Empeng Vs. Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Seringkah Anda melihat bayi memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya? Entah itu tangannya sendiri atau benda lainnya? Begitu juga saat Anda mendekatkan tangan Anda ke mulut, kebanyakan bayi akan refleks membuka mulutnya. Sebenarnya, saat itu bayi sedang mengenali apakah itu puting susu ibunya atau bukan.

Mungkin sebagian Anda akan memberikan empeng untuk mengatasi hal tersebut atau ada juga yang membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri. Namun, manakah yang lebih baik; bayi pakai empeng atau membiarkan bayi mengisap jempolnya sendiri?

Kenali plus minus pakai empeng dan mengisap jempol pada bayi

mengisap jempol

Bayi memiliki refleks alami untuk mengisap, yaitu untuk membantunya menyusu pada puting ibunya. Refleks ini berguna bagi bayi untuk mendapatkan makanan, kenyamanan, dan keamanan. Biasanya bayi akan mulai melakukan ini ketika mereka lelah, mulai lapar, merasa bosan, atau kesal.

Bayi yang tidak terus-menerus menyusu atau menempel pada puting ibunya, secara otomatis akan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Mungkin ada sebagian orangtua yang tidak suka dengan kebiasaan ini sehingga akan memberikan empeng. Ada juga orangtua yang membiarkannya begitu saja.

Mengisap jempol mungkin lebih mudah dilakukan bayi ketika tidak sedang menyusui. Apalagi, saat bayi terbangun di malam hari. Ini memberikan ketenangan pada dirinya sendiri, bahkan membantunya untuk terlelap kembali. Sayangnya, bayi belum punya kesadaran akan kebersihan. Karena itulah bayi bisa sembarangan mengisap jempolnya misalnya setelah bermain di lantai atau memegang barang-barang kotor.

Kebiasaan mengisap jempol dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah pada kulit dan kuku pada jempol serta gigi. Misalnya kulit jempol menipis, luka, dan akhirnya infeksi. Kerusakan gigi depan akibat tekanan jempol pada gigi juga sering terjadi pada bayi yang suka mengisap jempolnya. Berbagai bibit penyakit juga jadi lebih mudah masuk ke tubuh.

Untuk menghindari dampak buruk dari mengisap jempol, orangtua mencegah kebiasaan isap jempol dengan empeng. Tidak berbeda jauh dengan mengisap jempol, empeng juga memberikan kenyamanan pada bayi sehingga tidak rewel. Dilansir dari Mom Junction, empeng mencegah terjadinya sindrom bayi meninggal mendadak.

Namun, menggunakan empeng tidak sepenuhnya aman, mungkin akan ada beberapa masalah yang muncul pada bayi. Awalnya bayi akan mengalami gangguan menyusui, seperti bingung puting. Kemudian, ada kemungkinan bayi akan memiliki gigi yang tidak rata atau terkena otitis media (infeksi telinga bagian tengah) karena empeng yang digunakan tidak bersih.

Jadi, lebih baik bayi pakai empeng atau isap jempol?

empeng

Menurut American Academy of Pediatric Dentistry dalamĀ Very Well Family, baik mengisap jempol atau memakai empeng dapat memengaruhi kesehatan, terutama pada gigi. Namun, mengisap jempol cenderung tidak higienis dan lebih sulit untuk dihilangkan kebiasaaanya. Menggunakan empeng juga tidak menjadi jaminan bahwa anak tidak akan mengisap jempolnya. Saat empeng tidak ada di sekitarnya, maka anak akan dengan mudah memasukkan jempol ke mulut.

Jadi, mana yang lebih baik, bayi pakai empeng atau mengisap jempolnya? Jawabannya adalah menggunakan empeng. Empeng lebih bisa diawasi kebersihannya dibanding dengan mengisap jempol. Empeng yang ada tutupnya juga mudah untuk dikalungkan pada bayi sehingga bayi dapat menemukannya dengan mudah. Yang terpenting, keunggulan empeng adalah dapat mencegah sindrom bayi mati mendadak karena bayi dapat dengan leluasa bernapas dan tetap nyaman tanpa ditutupi banyak selimut.

Namun, penggunaan empeng juga ada batas waktunya. Saat bayi memasuki usia 6 bulan Anda sudah bisa menghentikan penggunaan empeng. Caranya dengan kurangi kontak antara bayi dengan empeng, misalnya saat tidur siang atau malam hari. Beri rasa-rasa pada empeng yang tidak disukai bayi. Ini membuat bayi akan berhenti mengempeng.

Jika sewaktu-waktu Anda memergoki anak kembali mengisap jempolnya, beri tahu dengan isyarat bahwa itu tidak boleh dilakukan. Saat anak mulai memahami perkataan Anda, beri tahu bahwa kebiasaan mengisap jempol tidak baik dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca