Empeng Vs. Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Seringkah Anda melihat bayi memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya? Entah itu tangannya sendiri atau benda lainnya? Begitu juga saat Anda mendekatkan tangan Anda ke mulut, kebanyakan bayi akan refleks membuka mulutnya. Sebenarnya, saat itu bayi sedang mengenali apakah itu puting susu ibunya atau bukan.

Mungkin sebagian Anda akan memberikan empeng untuk mengatasi hal tersebut atau ada juga yang membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri. Namun, manakah yang lebih baik; bayi pakai empeng atau membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri?

Kenali plus minus pakai empeng dan mengisap jempol pada bayi

mengisap jempol

Bayi memiliki refleks alami untuk mengisap, yaitu untuk membantunya menyusu pada puting ibunya. Refleks ini berguna bagi bayi untuk mendapatkan makanan, kenyamanan, dan keamanan. Biasanya bayi akan mulai melakukan ini ketika mereka lelah, mulai lapar, merasa bosan, atau kesal.

Bayi yang tidak terus-menerus menyusu atau menempel pada puting ibunya, secara otomatis akan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Mungkin ada sebagian orangtua yang tidak suka dengan kebiasaan ini sehingga akan memberikan empeng. Ada juga orangtua yang membiarkannya begitu saja.

Mengisap jempol mungkin lebih mudah dilakukan bayi ketika tidak sedang menyusui. Apalagi, saat bayi terbangun di malam hari. Ini memberikan ketenangan pada dirinya sendiri, bahkan membantunya untuk terlelap kembali. Sayangnya, bayi belum punya kesadaran akan kebersihan. Karena itulah bayi bisa sembarangan mengisap jempolnya misalnya setelah bermain di lantai atau memegang barang-barang kotor.

Kebiasaan mengisap jempol dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah pada kulit dan kuku pada jempol serta gigi. Misalnya kulit jempol menipis, luka, dan akhirnya infeksi. Kerusakan gigi depan akibat tekanan jempol pada gigi juga sering terjadi pada bayi yang suka mengisap jempolnya. Berbagai bibit penyakit juga jadi lebih mudah masuk ke tubuh.

Untuk menghindari dampak buruk dari mengisap jempol, orangtua mencegah kebiasaan isap jempol dengan empeng. Tidak berbeda jauh dengan mengisap jempol, empeng juga memberikan kenyamanan pada bayi sehingga tidak rewel. Dilansir dari Mom Junction, empeng mencegah terjadinya sindrom bayi meninggal mendadak.

Namun, menggunakan empeng tidak sepenuhnya aman, mungkin akan ada beberapa masalah yang muncul pada bayi. Awalnya bayi akan mengalami gangguan menyusui, seperti bingung puting. Kemudian, ada kemungkinan bayi akan memiliki gigi yang tidak rata atau terkena otitis media (infeksi telinga bagian tengah) karena empeng yang digunakan tidak bersih.

Jadi, lebih baik bayi pakai empeng atau isap jempol?

empeng

Menurut American Academy of Pediatric Dentistry dalamĀ Very Well Family, baik mengisap jempol atau memakai empeng dapat memengaruhi kesehatan, terutama pada gigi. Namun, mengisap jempol cenderung tidak higienis dan lebih sulit untuk dihilangkan kebiasaaanya. Menggunakan empeng juga tidak menjadi jaminan bahwa anak tidak akan mengisap jempolnya. Saat empeng tidak ada di sekitarnya, maka anak akan dengan mudah memasukkan jempol ke mulut.

Jadi, mana yang lebih baik, bayi pakai empeng atau mengisap jempolnya? Jawabannya adalah menggunakan empeng. Empeng lebih bisa diawasi kebersihannya dibanding dengan mengisap jempol. Empeng yang ada tutupnya juga mudah untuk dikalungkan pada bayi sehingga bayi dapat menemukannya dengan mudah. Yang terpenting, keunggulan empeng adalah dapat mencegah sindrom bayi mati mendadak karena bayi dapat dengan leluasa bernapas dan tetap nyaman tanpa ditutupi banyak selimut.

Namun, penggunaan empeng juga ada batas waktunya. Saat bayi memasuki usia 6 bulan Anda sudah bisa menghentikan penggunaan empeng. Caranya dengan kurangi kontak antara bayi dengan empeng, misalnya saat tidur siang atau malam hari. Beri rasa-rasa pada empeng yang tidak disukai bayi. Ini membuat bayi akan berhenti mengempeng.

Jika sewaktu-waktu Anda memergoki anak kembali mengisap jempolnya, beri tahu dengan isyarat bahwa itu tidak boleh dilakukan. Saat anak mulai memahami perkataan Anda, beri tahu bahwa kebiasaan mengisap jempol tidak baik dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit