Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Autisme adalah kelainan perkembangan otak dan saraf yang memengaruhi kemampuan berpikir dan berperilaku seseorang. Hingga kini penyebab kini dari autisme tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya ada berbagi faktor yang meningkatkan risiko autisme, salah satunya bahan kimia pada kosmetik. Benarkah demikian? Yuk, pahami lebih dalam pada ulasan berikut ini.

Alasan bahan kimia kosmetik bisa tingkatkan risiko autisme

Studi terbaru yang diterbitkan pada jurnal Environmental Health Perspectives menemukan adanya keterkaitan bahan kimia, yakni phthalates dalam produk kecantikan dengan autisme.

Sebanyak 2001 ibu hamil trimester pertama yang rata-rata berusia 33 tahun diamati kadar phthalates pada urinenya. Semua ibu hamil tersebut merupakan partisipan dari Maternal-Infant Research on Environmental Chemicals (MIREC), yakni kelompok studi jangka panjang yang berfokus pada kehamilan di Kanada.

Proses pengamatan bahan kimia kosmetik dengan autisme ini dilakukan selama 3 tahun, dari tahun 2008 hingga 2011.

Periset kemudian melakukan penilaian lebih lanjut pada 610 anak yang lahir ketika mereka berusia 3 hingga 4 tahun. Penilaian ini menggunakan Social Responsiveness Scale-2 (SRS-2), yakni skor pengukuran sifat autisme dan gangguan sosial.

Bila hasil skala menunjukkan angka yang tinggi, tandanya anak lebih banyak memiliki sifat-sifat yang mengarah pada kelainan autisme.

Lalu, periset membandingkan konsentrasi zat phthalates pada urine sang ibu hamil dengan skor SRS anak. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar bahan kimia kosmetik yang tinggi dikaitkan dengan meningkatkan skor penilaian autisme pada anak.

Namun, efeknya ini hanya terlihat pada anak laki-laki saja. Di samping itu, efeknya cukup rendah pada ibu hamil yang mengonsumsi asam folat yang cukup, yakni 400 mikrogram selama kehamilan trimester pertama.

Periset beranggapan bahwa gangguan endokrin adalah penyebabnya. Paparan bahan kimia tertentu selama kehamilan dapat mengganggu kinerja endokrin, yakni sistem kontrol kelenjar yang menghasilkan hormon yang disirkulasikan ke seluruh tubuh.

Meskipun menunjukkan hasil demikian, studi ini masih memiliki memiliki beberapa kekurangan sehingga pengamatan lebih lanjut.

Upaya mencegah autisme akibat paparan bahan kimia kosmetik

Dengan adanya temuan ini, membuat para calon ibu harus berhati-hati dalam memilih produk sehari-hari. Bukan hanya kosmetik, phthalates juga ditemukan pada sabun, sampo, atau cat kuku.

Phthalates biasanya ditambahkan pada produk agar zat-zat lebih cepat menyerap dan masuk ke kulit. Oleh karena itu, carilah produk yang dilabeli bebas phthalates.

Sekalipun bayi telah lahir, Anda harus meminimalkan paparan kimia ini pada anak, terutama pada mainan anak dan botol bayi. Pada benda-benda ini, phthalates berfungsi untuk membuat plastik jadi lebih fleksibel dan sulit dihancurkan.

Bahan kimia pada kosmetik ini tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko autisme, tapi juga berdampak buruk juga pada perkembangan bahasa dan keterampilan motorik anak.

Selain itu, agar janin terhindar dari autisme maupun masalah kesehatan lainnya, ibu hamil perlu mencukupi asupan asam folat seperti yang direkomendasikan, yakni 400 mcg per hari. Asupan folat ini harus dipenuhi sebelum kehamilan dan 12 minggu pertama kehamilan.

Asam folat bisa didapat dari suplemen dan makanan, seperti alpukat, tomat, kacang-kacangan, dan daging merah. Jangan lupa, lakukan pemeriksaan kehamilan Anda secara rutin untuk memantau kesehatan dan perkembangan janin.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Paraben dalam Kosmetik: Benarkah Berbahaya?

Paraben sering dianggap sebagai barang "haram" dalam kosmetik karena dianggap bisa memicu kanker. Bagaimana bukti ilmiahnya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ada yang bilang minum antibiotik saat hamil berbahaya. Padahal dalam kasus tertentu, ibu hamil boleh kok, minum antibiotik. Tapi perhatikan hal-hal ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

janin berhenti bergerak

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
virus rubella penyakit campak jerman

Rubella (Campak Jerman)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
perkembangan janin minggu 10 kehamilan

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
down syndrome sindrom down

Down Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit