Kenali Batuk Croup, Batuk Mengi yang Sering Menyerang Anak di Musim Hujan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki musim hujan, anak jadi lebih gampang sakit batuk pilek. Nah salah satu jenis batuk yang paling sering menyerang anak-anak selama musim penghujan adalah croup. Gejala khas croup ditandai dengan suara mengi setiap kali anak batuk. Penyakit ini dapat membuat anak sulit bernapas lega, terutama jika terjadi pada bayi. Yuk, ketahui lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan batuk croup pada anak di artikel ini.

Apa itu batuk croup?

Batuk croup adalah infeksi pernapasan yang terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta bronkus (saluran udara ke paru-paru) mengalami iritasi dan membengkak.

Pembengkakan ini membuat saluran udara menyempit sehingga menyebabkan napas jadi lebih cepat dan dangkal serta batuk parah. Akibatnya anak akan sulit bernapas.

Croup paling rentan menyerang bayi usia 3 bulan sampai anak usia 5 tahun, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak di atas 15 tahun.

Gejala batuk croup adalah suara mengi

batuk pada anak

Croup menyebabkan anak sering batuk-batuk. Namun, suara batuknya beda dari batuk pada umumnya.

Batuk akibat croup akan terdengar sangat khas seperti suara siulan yang tertahan. Bunyinya lebih melengking dan terdengar “ngik-ngik” bukannya “uhuk-uhuk” seperti batuk biasa. Suara napas yang seperti ini disebut dengan suara mengi.

Selain batuk mengi, si kecil juga biasanya akan mengalami gejala pilek dan flu, seperti hidung gatal dan tersumbat, sakit tenggorokan, serta demam.

Pada kasus parah, batuk parah bisa menyebabkan anak kesulitan bernapas sehingga kulitnya lama-lama memucat atau justru membiru karena kekurangan oksigen. Gejala ini biasanya memburuk di malam hari atau ketika anak menangis.

Penyebab batuk croup berdasarkan jenisnya

Penyebab batuk croup adalah infeksi virus seperti virus influenza, parainfluenza RSV, campak, dan adenovirus. Awalnya si kecil akan mengalami gejala pilek umum dan seiring waktu akan mengalami batuk mengi disertai demam.

Penyebab lainnya yang kurang umum adalah alergi atau refluks asam lambung. Jika batuk croup anak disebabkan oleh ini, gejala akan muncul tiba-tiba dan sering terjadi di malam hari. Anda mungkin akan mendapati si kecil terbangun tengah malam terengah-engah karena batuk mengi dan suaranya serak.

Croup yang disebabkan oleh infeksi virus mudah menular dalam beberapa hari setelah anak terinfeksi atau ketika ia demam. Di luar dari penyebab ini, batuk croup akibat reaksi alergi atau refluks lambung tidaklah menular.

Bagaimana mengobati batuk croup pada anak?

Batuk croup pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih seminggu. Namun agar lebih cepat sembuh, Anda bisa berikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada bayi berusia di atas 6 bulan.

Obat batuk dextromethorphan hanya boleh diberikan untuk mengobati batuk pada anak sudah berusia lebih dari 4 tahun.

Selain pakai obat, Anda juga dapat meringankan gejala batuk croup anak dengan cara:

  • Buat anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun: beri 1/2-1 sdm madu sebanyak 4 kali sehari. Madu tidak boleh diminumkan untuk anak di bawah 1 tahun. Alternatifnya, berikan sari buah apel dengan campuran sedikit air lemon sebanyak 1-3 sendok teh.
  • Batuk croup biasanya semakin memburuk saat anak menangis. Jadi segera tenangkan anak jika ia mulai menangis.
  • Jaga suhu kamar anak dan rumah tetap lembap dengan memasang humidifier.
  • Pastikan anak cukup tidur dan istirahat, kompres tubuhnya dengan air hangat, atau mandi air hangat.
  • Perbanyak minum air putih hangat, jus buah, atau sup hangat untuk melegakan pernapasannya dan mengurangi batuk.
  • Sebelum tidur, berikan minum segelas air putih hangat sebelum tidur dan selipkan bantal tebal di bawah kepalanya untuk melegakan pernapasan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengatasi Batuk Anak Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Batuk pada anak seringkali bikin orangtua khawatir Adakah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi anak yang batuk?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Anak, Parenting 22 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Obat Batuk Alami untuk Anak, Cara Aman Atasi Batuk pada Si Kecil

Obat batuk non-resep memiliki efek samping yang dapat membahayakan kesehatan buah hati, beralihlah menggunakan obat batuk alami untuk anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Batuk, Health Centers 17 Juni 2018 . Waktu baca 13 menit

Batuk pada Anak, Penyebab, Jenis dan Cara Mengatasinya

Sebagai orangtua, memperhatikan batuk pada anak itu perlu. Sebab tidak semua batuk merupakan gejala flu. Untuk itu, kenali batuk pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 29 Maret 2018 . Waktu baca 12 menit

Sering Batuk Berdahak di Pagi Hari, Apa Penyebabnya?

Anda suka mengalami batuk berdahak di pagi hari? Jangan dulu khawatir. Penyebabnya tak melulu merupakan kondisi serius. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Batuk, Kesehatan Pernapasan 17 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak batuk terus menerus

Anak Batuk Terus Menerus, Apa Ortu Harus Khawatir?

Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2019 . Waktu baca 5 menit
batuk berdahak

Batuk Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2019 . Waktu baca 11 menit
anak sering sakit demam setelah vaksin hib

Kenapa Si Kecil Sering Sakit dan Demam? (Plus Tips Cepat Mengatasinya)

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2019 . Waktu baca 6 menit
obat batuk untuk bayi

Obat Batuk untuk Bayi, yang Alami Atau dari Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 April 2019 . Waktu baca 12 menit