Kenapa Si Kecil Sering Sakit dan Demam? (Plus Tips Cepat Mengatasinya)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sebulan sekali, kebanyakan anak-anak pasti sakit entah itu karena demam, batuk, pilek, atau penyakit infeksi lain. Namun, pernahkah Anda berpikir kenapa, sih, anak-anak sering sakit? Lalu, apa saja yang bisa dilakukan para ortu agar anak tak mudah sakit? Berikut informasi lengkap yang perlu diketahui para ortu. 

Penyebab anak sering sakit

Salah satu kondisi yang sering dialami anak adalah demam. Demam sendiri bukan penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Umumnya demam adalah salah satu gejala dari batuk pilek, diare akut, atau dari demam berdarah.

Sebenarnya, demam adalah respon tubuh untuk mempertahankan diri. Ketika mengalami demam, itu artinya tubuh Anda sedang memberi sinyal bahwa tubuh sedang “diserang” oleh sesuatu, entah itu infeksi bakteri, virus, atau lainnya. Hal ini membuat tubuh jadi lebih waspada.

Sementara jika tubuh tidak memunculkan “peringatan nya” maka, Anda mungkin jadi tidak sadar bila tubuh sedang diserang. Akibatnya, penyakit justru tidak terdeteksi, sehingga tidak bisa diobati lebih awal.

Nah, seberapa kuat pertahanan tubuh atau daya tahan tubuh seseorang terhadap serangan ini bisa ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari status gizi, lingkungan, atau adanya penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun. Tak hanya itu, perubahan cuaca ekstrem juga memengaruhi sistem pertahanan tubuh.

Seperti yang terjadi sekarang ini, cuaca cepat sekali berubah-ubah. Siang hari panas sekali, sorenya mendadak bisa hujan deras. Perubahan suhu panas dingin yang tidak menentu ini nyatanya juga bisa membuat tubuh si kecil jadi “kewalahan”.

Akibatnya, tubuh anak merespon dengan memunculkan demam maupun gejala lain yang membuat tubuh mereka tidak bisa mengatasinya dengan baik. Nah, inilah yang membuat anak sering sakit. 

Waktu yang tepat untuk periksa ke dokter

Sebagai orangtua, Anda mungkin agak bingung membedakan demam biasa atau karena kondisi medis yang serius.

Satu hal yang perlu Anda ingat ketika anak demam, pastikan kalau si kecil masih mau untuk makan dan minum seperti biasa. Selama anak masih aktif, ceria, dan mau makan minum, Anda sebenarnya tidak perlu ke dokter.

Sementara jika kondisi anak tak juga membaik selama 3 hari, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Namun, segera ke dokter tanpa menunggu tiga hari jika si kecil mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari 40 derajat Celcius
  • Terlihat lemah dan tidak bertenaga
  • Pucat pasi
  • Susah makan atau minum
  • Gelisah dan rewel
  • Mengalami penurunan kesadaran

Perawatan rumahan untuk menurunkan demam anak

flu singapura adalah, flu singapura pada anak, ciri-ciri flu singapura, gejala flu singapura, obat flu singapura, flu singapura pada bayi, flu singapura

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, demam merupakan salah satu keluhan paling sering yang dialami anak-anak. Sebelum berkonsultasi ke dokter, saya sarankan untuk melakukan beberapa hal ini supaya demam anak turun.

1. Ukur suhu tubuh pakai termometer

Hal pertama yang bisa Anda lakukan di rumah ketika anak demam adalah mengukur suhu badannya dengan termometer. Ingat, termometer, ya, bukan ‘TANGAN-METER’ alias mengira-ngira suhu dengan sentuhan tangan.

2. Banyak minum air

Jika setelah diukur suhu tubuh anak di atas 37.5 derajat Celcius, maka segera beri minum yang banyak. Intinya, pastikan kalau anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, jangan sampai ia mengalami dehidrasi karena hal tersebut justru akan memperparah kondisinya.

3. Gunakan pakaian yang tepat

Hindari memakaikan pakaian yang terlalu tebal pada anak. Pasalnya, pakaian yang terlalu tebal justru dapat mencegah panas tubuh anak keluar, sehingga demam anak bisa lebih tinggi. Sebaiknya, gunakan pakaian yang lebih tipis karena dapat membantu panas dari dalam tubuh keluar lebih mudah.

4. Atur suhu ruang

Biarkan anak beristirahat di ruangan yang bersuhu nyaman, tidak terlalu panas maupun dingin.

5. Kompres air hangat

Anda juga bisa melakukan kompres air hangat untuk membantu menurunkan demam anak. Kompres air hangat di seluruh lipatan dan permukaan badan anak.

6. Minum obat-obatan

Jika anak mengalami demam atau pusing, Anda bisa memberi Paracetamol atau minum obat bebas yang banyak dijual di apotek atau toko obat terdekat. Anda juga bisa memberikan balsam khusus anak serta obat semprot/tetes hidung untuk membantu melegakan napas mereka bila ada gejala batuk pilek.

Akan tetapi, baca dengan teliti petunjuk pemakaian obat yang ada di label kemasan sebelum memberikannya untuk anak sesuai dengan gejala yang ada.

Jika berbagai cara di atas tidak juga membuat kondisi anak membaik atau justru semakin memburuk, segera bawa anak ke dokter.

Hati-hati ketika pakai obat alami

Penyebab Migrain Anak; Cara Mengobati Migrain Anak

Sejumlah orangtua mungkin memilih menggunakan bahan-bahan alami untuk mencegah anak sering sakit atau sekadar mengatasi berbagai keluhan yang dialami anaknya. Namun, ingat. Bahan-bahan alami tidaklah selalu aman. Bagi beberapa anak, penggunaan bahan alami bahkan bisa membuat kondisi anak semakin buruk.

Salah satu obat alami yang sering digunakan para orangtua untuk meringankan demam, batuk dan pilek si kecil adalah minyak bawang. Namun, tahukah Anda bahwa minyak bawang tidak direkomendasikan untuk pengobatan anak?

Ya, mengoleskan minyak bawang di seluruh tubuh ketika anak sedang demam, batuk, atau pilek sebenarnya tidak direkomendasikan karena minyak tersebut terlalu panas. Dari segi aromanya saja sudah pedas, apalagi kalau terkena kulit bayi atau anak yang masih sensitif? Dalam beberapa kasus, penggunaan minyak bawang justru menyebabkan luka bakar.

Jadi, hati-hatilah dalam menggunakan obat-obatan alami untuk pengobatan anak.

Tips agar anak tidak mudah sakit

pola makan sehat anak berat badan ideal anak

Agar anak tidak sering sakit, ada beberapa hal yang perlu dilakukan ortu. Salah satu hal yang paling utama adalah memberikan asupan nutrisi anak.

Ya, dengan memberikan nutrisi yang baik untuk anak, maka Anda telah membantu menjaga kesehatan anak secara menyeluruh. Pastikan kalau makanan yang anak konsumsi setiap hari mengandung gizi seimbang yang terdiri dari zat gizi makro dan mikro seperti karbohidrat, protein,lemak dan vitamin.

Jangan lupa, bantu anak memenuhi asupan cairannya dengan mengingatkan mereka untuk lebih banyak minum air putih atau cairan pengganti yang lain.

Pastikan juga kalau lingkungan bermain anak tidak berbahaya, seperti bebas kuman, asap rokok, dan polusi. Satu hal yang tak kalah penting, lengkapi imunisasi anak agar mereka terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang menular di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Terkadang orangtua lupa dengan jadwal imunisasi sehingga terlambat imunisasi. Apa yang harus dilakukan bila anak telat imunisasi?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
terlambat imunisasi

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ketahui apakah terdapat perbedaan antara anak yang minum susu formula sapi dan soya dalam hal tumbuh kemang serta apa kelebihan dari susu soya.

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
perbedaan susu sapi dan soya
Parenting, Nutrisi Anak 16 Juli 2020

Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Balita rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya ditandai dengan demam. Bagaimana cara mengatasi demam pada balita dengan cepat dan aman?

Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
demam pada balita
Kesehatan Anak, Parenting 28 November 2019

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit Saat Pandemi?

Orangtua disarankan agar tidak membawa anak berobat ke rumah sakit saat pandemi. Lalu, kondisi darurat apa yang membuat anak harus ke rumah sakit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Cara Atasi Anak Pilek Akibat Cuaca Tidak Menentu

Di tengah cuaca yang tidak menentu, Ibu bisa mengatasi pilek alergi pada anak melalui pemberian obat dengan kandungan penting ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mengatasi pilek alergi pada anak
Kesehatan Anak, Parenting 28 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat batuk sirup ibuprofen untuk anak

Mematahkan Mitos bahwa Ibuprofen Tidak Aman untuk Anak

Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyakit infeksi pada anak

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit
cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit