggunakan boneka tangan untuk membantunya terbiasa bicara dengan orang lain.

Ini karena berbicara dengan boneka mungkin tidak akan terasa menegangkan seperti saat bicara dengan orang lain.

Anak Anda bisa berlatih bicara secara bergantian dengan boneka seperti saat berkomunikasi dengan orang lain.

8. Rumah boneka

Selain boneka tangan, Anda bisa menggunakan rumah boneka untuk membuat cerita-cerita yang menarik tentang boneka yang ada di dalamnya.

Anda bisa menggunakan boneka apa saja yang ada di rumah, termasuk boneka binatang, untuk menjadi tokoh dalam cerita anak.

Sambil bermain boneka, anak akan lebih tertarik untuk mendengarkan dan memperhatikan cerita Anda dengan baik.

Anak pun akan lebih terbiasa untuk memahami apa yang disampaikan oleh orang lain saat berbicara dengan dirinya.

9. Balon

Anak-anak dari segala usia umumnya senang bermain dengan balon.

Bahkan, banyak anak yang sangat bersemangat saat melihat balon yang ditiup semakin besar.

Menurut NAPA Center, saat sedang meniup balon untuk anak, minta ia untuk mengatakan kata “besar” atau “lebih besar” agar balon terus ditiup.

Hal ini akan membuat anak yang speech delay mau belajar berbicara untuk mendapat mainan balon yang lebih besar.

10. Buku cerita

Cara terbaik untuk mengajarkan anak bicara adalah dengan mencontohkannya terlebih dahulu kata-kata yang ingin diajarkan.

Anda bisa meminta anak membaca buku cerita bersama dengan mengikuti setiap kata yang Anda ucapkan.

Anda bisa membacakan buku cerita yang sama berulang kali. Selain disukai anak, cara ini bisa membuat anak belajar setiap kata yang ada di buku dengan lebih baik.

Agar anak lebih mudah menghafal kata-kata di dalam buku, Anda bisa pilih buku yang disertai lirik lagu sehingga ia bisa belajar sambil bernyanyi.

Jika usia anak sudah cukup besar, Anda juga bisa bertanya tentang apa saja yang ada di dalam cerita. Sebagai contoh, apa yang akan terjadi selanjutnya pada tokoh dalam cerita.

Perlu Anda pahami

  • Dengan memilih mainan yang tepat untuk anak speech delay, Anda bisa membantu anak meningkatkan kemampuan berbicara, sekaligus mengatasi gangguan perkembangan yang dialami. 
  • Speech delay merupakan kondisi yang umum terjadi, tetapi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
  • Jangan lupa pastikan kondisi anak Anda ke dokter. Terkadang speech delay dapat terjadi sebagai gejala kondisi lain yang lebih serius, seperti kehilangan pendengaran atau penyakit spektrum autisme.  

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 14/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan