Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi dan anak Anda yang masih batita pasti membutuhkan bantuan Anda untuk mengganti popoknya. Bila saat mengganti popok dan mendapati feses anak berwarna abu-abu, Anda pasti khawatir. Sebenarnya, normalkah perubahan warna feses ini pada anak? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Normalkah feses anak jika berwarna abu-abu pucat?

Feses bayi bisa menjadi warna kuning, hijau, cokelat, hitam, merah, bahkan putih keabuan. Pada bayi yang hanya minum ASI, fesesnya cenderung berwarna kuning cerah.

Setelah ia mulai mengonsumsi berbagai makanan, warna feses akan berubah menjadi lebih gelap. Namun, makanan juga bisa merubah warna feses menjadi hijau dan cokelat. Ini umumnya terjadi jika anak banyak mengonsumsi sayuran hijau atau buah anggur.

Namun, feses berwarna merah juga bisa menandakan adanya darah di feses. Kondisi ini tentu bisa menjadi salah satu tanda adanya kondisi medis tertentu. Lantas, bila feses anak berwarna keabuan, haruskah Anda khawatir?

Dikutip dari John Hopkin Children’s Hospital, sangat jarang bayi atau anak-anak mengeluarkan feses yang berwarna putih, keabuan, atau kuning pucat. Pasalnya, dalam beberapa minggu pertama kehidupan, bayi akan memiliki warna feses kuning cerah atau kecokelatan.

Sementara laman Seattle Children’s Hospital, menyebutkan bahwa feses anak yang berwarna abu-abu atau putih cenderung dimiliki anak yang hanya minum susu. Ini juga bisa terjadi jika anak menggunakan obat-obatan, seperti aluminium hidroksida (antasida) atau barium sulfat.

Tidak hanya itu, feses berwarna pucat ini juga bisa menandakan bahwa anak memiliki kerusakan atau penyumbatan pada organ hati atau saluran empedu.

Beberapa masalah hati dan empedu yang menyebabkan feses keabuan pada anak, di antaranya:

  • Mengalami hepatitis A, B, dan C
  • Memiliki penyakit autoimun yang menyerang fungsi hati dan kanker hati
  • Atresia bilier, yakni penyumbatan dan pembengkakan kantong empedu saat masih di dalam kandungan
  • Cholestasis, yaitu berkurangnya aliran empedu yang mengakibatnya bilirubin masuk ke aliran darah dan menyebabkan jaundice. Kondisi ini bisa terjadi akibat atresia bilier yang tidak diobati.

Kapan harus ke dokter?

obat sembelit untuk bayi

Bila feses anak berubah jadi keabuan, jangan dulu panik. Rasa panik bisa membuat Anda semakin cemas. Selain feses yang berubah pucat, terdapat beberapa tanda lain yang mengharuskan Anda segera membawa si kecil ke dokter, antara lain:

1. Lamanya warna feses bertahan

Bawalah anak Anda ke dokter apabila kotoran yang berwarna pucat, kuning pucat, abu-abu, atau putih terjadi sebanyak 2 kali atau lebih dalam satu hari.

Jika anak Anda baru satu kali buang air besar dengan feses keabuan pada hari itu, perhatikan warna fesesnya di hari selanjutnya. Bila sudah melewati 24 jam, feses masih saja berwarna pucat, segera ke dokter.

2. Perhatikan gejala lain yang menyertai

Berubahnya feses anak menjadi abu-abu karena masalah hati dan empedu, biasanya disertai gejala lain, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Bayi terlihat lesu padahal biasanya terlihat aktif
  • Bayi mengalami pembengkakan di pergelangan kaki dan tangan

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan meminta anak untuk menjalani beberapa tes kesehatan seperti tes darah, tes pencitraan, dan biopsi pada hati.

Yang terpenting, jangan dulu panik, karena panik akan membuat Anda semakin cemas dan sulit untuk berpikir jernih.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab BAB Berbusa dan Cara Mengatasinya

BAB berbusa bisa jadi salah satu tanda masalah kesehatan tertentu. Hal ini terjadi pada siapa pun, bahkan bayi dan anak-anak. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

Mendapati BAB anak usia 2 tahun berwarna hijau mungkin membuat sebagian Ibu khawatir. Untuk itu, ketahui penyebabnya dan seberapa umum hal ini terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
toilet training
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ada puluhan siswa dipaksa makan kotoran manusia oleh seniornya. Tindakan itu bisa mengganggu kesehatannya. Apa saja bahaya makan kotoran manusia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Feses

Feses pertama bayi (mekonium) bisa tercampur bersama air ketuban sehingga bayi keracunan. Kondisi ini dinamakan aspirasi mekonium. Apa akibatnya pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kotoran anak berwarna hijau

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat BAB berdarah

Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
BAB berlendir

Berbahayakah Jika BAB Anda Berlendir?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
warna feses berwarna hijau

5 Penyebab Warna Feses Berwarna Hijau, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit