Kenali Batuk Croup, Batuk Mengi yang Sering Menyerang Anak di Musim Hujan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/12/2018
Bagikan sekarang

Memasuki musim hujan, anak jadi lebih gampang sakit batuk pilek. Nah salah satu jenis batuk yang paling sering menyerang anak-anak selama musim penghujan adalah croup. Gejala khas croup ditandai dengan suara mengi setiap kali anak batuk. Penyakit ini dapat membuat anak sulit bernapas lega, terutama jika terjadi pada bayi. Yuk, ketahui lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan batuk croup pada anak di artikel ini.

Apa itu batuk croup?

Batuk croup adalah infeksi pernapasan yang terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta bronkus (saluran udara ke paru-paru) mengalami iritasi dan membengkak.

Pembengkakan ini membuat saluran udara menyempit sehingga menyebabkan napas jadi lebih cepat dan dangkal serta batuk parah. Akibatnya anak akan sulit bernapas.

Croup paling rentan menyerang bayi usia 3 bulan sampai anak usia 5 tahun, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak di atas 15 tahun.

Gejala batuk croup adalah suara mengi

batuk pada anak

Croup menyebabkan anak sering batuk-batuk. Namun, suara batuknya beda dari batuk pada umumnya.

Batuk akibat croup akan terdengar sangat khas seperti suara siulan yang tertahan. Bunyinya lebih melengking dan terdengar “ngik-ngik” bukannya “uhuk-uhuk” seperti batuk biasa. Suara napas yang seperti ini disebut dengan suara mengi.

Selain batuk mengi, si kecil juga biasanya akan mengalami gejala pilek dan flu, seperti hidung gatal dan tersumbat, sakit tenggorokan, serta demam.

Pada kasus parah, batuk parah bisa menyebabkan anak kesulitan bernapas sehingga kulitnya lama-lama memucat atau justru membiru karena kekurangan oksigen. Gejala ini biasanya memburuk di malam hari atau ketika anak menangis.

Penyebab batuk croup berdasarkan jenisnya

Penyebab batuk croup adalah infeksi virus seperti virus influenza, parainfluenza RSV, campak, dan adenovirus. Awalnya si kecil akan mengalami gejala pilek umum dan seiring waktu akan mengalami batuk mengi disertai demam.

Penyebab lainnya yang kurang umum adalah alergi atau refluks asam lambung. Jika batuk croup anak disebabkan oleh ini, gejala akan muncul tiba-tiba dan sering terjadi di malam hari. Anda mungkin akan mendapati si kecil terbangun tengah malam terengah-engah karena batuk mengi dan suaranya serak.

Croup yang disebabkan oleh infeksi virus mudah menular dalam beberapa hari setelah anak terinfeksi atau ketika ia demam. Di luar dari penyebab ini, batuk croup akibat reaksi alergi atau refluks lambung tidaklah menular.

Bagaimana mengobati batuk croup pada anak?

Batuk croup pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih seminggu. Namun agar lebih cepat sembuh, Anda bisa berikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada bayi berusia di atas 6 bulan.

Obat batuk dextromethorphan hanya boleh diberikan untuk mengobati batuk pada anak sudah berusia lebih dari 4 tahun.

Selain pakai obat, Anda juga dapat meringankan gejala batuk croup anak dengan cara:

  • Buat anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun: beri 1/2-1 sdm madu sebanyak 4 kali sehari. Madu tidak boleh diminumkan untuk anak di bawah 1 tahun. Alternatifnya, berikan sari buah apel dengan campuran sedikit air lemon sebanyak 1-3 sendok teh.
  • Batuk croup biasanya semakin memburuk saat anak menangis. Jadi segera tenangkan anak jika ia mulai menangis.
  • Jaga suhu kamar anak dan rumah tetap lembap dengan memasang humidifier.
  • Pastikan anak cukup tidur dan istirahat, kompres tubuhnya dengan air hangat, atau mandi air hangat.
  • Perbanyak minum air putih hangat, jus buah, atau sup hangat untuk melegakan pernapasannya dan mengurangi batuk.
  • Sebelum tidur, berikan minum segelas air putih hangat sebelum tidur dan selipkan bantal tebal di bawah kepalanya untuk melegakan pernapasan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Si Kecil Sering Sakit dan Demam? (Plus Tips Cepat Mengatasinya)

Pernahkah Anda berpikir kenapa, sih, anak-anak sering sakit? apa saja yang bisa dilakukan para ortu agar anak tak mudah sakit? Berikut informasi lengkapnya.

Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Obat Batuk untuk Bayi, yang Alami Atau dari Resep Dokter

Saat si kecil batuk, jangan asal memberinya obat yang ada di pasaran. Pasalnya, dosis dan jenis obat batuk untuk bayi berbeda dengan orang dewasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

6 Cara Mengatasi Batuk Anak Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Batuk pada anak seringkali bikin orangtua khawatir Adakah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi anak yang batuk?

Ditulis oleh: Novita Joseph

8 Minyak Esensial Alami yang Bisa Anda Coba untuk Mengatasi Batuk

Ada banyak jenis minyak esensial yang bisa Anda gunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi batuk. Apa saja? Intip di sini jawabannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Direkomendasikan untuk Anda

membedakan jenis batuk

Tak Semua Batuk Itu Tanda COVID-19, Bagaimana Membedakannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
cara memilih obat batuk

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020
anak batuk terus menerus

Anak Batuk Terus Menerus, Apa Ortu Harus Khawatir?

Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 23/09/2019
batuk berdahak

Batuk Berdahak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 10/09/2019