backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Belum Tentu Demam, Ini 10 Penyebab Kepala Bayi Terasa Panas

Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Belum Tentu Demam, Ini 10 Penyebab Kepala Bayi Terasa Panas

Suhu tubuh bayi yang meningkat bisa menandakan bahwa ia sedang mengalami demam. Namun, bagaimana jika hanya bagian kepala bayi yang panas? Kondisi ini mungkin membuat Anda sebagai orangtua khawatir si Kecil mengalami demam.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kenapa kepala bayi panas tapi badannya tidak bisa menandakan kondisi lain selain demam. Agar lebih jelas, simak ulasan di bawah ini.

Penyebab kepala bayi panas selain demam

demam pada bayi

Kepala bayi yang terasa panas belum tentu menunjukkan adanya demam pada bayi. Panas di kepala si Kecil bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya.

Jika Anda merasakan bahwa kepala bayi Anda panas, tetapi bagian tubuh lainnya tidak, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan selain demam.

Lalu, kenapa bayi panas di bagian kepala saja tapi tangan dan kaki dingin? Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab lainnya selain demam.

1. Pakaian yang terlalu tebal

Jika si Kecil terasa panas hanya di kepala, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pakaian yang terlalu tebal atau terlalu banyak lapisan pakaian.

Ketika bayi mengenakan pakaian yang terlalu tebal atau terlalu banyak lapisan, panas tubuhnya mungkin sulit untuk tersebar secara merata.

Bagian kepala yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu bisa terasa lebih panas. Maka  dari itu, pastikan pakaian bayi sesuai dengan suhu ruangan.

2. Dehidrasi

Kurang cairan juga bisa membuat bayi merasa panas hanya di bagian kepala, tapi badannya tidak.

Ketika bayi mengalami dehidrasi, tubuhnya mungkin kesulitan untuk mempertahankan suhu yang normal.

Hal ini dapat menyebabkan beberapa bagian tertentu dari tubuhnya, termasuk kepala, terasa lebih panas dari biasanya.

Selain kepala yang panas, perhatikan juga tanda-tanda lain dehidrasi seperti sedikitnya urine, urine yang berwarna gelap, atau si Kecil tampak lesu.

3. Imunisasi

Imunisasi biasanya tidak menjadi penyebab langsung kepala si Kecil terasa panas hanya di kepala.

Namun, setelah imunisasi, beberapa bayi mungkin mengalami efek samping ringan, seperti peningkatan suhu tubuh, yang disebut reaksi febril.

Reaksi febril adalah respons alami tubuh terhadap vaksinasi dan biasanya terjadi dalam beberapa hari setelah pemberian vaksin.

Meskipun suhu tubuh bisa naik, reaksi febril biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Selain itu, reaksi febril biasanya tidak terbatas pada kepala, tetapi tubuh secara keseluruhan.

4. Perbedaan sirkulasi dan regulasi suhu

Bayi memiliki sirkulasi darah yang berbeda di berbagai bagian tubuhnya. Kepala biasanya memiliki sirkulasi darah yang lebih tinggi daripada bagian tubuh lainnya.

Hal ini karena kepala adalah salah satu area yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh yang stabil dan juga memiliki banyak pembuluh darah.

Sistem regulasi suhu tubuh bayi juga belum matang sepenuhnya. Bagian tubuh yang berbeda pun mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap perubahan suhu lingkungan.

Kepala bisa menjadi area yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu, dan tubuh bayi mungkin berusaha untuk mempertahankan suhu yang optimal dengan mengalirkan lebih banyak darah ke area tersebut.

5. Posisi tidur atau berbaring

Terkadang, jika bayi berbaring atau tidur dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama, bagian kepala mungkin terasa lebih hangat karena akumulasi atau penumpukan suhu panas di bagian tersebut.

Misalnya, jika si Kecil tidur terlalu lama dalam posisi yang membuat kepala tertutup atau tertekan, seperti menempel pada bantal atau ditempatkan di tempat tidur yang tidak memiliki ventilasi yang baik, maka kepala bisa menjadi lebih panas ketimbang bagian tubuh lainnya.

Selain itu, posisi tidur yang menyebabkan kepala terpapar secara langsung dengan sumber panas eksternal, seperti sinar matahari yang langsung mengenai bayi saat tidur, juga dapat membuat kepala terasa panas.

6. Panas lingkungan

Lingkungan yang terlalu hangat dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan mengalami peningkatan suhu tubuhnya.

Oleh karena itu, bagian tubuh yang lebih sensitif terhadap suhu, seperti kepala, mungkin terasa lebih panas dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Jika si Kecil terkena sinar matahari langsung atau berada di tempat yang terkena sinar matahari secara intens, bagian kepala mereka bisa terasa lebih panas karena paparan langsung terhadap panas matahari.

7. Pertumbuhan rambut

Pertumbuhan rambut yang lebat di kepala bayi bisa menahan panas lebih banyak daripada area tubuh lain yang tidak seberapa berambut.

Rambut yang lebat atau panjang dapat menyimpan panas ekstra di sekitar kepala, sehingga menyebabkan area tersebut terasa lebih panas dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Hal ini terutama terjadi jika bayi memiliki rambut yang tebal dan panjang. Selain itu, pertumbuhan rambut pada kepala bayi dapat memengaruhi sirkulasi udara di sekitar kulit kepala.

Jika udara tidak dapat mengalir dengan baik di sekitar kepala karena pertumbuhan rambut yang lebat, maka panas yang dihasilkan oleh tubuh bayi mungkin sulit untuk tersebar, sehingga menyebabkan kepala terasa lebih panas.

8. Bayi terlalu aktif

Bayi yang terlalu aktif mungkin mengalami peningkatan suhu tubuh karena aktivitas fisik yang intens.

Saat bayi aktif, tubuhnya menghasilkan panas tambahan sebagai respons terhadap gerakan dan energi yang digunakan.

Oleh karena itu, bagian kepala yang cenderung tidak terlindungi seperti bagian tubuh lainnya mungkin merasakan efek dari peningkatan suhu ini, yang membuatnya terasa lebih panas.

9. Menangis berlebihan

Ketika bayi menangis berlebihan, itu bisa menyebabkan peningkatan suhu tubuh karena aktivitas fisik yang meningkat.

Saat menangis, bayi menggunakan banyak energi dan gerakan tubuh yang dapat meningkatkan produksi panas dalam tubuhnya, terutama di bagian kepala.

Selain itu, ketika bayi menangis berlebihan, mereka juga mungkin mengalami peningkatan aliran darah ke kulit untuk membantu tubuh membuang panas.

Ini juga dapat menyebabkan bagian kepala terasa lebih hangat atau bahkan panas.

10. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi pada bayi dapat menjadi penyebab bayi terasa panas hanya di kepala. Pasalnya, proses tumbuh gigi juga dapat memengaruhi suhu tubuh bayi.

Beberapa orangtua melaporkan bahwa bayi mereka terasa lebih panas di sekitar area kepala saat sedang tumbuh gigi.

Hal ini mungkin terkait dengan reaksi tubuh bayi terhadap rasa tidak nyaman dan stres yang terkait dengan tumbuh gigi.

Cara mengatasi bayi panas hanya di kepala

kepala bayi lonjong saat lahir

Setelah mengetahui penyebab di atas, Anda tidak selalu perlu khawatir jika bayi terasa panas di kepala saja, terutama jika tidak disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Namun, tetap penting untuk mengawasi kesehatan bayi dengan cermat dan merespons dengan tepat jika ada gejala lain yang muncul.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.

  • Berikan cairan. Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik, terutama jika lingkungan hangat atau jika bayi merasa tidak nyaman. Berikan ASI atau susu formula secara teratur.
  • Berikan kompres dingin. Jika kepala bayi terasa sangat panas, Anda dapat memberikan kompres dingin dengan menggunakan kain yang dibasahi air dingin pada dahi atau kepalanya. Pastikan kain tidak terlalu dingin dan hindari kontak langsung es dengan kulit.

Bila panas di kepala bayi tidak kunjung mereda dalam beberapa jam atau jika bayi menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan kepada dokter.

Umumnya, kepala bayi panas menjadi tanda demam jika disertai dengan gejala lain, seperti berikut ini.

  • Perubahan suhu tubuh secara keseluruhan.
  • Kemerahan atau memerah pada wajah atau area tubuh lainnya.
  • Kelelahan atau kelesuan yang tidak biasa.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Bayi rewel yang tidak biasa.

Jika kepala bayi terasa panas dan Anda khawatir bahwa ini mungkin menandakan demam, sangat penting untuk mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer untuk memastikan apakah memang demam.

Kapan harus ke dokter?

Demam pada bayi harus dianggap serius, terutama pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan seperti yang dilansir dari Pregnancy Birth and Baby, dan perlu diawasi dengan ketat. Jika suhu tubuh bayi 38°C atau lebih, atau jika Anda memiliki kekhawatiran lain tentang kesehatannya, segera konsultasikan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan saran perawatan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Fakta medis diperiksa oleh

Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan