backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

12 Cara Mendidik Anak Laki-Laki agar Jadi Pribadi yang Baik

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 12/06/2024

12 Cara Mendidik Anak Laki-Laki agar Jadi Pribadi yang Baik

Mendidik anak laki-laki bisa jadi tantangan yang unik bagi orangtua. Apalagi beberapa anak laki-laki memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaan, lambat memahami pergaulan, lebih tertarik dengan video game daripada manusia, hingga lebih sulit untuk fokus.

Inilah kenapa anak laki-laki kerap susah diatur dan cenderung lebih membutuhkan dukungan secara emosional dibandingkan dengan anak perempuan. Lantas, bagaimana cara mendidik dan menasehati anak laki-laki yang tepat? Berikut ini berbagai tipsnya.

Berbagai cara mendidik anak laki-laki 

Melansir dari Relationship Australia, anak laki-laki biasanya akan melalui tiga tahapan perkembangan, yaitu sebagai berikut.

  • Baru lahir—usia 6 tahun: ibu menjadi teman dekatnya. 
  • Usia 6—14 tahun: anak sedang belajar dalam masa “kanak-kanak” dan sering kali ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama ayah atau laki-laki lain. 
  • Usia 14 tahun ke atas: anak laki-laki mulai berkembang menjadi pria muda yang mulai belajar mandiri dari orangtuanya. 
  • Nah, dalam setiap tahapan ini, cara mendidik yang diterapkan bisa berbeda karena tantangan yang dihadapi pun tak sama.

    Agar buah hati Anda menjadi pribadi yang baik dan sukses dalam kehidupan, berikut beberapa cara mendidik anak laki-laki sejak usia dini hingga remaja yang bisa dilakukan.

    1. Memberikan rasa kasih sayang dan rasa aman 

    bonding ayah dan anak

    Pada usia 0—5 tahun, anak laki-laki sangat membutuhkan kasih sayang dan rasa aman.

    Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda perlu memberikan pelukan, ciuman, dan kata-kata lembut untuk memperkuat ikatan emosional antara anak dan orangtua.

    2. Mengenalkan rutinitas 

    Saat anak berusia balita, sebaiknya orangtua perlu mengajarkannya rutinitas yang konsisten.

    Melansir Help Me Growth, orangtua bisa membiasakan anak untuk membuat jadwal harian yang konsisten, misalnya waktu tidur, makan, main, hingga belajar.

    Dengan rutinitas ini, Anda dapat memberikan rasa aman kepada anak serta membantu mereka memahami konsep waktu dan aktivitas sehari-hari.

    3. Melakukan stimulasi sensorik 

    Pada usia balita pun, anak sedang dalam tahap eksplorasi sensorik. Oleh karena itu, cara mendidik balita laki-laki yang tepat, yaitu memberikan mainan yang dapat merangsang pancaindranya. 

    Beberapa mainan dengan berbagai tekstur, warna, dan suara sangat cocok digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan sensoriknya.

    4. Membentuk karakter 

    Agar ia menjadi pribadi yang baik, cara mendidik anak laki-laki yang bisa diterapkan, yaitu mengajarkan nilai-nilai dasar, seperti kejujuran, kebaikan, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat sejak dini. 

    Perlu diingat bahwa pada dasarnya, anak adalah peniru yang ulung dan perilaku anak adalah cerminan orangtuanya. Jadi, sebagai orangtua, penting bagi Anda untuk menjadi contoh yang baik.

    Tunjukkan pada anak seperti apa perilaku yang baik dan Anda harapkan dari buah hati, misalnya kejujuran hingga rasa hormat. 

    5. Memberi dukungan akademis 

    ciri-ciri masa kanak-kanak bagi anak laki-laki

    Kesulitan untuk fokus mungkin jadi tantangan orangtua saat mendidik anak laki-laki pada usia sekolah.

    Oleh karena itu, saat sudah memasuk usia sekolah atau mulai dari 5 tahun, sebaiknya berikan dukungan akademis pada anak.

    Dukungan ini tidak hanya membantu mereka mencapai prestasi akademis yang lebih baik tetapi juga membangun kepercayaan diri, disiplin, dan motivasi untuk belajar.

    6. Membentuk tanggung jawab  

    Setelah memupuk nilai-nilai karakter dasar, seperti bertanggung jawab sejak dini, mulai ajarkan anak untuk mengaplikasikan rasa bertanggung jawab di kehidupan sehari-hari. 

    Pada anak usia sekolah, termasuk ketika berusia 9 tahun, cara mendidik anak laki-laki untuk belajar bertanggung jawab, yaitu dengan memberikan tugas-tugas kecil di rumah.

    Orangtua dapat memberikan tugas merapikan tempat tidur hingga membereskan mainannya sendiri.

    Artikel terkait

    7. Memberikan dukungan emosional 

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, memberikan dukungan emosional kepada anak laki-laki merupakan bagian penting dalam proses mendidik mereka.

    Dukungan emosional membantu anak merasa dicintai, dihargai, dan dipahami, yang sangat penting untuk perkembangan emosional dan mental yang sehat.

    Saat anak laki-laki berbicara tentang perasaan, masalah, atau kekhawatiran mereka, berikan mereka perhatian penuh tanpa menginterupsi. 

    8. Menerapkan komunikasi terbuka 

    Saat anak laki-laki sudah memasuki usia remaja, komunikasi adalah kunci terpenting dalam cara mendidik anak remaja.

    Orangtua dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang mendorong anak laki-laki untuk berbicara lebih banyak dan menjelaskan perasaan atau pikiran mereka. 

    Beberapa pertanyaan terbuka, seperti “Bagaimana perasaanmu tentang itu?” atau “Apa yang kamu pikirkan tentang kejadian tersebut?”, membantu anak untuk berpikir lebih dalam dan berbagi lebih banyak tentang pengalaman mereka.

    9. Mengembangkan identitas diri 

    diabetes pada remaja

    Pengembangan identitas diri adalah aspek penting dalam cara mendidik atau menasehati anak laki-laki, terutama yang sudah remaja.

    Identitas diri yang kuat membantu anak memahami siapa mereka, apa yang mereka nilai, dan bagaimana mereka ingin menjalani hidup mereka.

    Oleh karena itu, anak laki-laki memerlukan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai minat dan bakat.

    Berikan mereka kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan, seperti olahraga, seni, musik, sains, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

    10. Memberikan pendidikan seksual 

    Saat memasuki masa remaja, orangtua sebaiknya memberi tahu anak tentang perubahan yang akan terjadi pada tubuh mereka selama pubertas.

    Jelaskan tentang pertumbuhan rambut tubuh, perubahan suara, peningkatan tinggi badan, dan perkembangan otot. 

    Selain itu, penting untuk mengajarkan anak laki-laki tentang pentingnya persetujuan dan menghormati batasan orang lain.

    Ajarkan mereka bahwa setiap orang memiliki hak atas tubuh mereka sendiri dan persetujuan harus diberikan secara jelas dalam setiap interaksi fisik. 

    11. Mengajarkan anak mandiri 

    Cara mendidik anak laki-laki remaja, termasuk usia 14 tahun, yang juga bisa dilakukan, yaitu mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab. 

    Ajarkan mereka keterampilan hidup seperti mengelola uang, merencanakan waktu, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.

    Berikan mereka kesempatan untuk mengambil tanggung jawab lebih besar di rumah dan dalam aktivitas mereka.

    12. Menerapkan disiplin yang konsisten 

    Disiplin yang konsisten merupakan elemen kunci dalam mendidik remaja laki-laki.

    Pada usia ini, mereka sedang menjelajahi identitas dan menghadapi banyak tantangan baru, sehingga penting untuk memberikan arahan yang konsisten. 

    Setiap aturan yang dibuat pun harus disertai dengan konsekuensi yang konsisten jika aturan tersebut dilanggar. 

    Misalnya, bila anak terlambat pulang tanpa memberi tahu, konsekuensinya bisa berupa pembatasan kegiatan di luar rumah untuk beberapa waktu.

    Yang perlu diingat dalam membesarkan anak laki-laki, diperlukan pendekatan yang fleksibel dan adaptif sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

    Dengan memberikan dukungan, bimbingan, dan kasih sayang yang tepat, Anda dapat membantu anak laki-laki tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki karakter yang kuat.

    Bagaimana cara mendidik anak laki laki yang keras kepala?

    Untuk bisa mengatasi sifat keras kepala anak, penting untuk memahami apa yang mendasarinya. Setelah itu, tetaplah tenang dan sabar menghadapinya. Jika Anda terpancing emosi, kemungkinan besar situasinya akan memburuk. Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak keras kepala
    • Dengarkan pendapat dan kemauan anak. 
    • Berikan anak pilihan, jangan memaksa. 
    • Ajak anak berdiskusi dan bekerja sama. 
    • Pahami cara berpikir anak. 

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 12/06/2024

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan