Idealnya, Berapa Kali Balita Buang Air Besar dalam Seminggu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Idealnya, Berapa Kali Balita Buang Air Besar dalam Seminggu?

Setiap perkembangan baru yang terjadi pada anak tentu membuat Anda girang. Sebaliknya, perubahan sekecil apa pun yang terjadi pada balita Anda bisa membuat khawatir. Misalnya anak mendadak tak nafsu makan atau tiba-tiba jadi pendiam, bahkan hingga kebiasaannya buang air besar yang berubah akan menyita perhatian Anda.

Berbicara soal BAB, Anda mungkin jadi panik dan buru-buru konsultasi ke dokter ketika mendapati anak tiba-tiba jarang BAB atau sebaliknya. Lantas, sebenarnya seberapa sering balita harusnya buang air besar dalam seminggu?

Berapa kali seharusnya balita buang air besar dalam seminggu?

Setiap bayi dan balita pasti memiliki frekuensi yang berbeda-beda untuk buang air besar. Ada yang sekali sehari, ada yang dua kali sehari, atau malah ada yang dua kali atau lebih dalam sehari.

Sebenarnya, tidak ada patokan khusus berapa kali frekuensi bab bayi atau balita yang normal dalam seminggunya. Sebab, setiap orang pasti berbeda-beda jika sudah berbicara urusan buang air besar, termasuk anak Anda. Hal ini wajar mengingat makanan yang Anda makan, usia, dan aktivitas yang dilakukan pun berbeda-beda setiap orangnya.

Idealnya, balita buang air besar 1-3 kali sekali dalam sehari. Namun, jangan khawatir jika balita buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari. Ini merupakan kondisi normal karena frekuensi BAB pada balita berbeda-beda.

Dibandingkan memperhatikan frekuensinya, lebih penting untuk memperhatikan tekstur dan warna feses buah hati Anda. Sebab, keduanya bisa menunjukkan kondisi kesehatan yang sedang dialami buah hati Anda.

Sebagaimana dilansir dari laman The Bump, dr. Michael Lee, dokter anak di Children’s Medical Center di Dallas mengatakan bahwa yang paling penting adalah memastikan tidak ada bercak merah atau daraf pada feses anak Anda.

Tekstur feses yang menyerupai kerikil atau bola ketika buang air besar juga bisa menunjukkan bahwa balita Anda mungkin mengalami sembelit. Sebaliknya, jika anak Anda sangat sering buang air besar bahkan dengan tekstur yang cair, ini menandakan bahwa anak Anda terkena diare.

Agar pencernaan si kecil senantiasa sehat, Anda perlu menjaga pola makannya. Selain itu, Anda juga dapat memberikan susu anak tinggi serat sehingga kebutuhan serat hariannya terlengkapi dan pencernaan si kecil tetap terjaga.

BAB pada balita yang normal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dibandingkan memerhatikan frekuansi buang air besar bayi dan balita yang normal, akan lebih penting jika memerhatikan tekstur atau warna feses.

Biasanya BAB anak akan mengalami perubahan yang kentara saat ia menginjak usia 1 tahun. Hal ini disebabkan karena pola makan anak juga berubah drastis. Pada usia ini, anak mulai makan makanan padat lebih banyak dari sebelumnya.

Makanan yang dimakan tentu juga akan memengaruhi bentuk dan warna feses ketika anak Anda yang berusia balita buang air besar. Normalnya, tekstur feses balita akan memiliki kepadatan seperti selai kacang. BAB yang normal juga tidak akan membuat balita Anda kesakitan.

Ciri khas feses balita yang masih mengonsumsi ASI biasanya cenderung berwarna kekuningan seperti saus mustard, sementara pada balita yang mengonsumsi susu formula tekstur fesesnya cenderung seperti puding karamel.

Berapa pun usia anak Anda, adanya masalah pada pencernaan bisa dilihat dari perubahan drastis pada frekuensi bab bayi dan balita, juga perubahan teksturnya.

Segeralah bawa buah hati Anda ke dokter jika Anda mendapati fesesnya seperti berikut:

  • Berwarna hitam (menandakan adanya perdarahan di lambung atau usus kecil)
  • Berwarna putih (menandakan tubuh anak tidak mampu memproduksi cukup cairan empedu)
  • Terdapat lendir (menandakan adanya infeksi atau intoleransi makanan tertentu)
  • Adanya bercak merah (darah kemungkinan berasal dari usus besar atau rektum)
  • Balita lebih sering atau malah jarang buang air besar setelah Anda memberikan makanan baru (pertanda alergi)
  • Feses tampak berair meski sudah berusia 1 tahun (menandakan anak Anda diare)

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Kartu Menuju Sehat (KMS) sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk memantau tumbuh kembang anak. Bagaimana cara membacanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bab setelah makan

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyebab BAB buang air besar berdarah

Buang Air Besar (BAB) Berdarah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
memandikan bayi

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit