Empeng Vs. Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Seringkah Anda melihat bayi memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya? Entah itu tangannya sendiri atau benda lainnya? Begitu juga saat Anda mendekatkan tangan Anda ke mulut, kebanyakan bayi akan refleks membuka mulutnya. Sebenarnya, saat itu bayi sedang mengenali apakah itu puting susu ibunya atau bukan.

Mungkin sebagian Anda akan memberikan empeng untuk mengatasi hal tersebut atau ada juga yang membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri. Namun, manakah yang lebih baik; bayi pakai empeng atau membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri?

Kenali plus minus pakai empeng dan mengisap jempol pada bayi

mengisap jempol

Bayi memiliki refleks alami untuk mengisap, yaitu untuk membantunya menyusu pada puting ibunya. Refleks ini berguna bagi bayi untuk mendapatkan makanan, kenyamanan, dan keamanan. Biasanya bayi akan mulai melakukan ini ketika mereka lelah, mulai lapar, merasa bosan, atau kesal.

Bayi yang tidak terus-menerus menyusu atau menempel pada puting ibunya, secara otomatis akan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Mungkin ada sebagian orangtua yang tidak suka dengan kebiasaan ini sehingga akan memberikan empeng. Ada juga orangtua yang membiarkannya begitu saja.

Mengisap jempol mungkin lebih mudah dilakukan bayi ketika tidak sedang menyusui. Apalagi, saat bayi terbangun di malam hari. Ini memberikan ketenangan pada dirinya sendiri, bahkan membantunya untuk terlelap kembali. Sayangnya, bayi belum punya kesadaran akan kebersihan. Karena itulah bayi bisa sembarangan mengisap jempolnya misalnya setelah bermain di lantai atau memegang barang-barang kotor.

Kebiasaan mengisap jempol dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah pada kulit dan kuku pada jempol serta gigi. Misalnya kulit jempol menipis, luka, dan akhirnya infeksi. Kerusakan gigi depan akibat tekanan jempol pada gigi juga sering terjadi pada bayi yang suka mengisap jempolnya. Berbagai bibit penyakit juga jadi lebih mudah masuk ke tubuh.

Untuk menghindari dampak buruk dari mengisap jempol, orangtua mencegah kebiasaan isap jempol dengan empeng. Tidak berbeda jauh dengan mengisap jempol, empeng juga memberikan kenyamanan pada bayi sehingga tidak rewel. Dilansir dari Mom Junction, empeng mencegah terjadinya sindrom bayi meninggal mendadak.

Namun, menggunakan empeng tidak sepenuhnya aman, mungkin akan ada beberapa masalah yang muncul pada bayi. Awalnya bayi akan mengalami gangguan menyusui, seperti bingung puting. Kemudian, ada kemungkinan bayi akan memiliki gigi yang tidak rata atau terkena otitis media (infeksi telinga bagian tengah) karena empeng yang digunakan tidak bersih.

Jadi, lebih baik bayi pakai empeng atau isap jempol?

empeng

Menurut American Academy of Pediatric Dentistry dalam Very Well Family, baik mengisap jempol atau memakai empeng dapat memengaruhi kesehatan, terutama pada gigi. Namun, mengisap jempol cenderung tidak higienis dan lebih sulit untuk dihilangkan kebiasaaanya. Menggunakan empeng juga tidak menjadi jaminan bahwa anak tidak akan mengisap jempolnya. Saat empeng tidak ada di sekitarnya, maka anak akan dengan mudah memasukkan jempol ke mulut.

Jadi, mana yang lebih baik, bayi pakai empeng atau mengisap jempolnya? Jawabannya adalah menggunakan empeng. Empeng lebih bisa diawasi kebersihannya dibanding dengan mengisap jempol. Empeng yang ada tutupnya juga mudah untuk dikalungkan pada bayi sehingga bayi dapat menemukannya dengan mudah. Yang terpenting, keunggulan empeng adalah dapat mencegah sindrom bayi mati mendadak karena bayi dapat dengan leluasa bernapas dan tetap nyaman tanpa ditutupi banyak selimut.

Namun, penggunaan empeng juga ada batas waktunya. Saat bayi memasuki usia 6 bulan Anda sudah bisa menghentikan penggunaan empeng. Caranya dengan kurangi kontak antara bayi dengan empeng, misalnya saat tidur siang atau malam hari. Beri rasa-rasa pada empeng yang tidak disukai bayi. Ini membuat bayi akan berhenti mengempeng.

Jika sewaktu-waktu Anda memergoki anak kembali mengisap jempolnya, beri tahu dengan isyarat bahwa itu tidak boleh dilakukan. Saat anak mulai memahami perkataan Anda, beri tahu bahwa kebiasaan mengisap jempol tidak baik dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit