Anak Hiperaktif: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Menanganinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu ketakutan terbesar orangtua yang punya anak balita adalah buah hatinya menunjukkan ciri-ciri hiperaktivitas. Hiperaktif adalah suatu kondisi yang banyak dialami anak-anak. Kondisi tersebut paling mudah ditunjukkan melalui sikap anak yang seolah tidak bisa diam dan tenang.

Tak cuma pada anak-anak, rupanya hiperaktif adalah gangguan yang juga dialami orang dewasa. Maka itu, penting bagi Anda untuk mengetahui lebih jauh seluk-beluk hiperaktivitas.

Apa itu hiperaktivitas?

Anak atau orang dewasa tergolong hiperaktif apabila ia menjadi aktif secara tidak lazim, misalnya pada situasi yang tidak tepat atau anak tidak mengindahkan kata-kata orangtuanya sama sekali untuk bersikap tenang. Hiperaktivitas dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda seperti:

  • Terus bergerak secara berlebihan, seolah tidak pernah lelah
  • Agresif (bersikap atau berkata-kata kasar)
  • Impulsif (tak berpikir panjang sebelum bertindak), misalnya merusak mainan favoritnya sendiri baru kemudian menyesal
  • Tidak bisa fokus, selalu ganti-ganti aktivitas dan susah diajak bicara

Hiperaktivitas menyebabkan banyak masalah karena seseorang yang hiperaktif tidak dapat berkonsentrasi, baik di sekolah maupun di tempat kerja. Akibatnya meliputi performa akademis tidak baik, kecelakaan, dan cedera.

Hiperaktivitas juga bisa menyebabkan masalah dalam hubungannya dengan orang-orang sekitar seperti teman, keluarga, guru, dan rekan kerja. Lambat laun, orang yang hiperaktif berisiko mengalami gangguan kecemasan atau depresi karena kondisi tersebut serta reaksi dari orang lain terhadap dirinya.

Hiperaktivitas umumnya dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas. ADHD adalah gangguan yang menyebabkan pasien menjadi terlalu aktif, tidak bisa konsentrasi, dan impulsif. ADHD sering kali muncul pada anak-anak kecil, tapi orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini.

Apa penyebab hiperaktivitas?

Hiperaktif sering kali merupakan gejala dari masalah lain, termasuk penyakit mental dan fisik. Jadi, hiperaktivitas itu sendiri adalah kondisi, bukan suatu penyakit yang berdiri sendiri. Penyebab paling umum anak hiperaktif adalah:

  • ADHD (gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas)
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan otak dan gangguan saraf pusat
  • Gangguan psikologis

Apa saja ciri-ciri anak hiperaktif?

Tanda-tanda anak hiperaktif adalah:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perilaku impulsif
  • Berbicara yang tidak pada tempatnya
  • Berkata-kata tanpa berpikir
  • Memukul teman sekelas, kakak, atau adiknya

Orang dewasa yang punya kondisi hiperaktivitas juga biasanya menunjukkan berbagai gejala hiperaktif di atas semasa kecilnya. Beberapa gejala bisa membaik atau hilang sendiri seiring bertambahnya usia. Namun, kadang masih ada beberapa ciri hiperaktif yang terus ada bahkan setelah tumbuh dewasa. Karena itu, tanda-tanda hiperaktivitas pada orang dewasa umumnya meliputi:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sering kehilangan fokus (rentang perhatian pendek)
  • Kesulitan mengingat informasi seperti nama orang, nomor penting, alamat, atau tanggal hari ini
  • Beberapa gejala yang sama seperti pada kasus anak-anak, misalnya impulsif

Hiperaktif adalah kondisi yang bisa ditangani

Tenang saja, hiperaktivitas dapat diatasi. Diagnosis dan perawatan awal akan memberikan hasil yang terbaik. Dokter dapat menganjurkan perawatan tertentu untuk menangani penyebab hiperaktivitas.

Apabila hiperaktivitas disebabkan oleh kondisi penyebab seperti gangguan tiroid, gangguan otak, atau gangguan saraf pusat, pasien akan memerlukan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sedangkan kalau hiperaktivitas disebabkan oleh gangguan emosional, pasien akan memerlukan bantuan dari spesialis kesehatan mental bersamaan dengan pengobatan atau terapi perilaku kognitif.

Penanganan kondisi hiperaktif membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitar anak, terutama keluarga. Keluarga harus menggali banyak informasi soal kondisi ini atau bergabung dengan komunitas keluarga pengidap hiperaktivitas.

Bagaimana dokter bisa mendiagnosis hiperaktif?

Apabila Anda menyadari diri Anda atau orang-orang terdekat menunjukkan tanda-tanda hiperaktivitas, konsultasikan dengan dokter. Pada pertemuan ini, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala-gejala, terutama yang baru saja terjadi dan memengaruhi kesehatan Anda atau orang-orang terdekat Anda.

Dokter juga akan menanyakan mengenai pengobatan yang digunakan untuk kondisi kesehatan medis atau mental. Hal ini dapat membantu dokter dalam menentukan tipe hiperaktivitas dan apakah kondisi ini baru atau kondisi yang memburuk, atau hanyalah efek samping dari pengobatan.

Diagnosis yang tepat berperan penting dalam mengatasi hiperaktivitas secara efektif.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 13, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 17, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca