Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Si Kecil Minta Digendong Terus? 8 Tips Ini Bisa Bantu Atasinya

Si Kecil Minta Digendong Terus? 8 Tips Ini Bisa Bantu Atasinya

Menggendong anak adalah salah satu cara mempererat ikatan antara bayi dengan orangtua dan anggota keluarga yang lain. Meski begitu, bukan berarti Anda harus terus menggendong si kecil, apalagi jika ia sudah lincah berjalan, berlari, atau melompat. Nah, bagaimana caranya mengatasi bayi yang minta gendong terus? Temukan solusinya di sini, ya, Bu!

Kenapa bayi minta digendong terus?

bayi menangis saat tidur

Menurut National Childbirth Trust, bayi atau anak balita pada umumnya akan merasa cemas dan gelisah ketika tidak bersama orangtua atau pengasuhnya.

Dalam dunia medis, hal ini disebut separation anxiety. Itulah sebabnya mengapa ia selalu minta digendong.

Ini merupakan kondisi yang wajar dalam tahap perkembangan di usia bayi sampai ia balita.

Meski begitu, perlu membatasi kebiasaan anak yang minta digendong terus agar Anda tidak kelelahan saat mengasuh mereka.

Mengutip jurnal Frontiers in Psychology, ibu yang terlalu lelah berisiko mengalami berbagai masalah pada kesehatan tubuh dan mentalnya.

Hal ini contohnya seperti mudah marah, gangguan kecemasan, depresi, dan lebih mudah terinfeksi penyakit.

Nah, untuk menghilangkan perasaan khawatirnya, bayi biasanya sering nangis terus karena minta digendong oleh orangtua, pengasuh, maupun anggota keluarga lainnya.

Bagaimana cara mengatasi bayi minta gendong terus?

terlambat berjalan

Agar bayi atau anak balita tidak selalu minta gendong, ibu dan ayah bisa melakukan cara untuk mengatasi hal ini. Berikut tips mengatasi bayi minta gendong terus.

1. Gunakan stroller bayi

Anak butuh waktu untuk beradaptasi dengan suatu hal, termasuk untuk berhenti digendong.

Bagi bayi yang belum bisa berjalan tentu membutuhkan bantuan orang lain untuk berpindah tempat. Namun, bukan berarti setiap saat harus digendong.

Cobalah menggunakan stroller bayi, misalnya ketika mengajaknya jalan-jalan.

Selain itu, agar tetap menjaga ikatan dengan bayi, usahakan menyusuinya secara langsung dan memeluknya saat hendak tidur.

2. Biasakan anak untuk berjalan sendiri

Jika anak sudah bisa berjalan, cobalah lebih fokus mengatasi agar bayi tidak minta gendong terus. Cara membiasakannya yakni dengan mengurangi kebiasaan tersebut secara perlahan.

Selain mengurangi beban Anda dalam menggendong si kecil, menghentikan kebiasaan ini dapat memberinya kebebasan untuk mengasah kemampuan bergerak seperti berjalan, berlari, atau melompat.

3. Hentikan kebiasaan menyuapi sambil menggendong

Bayi menangis terus minta digendong tentunya masih wajar karena ia membutuhkan bantuan ibunya untuk menenangkan diri.

Berbeda dengan saat ia makan, untuk aktivitas ini sebaiknya si kecil tidak perlu digendong.

Apalagi jika ia sudah bisa duduk sendiri, cukup suapi sambil mendudukkannya di kursi khusus.

Selain membuat Anda tidak kewalahan, cara ini juga dapat melatih si kecil untuk belajar makan sendiri.

4. Beranikan diri untuk melepas si kecil

Banyak orangtua yang masih ragu untuk membiarkan anaknya bermain bebas di halaman. Bahkan, saat bermain di luar pun ia masih saja dalam gendongan.

Mungkin Anda merasa cemas dan belum percaya dengan kemampuan anak untuk bermain sendiri.

Namun, demi mengatasi kebiasaan bayi minta gendong terus, cobalah beranikan diri untuk melepas si kecil.

Sebaiknya, latih anak untuk mandiri dan percayalah dengan kemampuannya untuk berjalan sembari menjelajahi lingkungan sekitar.

beritahu anak ibu keguguran

5. Tenangkan anak dengan cara lain

Biasanya, bayi nangis terus minta digendong dan baru berhenti setelah berhasil digendong. Hal ini sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan jangan terlalu sering.

Cobalah cara lain untuk menenangkan anak saat ia sedih, gelisah, atau takut, misalnya dengan memberi anak pelukan dan usapan lembut di kepalanya.

Sampaikan padanya kata-kata yang bisa membuat hatinya tenang.

Selain dapat mengurangi kebiasaan untuk digendong, si kecil juga belajar untuk mengendalikan emosi dan menenangkan dirinya sendiri.

6. Alihkan perhatiannya saat minta digendong

Mengatasi kebiasaan bayi minta gendong terus tentunya tidak selalu mudah.

Ketika ia merengek minta digendong, cobalah alihkan perhatiannya dengan hal-hal yang menarik, misalnya mengajaknya makan camilan, menunjukkan hewan yang lucu, dan sebagainya.

Buatlah kegiatan tersebut jadi menyenangkan sehingga ia merasa tidak butuh lagi untuk digendong.

7. Berjalanlah dengan pelan

Saat berjalan-jalan bersama si kecil di taman atau pusat perbelanjaan, usahakan untuk berjalan lebih pelan agar ia bisa mengimbangi langkah Anda.

Jika terlalu cepat, biasanya anak minta digendong karena merasa capai.

Bila sedang terburu-buru, Anda bisa menaikkannya di troli belanja atau membawa stroller sebelum berangkat ke taman.

8. Jangan bosan untuk beri tahu anak lagi dan lagi

Mengatasi bayi minta gendong terus memang tidak bisa instan. Anak memang perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Namun, cobalah terus untuk menasihatinya. Sampaikan padanya bahwa gendongan hanya untuk bayi dan anak yang masih kecil.

Jika sudah besar, ia tidak boleh lagi menyusahkan orang lain dengan minta digendong.

Berikan penegasan bahwa minta digendong bisa membuat orang lain repot dan itu perbuatan yang tidak baik.

Beri tahukan pula rencana untuk mengurangi kebiasaan menggendong pada pasangan, pengasuh, dan anggota keluarga yang lain.

Meskipun pada awalnya anak tidak langsung patuh tapi lama kelamaan ia pun akan sadar bahwa hal itu tidak boleh lagi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hubert, S., & Aujoulat, I. (2018). Parental Burnout: When Exhausted Mothers Open Up. Frontiers In Psychology, 9. doi: 10.3389/fpsyg.2018.01021

Petzoldt, J., Wittchen, H., Einsle, F., & Martini, J. (2015). Maternal anxiety versus depressive disorders: specific relations to infants’ crying, feeding and sleeping problems. Child: Care, Health And Development, 42(2), 231-245. doi: 10.1111/cch.12292

Clingy babies and separation anxiety: how to cope. Retrieved 2 September 2021, from https://www.nct.org.uk/baby-toddler/toddler-tantrums-and-tricky-behaviour/clingy-babies-and-separation-anxiety-how-cope

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita