8 Hal Penting yang Perlu Ortu Tahu Tentang Kulit Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bayi terlahir dengan kulit yang jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa. Jika Anda tidak hati-hati dalam merawatnya, bisa-bisa justru berbahaya. Itu sebabnya, memahami segala hal tentang kulit bayi bisa jadi salah satu cara untuk menentukan perawatan yang terbaik untuknya.  

Fakta penting seputar kulit bayi dan perawatannya

1. Kulit bayi sangat sensitif

Kulit bayi masih sangat tipis, rapuh, dan sensitif. Itulah sebabnya bayi sangat rawan terhadap ruam, eksim, iritasi, dan bahkan kulit kering. Oleh karena itu, pilihlah produk perawatan bayi yang pH-nya seimbang, bebas dari bahan kimia dan zat alergi, serta 100% bebas deterjen.

Selain itu, pilihlah pakaian lembut dan nyaman untuknya sehingga mengurangi risiko kulitnya bayi teriritasi dan alergi. Merawat kulit bayi memang bisa dibilang sedikit rumit dan butuh ketelatenan yang tinggi. Tapi, dengan memahami tiga kunci ini, mungkin bisa membantu kekhawatiran Anda.

  • Cari tahu kondisi apa saja yang masih bisa Anda obati di rumah.
  • Cari tahu kondisi apa saja yang butuh perawatan medis.
  • Cari tahu bagaimana cara mencegah masalah kulitnya.

2. Kulitnya juga bisa jerawatan

Jerawat pada bayi tidak sama dengan jerawat pada remaja. Penelitian menunjukkan bahwa jerawat pada bayi disebabkan karena ragi, bukan minyak. Kulitnya akan lebih berjerawat di sekitar hidung dan pipi. Namun, kondisi ini biasanya bisa hilang sendiri dalam beberapa minggu.

3. Rawan terbakar sinar matahari

Hindari menjemur si kecil di bawah sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10 pagi sampai 4 sore. Pasalnya, kulit bayi sangat peka terhadap sinar matahari dan bisa saja terbakar dengan cepat karena ia belum mengembangkan melanin untuk melindungi kulitnya sendiri.

Jadi, jika Anda terpaksa harus membawanya keluar ruangan yang memungkinkan ia terpapar sinar matahari, Anda bisa mengoleskan tabir surya khusus bayi ke kulitnya. Jangan lupa, gunakan juga pelindung kepala, kacamata, dan payung setiap kali Anda mengajaknya ke luar.

3. Tidak semua bayi punya tanda lahir

Kebanyakan bayi memiliki tanda lahir di kulitnya. Letaknya pun bisa di mana saja. Tanda lahir, yang umumnya terlihat khas di kulit ini, tidak diwariskan. Jadi, meskipun Anda memiliki tanda lahir di bagian tubuh tertentu, si kecil belum tentu juga memilikinya di tempat yang sama, atau bahkan ia juga bisa tidak memilikinya sama sekali.

Umumnya tanda lahir tidak perlu dikhawatirkan dan tidak perlu perawatan. Tapi, jika tanda lahir si kecil mengkhawatirkan Anda, bicara dengan dokter anak Anda.

4. Kulit kepala berkerak bisa hilang sendiri

Kulit kepala berkerak bisa muncul saat bulan pertama atau kedua kelahirannya. Biasanya kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Kulit kepala berkerak dalam bahasa medis disebut dengan dermatitis seboroik, hal ini disebabkan karena terlalu banyak produksi minyak. Kondisi ini umumnya muncul diikuti dengan ruam merah dan kulit bersisik berwarna kekuningan, tebal, dan disertai minyak di area kepala, alis, kelopak mata, sisi hidung, atau belakang telinga.

5. Sering muncul biang keringat

Biang keringat merupakan masalah umum yang sering dialami bayi, menyebabkan bentol-bentol kecil berwarna merah muda. Biasanya biang keringat muncul di bagian tubuh bayi yang paling sering berkeringat, seperti leher, daerah selangkangan, ketiak, dan lipatan kulit.

Lingkungan sejuk dan kering serta pakaian longgar adalah cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini.

6. Bayi tidak perlu pakai bedak

Bayi dapat menghirup butiran bedak yang sangat halus. Hal ini membuatnya rentan mengalami masalah paru-paru. Apalagi pada bayi yang punya gangguan pernapasan seperti asma. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan bedak terlalu sering pada bayi Anda.

7. Jangan keseringan memandikannya

Ingat, kulit bayi sangat lembut dan sensitif. Jadi pastikan kulitnya terlindungi dengan baik. Kulit bayi yang terlalu sering bersentuhan dengan air, lebih dari tiga kali dalam seminggu, bisa mengikis kadar minyak alami pada tubuhnya. Padahal, minyak tersebut merupakan pelembap alami yang bisa menjaga kulitnya dari kekeringan.

Anda cukup membersihkan tubuhnya dengan hanya mengelapnya menggunakan handuk basah yang lembut sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Khusus area genital, Anda bisa membersihkannya dengan sedikit air atau ditambah sabun. Tapi ingat, pilihlah sabun khusus bayi yang tidak mengandung detergen.

8. Ruam popok itu bisa dicegah

Jika bayi Anda memiliki kulit merah di sekitar daerah selangkangan, itu tandanya ia mengalami ruam popok. Ruam pokok terjadi akibat iritasi yang dikarenakan:

  • Memakai popok yang terlalu ketat
  • Memakai popok basah yang terlalu lama
  • Sensitif terhadap merek deterjen, popok, atau tisu bayi tertentu

Banyak orangtua baru yang keliru menganggap semua bayi pasti kena ruam popok. Padahal, meskipun kondisi ini cukup umum, ruam popok sangat bisa dicegah. Anda bisa menghindari ruam popok dengan:

  • Segera mengganti popok yang kotor atau basah dan lakukan hal tersebut sesering mungkin.
  • Bersihkan seluruh bagian kulit yang sering tertutup popok sampai tuntas, terutama pada setiap lipatan kulit.
  • Jangan biarkan bayi Anda selalu memakai popok. Kulit bayi juga memerlukan sirkulasi udara yang baik agar bisa “bernapas”. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok dan kena udara, risiko ruam popok juga makin berkurang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Eits, kata siapa semua bayi pasti pernah kena ruam popok? Dengan cara-cara berikut, Anda bisa mencegah ruam popok pada si buah hati, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Bayi rentan mengalami masalah kulit karena kulitnya masih sangat sensitif. Lantas, apa saja penyakit kulit pada bayi yang paling umum?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara merawat kulit bayi

Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat Tanpa Membuat Iritasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
bullying pada remaja

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit